Jumpa pers terkait pembatalan menyambut kepulangan terpidana terorisme di Ponpea Al Mukmin, Ngruki, Cemani, Grogol, Rabu (23/1/2019). (Solopos/Bony Eko Wicaksono)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Pengurus dan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al Mukmin, Ngruki, Cemani, Grogol, Sukoharjo, mengaku kecewa atas batalnya pembebasan terpidana kasus terorisme, Abu Bakar Ba'asyir. Terkait ikrar setia pada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Pancasila, keluarga Ba'asyir punya jawaban sendiri.

Putra sulung Abu Bakar Baasyir, Abdul Rosyid Ba'asyir, menyatakan pihak keluarga menerima ketetapan Allah SWT. Dia dan keluarga besar Abu Bakar Baasyir mengaku senang saat menerima kabar tentang pembebasan tanpa syarat. Bahkan, Rosyid rela pulang ke Ponpes Al Mukmin untuk ikut menyambut kepulangan ayahnya.

Rosyid menyampaikan telah memaafkan pihak-pihak yang menghalang-halangi pembebasan ayahnya. “Kami bersyukur apa yang telah ditetapkan Allah SWT. Kami memaafkan siapa saja yang berusaha menutup jalan kepulangan beliau. Semoga Allah membukakan pintu hidayah kepada mereka,” kata dia di sela-sela jumpa pers di serambi Masjid Baitussalam Ponpes Al Mukmin, Rabu (23/1/2019).

Disinggung mengenai surat pernyataan kesetian kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Pancasila sebagai salah satu syarat pembebasan, Rosyid menjelaskan ayahnya bakal menerima peraturan negara yang sesuai syariat Islam. Dia menyebut ayahnya bukan musuh negara. Rosyid berharap ayahnya bisa menghirup udara segar dan beristirahat di rumah lantaran usianya menginjak 80 tahun.

Sebelumnya, pemerintah masih mengkaji pembebasan bersyarat Abu Bakar Baasyir yang mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Ba'asyir tidak dapat memenuhi syarat formil yang diatur dalam UU No 12/1995 tentang Pemasyarakatan dan Peraturan Menteri Hukum dan HAM No 3/2018 tentang Syarat dan Tata Cara Pemberian Remisi, Asimilasi, Cuti Mengunjungi Keluarga, Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas dan Cuti Bersyarat. Salah satu syarat pembebasan bersyarat bagi narapidana terorisme adalah pernyataan kesetiaan pada NKRI secara tertulis.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten