Soal Sriwedari Solo, Gibran Disarankan Konsultasi ke Kementerian Ini

Pemkot Solo disarankan untuk berkonsultasi ke pemerintah pusat sebelum melakukan upaya penataan di lahan kawasan Sriwedari.

 Segaran Taman Sriwedari, Kota Solo, Jawa Tengah pada akhir 2020. (Dokumen Solopos)

SOLOPOS.COM - Segaran Taman Sriwedari, Kota Solo, Jawa Tengah pada akhir 2020. (Dokumen Solopos)

Solopos.com, SOLO — Pengamat dari Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Agus Riewanto, menyarankan Pemkot Solo berkonsultasi dengan Kementerian Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) sebelum melakukan langkah apa pun di lahan Sriwedari.

Dihubungi Solopos.com, Kamis (18/8/2022), Agus mengatakan tanah Sriwedari bila dilihat dari logika hukum yang wajar dan secara sosiologis, dulunya digunakan untuk kegiatan-kegiatan pemerintahan.

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

Seperti untuk penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) pertama. Merujuk sejarah, Agus menduga tanah itu dulu milik Keraton Solo atau bukan milik perorangan. Sehingga saat Keraton Solo menjadi bagian NKRI, tanah Keraton jadi bagian NKRI.

“Saat Keraton menjadi bagian NKRI ya kemudian tanah-tanah Keraton menjadi bagian NKRI. Logika secara sederhana, itu boleh jadi adalah tunduk dan patuh milik pemerintah untuk kepentingan umum,” ujar Agus mengenai lahan Sriwedari Solo.

Sehingga, lanjut Agus, apabila tanah itu kemudian menjadi milik orang per orang, perlu dicari kebenaran materiilnya. Bagaimana proses kepemilikan tanah tersebut sehingga bisa jatuh ke tangan orang per orang.

Baca Juga: Gibran Segera Bersih-Bersih Kawasan Sriwedari Solo Lur, Mulai Penataan?

Ihwal status hukum tanah tersebut yang sudah inkrah berdasarkan keputusan pengadilan sebagai milik ahli waris, Agus menyebut masih ada kemungkinan keadaan berubah, yaitu bila ada novum atau bukti baru. Novum harus bisa membuktikan tanah itu adalah milik publik.

“Kalau menemukan novum, dan novum itu mungkin bisa mengubah keadaan, yang bisa membuktikan bahwa itu milik publik untuk kepentingan umum, ya bisa dicari mengapa itu jadi milik pribadi,” katanya.

Review Dokumen

Lebih jauh, Agus menyarankan Pemkot Solo berkonsultasi dengan Kementerian ATR/BPN dan meminta agar dilakukan review terhadap dokumen tanah Sriwedari. Dari situ diharapkan Kementerian ATR/BPN meminta fatwa atau penjelasan ke Mahkamah Agung (MA) tentang bagaimana menuntaskan kasus tersebut.

Baca Juga: Penataan Sriwedari Solo Disebut Sudah Masuk RPJMD Gibran-Teguh

“Menurut saya tidak keliru jika Pemkot, Mas Gibran, berkomunikasi lagi dengan Kementerian ATR menanyakan bagaimana status tanah itu. Nanti bisa saja Kementerian ATR diskusi dengan MA atas putusannya,” urainya.

Bila dari proses itu dipastikan tanah Sriwedari memang tanah pribadi, bisa segera dilakukan eksekusi lahan. “Tapi kalau itu milik pemerintah, atau kemungkinan bisa milik pemerintah, ya dicari jalan keluarnya,” tegasnya.

Seperti diketahui, Pemkot Solo sudah memiliki rencana untuk menata kawasan Sriwedari. Penataan itu meliputi kawasan Segaran, Gedung Graha Wisata, dan Gedung Wayang Orang (GWO).

Baca Juga: Revitalisasi Sriwedari, Ketua DPRD Solo: Belum Ada CSR, Bisa Pakai APBD

Bahkan, baru-baru ini Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengatakan segera melakukan bersih-bersih di kawasan Sriwedari. Gibran tidak menyebut kapan pastinya dan untuk apa kegiatan bersih-bersih tersebut. Ia hanya menyebut sasaran pertama bersih-bersih itu adalah Gedung Graha Wisata.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Kenalkan Dunia Kerja, Solocom Adakan Kunjungan Industri ke Solopos

      Kunjungan Solocom diikuti sebanyak 22 peserta Program Kecakapan Kerja (PKK) dimana ini merupakan program kursus komputer gratis dari pemerintah.

