Soal Rencana Pemotongan Gaji, Pemain Persis Solo Pasrah
Pemain Persis Solo berfoto sebelum pertandingan persahabatan melawan Semen Padang di Stadion Manahan, Solo, Kamis (5/3/2020). (Solopos/ M. Ferri Setiawan)

Solopos.com, SOLO — Sejumlah pemain Persis Solo tak mempermasalahkan pemotongan gaji selama periode force majeure pada bulan Maret-Juni 2020.

Pemain memahami kondisi finansial klub yang tak mendapat pemasukan selepas penghentian sementara kompetisi karena wabah corona. Namun pemain berharap pengurangan gaji dilakukan secara proporsional.

Kasus Positif Corona Indonesia Jadi 1.285, Jateng Tambah 8

Sebagai informasi, PSSI mempersilakan klub melakukan perubahan kontrak yang di dalamnya mencakup soal gaji pemain. Klub dapat membayar maksimal 25% dari kewajiban yang tertera dalam kontrak selama Maret sampai Juni.

Stoper Persis Solo, Joko Susilo, sudah mendengar informasi soal pemotongan gaji pemain di masa force majeure. Dia mengaku pasrah karena kebijakan itu harus diambil menyusul wabah corona.

“Kondisi darurat bencana juga sudah dibahas dalam kontrak. Jadi sebagai pemain saya menerima. Yang penting ada pemasukan untuk kebutuhan pokok pemain,” ujar Joko saat dihubungi Solopos.com, Minggu (29/3/2020).

Viral! Beda Provinsi, Pasangan Ini Ijab Kabul Lewat Video Call

Persis tengah menimbang membayar gaji maksimal 20% dari kewajiban kontrak untuk para pemainnya. Manajemen mengklaim angka tersebut realistis mengingat klub tak mendapatkan pemasukan saat penundaan kompetisi hingga 29 Mei.

Joko sendiri berharap klub dapat memberikan nominal gaji maksimal yakni 25% dari kontrak per bulan sesuai instruksi PSSI. “Tentu kami siap bertanggungjawab dengan jumlah gaji tersebut, salah satunya lewat latihan disiplin dan rutin,” ujar pemain asal Pasuruan itu.

Winger Persis, Gufroni Al Maruf, legawa dengan pemotongan gaji yang cukup signifikan. Dia mengaku bersyukur masih mendapat penghasilan meski tak menjalani kompetisi lantaran wabah Covid-19.

Semua Pasien Positif Corona di Kota Malang Dinyatakan Sembuh