      Solopos Hari Ini: Bertaruh Keselamatan di Bengawan

      Kehadiran jembatan sasak yang menghubungkan Solo dan Sukohario menjadi dilema karena berisiko tinggi, namun juga menjadi jalur alternatif di tengah macetnya lalu lintas akibat pembangunan fisik yang nyaris tanpa jeda.

      Mantap Nih! Farel Prayoga bakal Tampil di Perayaan Hari Batik Nasional di Solo

      Penyanyi cilik ternama Farel Prayoga djadwalkan memeriahkan perayaan Hari Batik Nasional di Loji Gandrung, Solo, Jawa Tengah.

      Stok Darah PMI Sragen Hari Ini 1 Oktober 2022

      Informasi mengenai stok darah di PMI Sragen hari ini, Sabtu (1/10/2022), bisa disimak di sini.

      Stok Darah PMI Karanganyar Hari Ini 1 Oktober 2022

      Informasi mengenai stok darah di PMI Karanganyar hari ini, Sabtu (1/10/2022), bisa disimak pada artikel ini.

      Kemendikbudristek Tetapkan Manuskrip Imam Tabbri Jadi WBTB Pertama Asal Sragen

      Manuskrip Kitab Primbon Imam Tabbri menjadi WBTB pertama di Sragen

      Manuskrip Kitab Primbon asal Sragen Diusulkan Sebagai Warisan Budaya Tak Benda

      Kitab Primbon Haji Tabbri dulunya disampaikan dalam tradisi sorongan di Pondok Pesantren Haji Tabbri di Desa Donoyudan, Kecamatan Kalijambe.

      Agenda Solo Hari Ini: Event Batik di Mana-Mana, Ada Acara Makan Gratis juga

      Agenda Kota Solo hari ini, Sabtu (1/10/2022), cukup padat dengan berbagai acara memperingati Hari Batik Nasional yang digelar di beberapa tempat.

      Harga Pertamax di Sragen Turun, Pengelola SPBU Lakukan Penyesuaian Totem

      Pengelola SPBU di Sragen langsung menyesuaikan di seluruh peralatan SPBU setelah ada pengumuman penurunan harga Pertamax mulai Sabtu (1/10/2022).

      Prakiraan Cuaca Sragen Hari Ini 1 Oktober 2022, Tak Bersahabat

      Informasi mengenai prakiraan cuaca Sragen hari ini, Sabtu (1/10/2022), bisa Anda baca pada artikel ini.

      Prakiraan Cuaca Karanganyar Hari Ini 1 Oktober 2022, Siang Hujan Lebat

      Info lengkap prakiraan cuaca Karanganyar hari ini, Sabtu (1/10/2022), bisa Anda simak di sini.

      Prakiraan Cuaca Wonogiri Hari Sabtu Ini: Hujan Siang-Malam

      Prakiraan cuaca Wonogiri hari ini Sabtu 1 Oktober 2022 tersaji dalam artikel ini secara lengkap.

      Prakiraan Cuaca Solo Hari Ini Sabtu 1 Oktober, Hujan Lagi Siang sampai Malam

      BMKG dalam prakiraan cuaca untuk hari Sabtu (1/10/2022) memprediksi Solo bakal hujan lagi sejak siang hingga malam.

      Jangan Lupa Bawa Payung! Prakiraan Cuaca Boyolali Hari Ini akan Hujan Lebat

      Prakiraan cuaca Boyolali hari ini, Sabtu (1/10/2022) yakni berawan pada pagi hari, kemudian hujan lebat mulai sore hingga malam hari.

      Hati-Hati di Jalan Ya, Prakiraan Cuaca Sukoharjo Hari Ini Hujan sejak Siang

      Prakiraan cuaca Sukoharjo hari ini pada Sabtu (1/10/2022) menurut prakiraan BMKG dimulai berawan hujan sejak siang hari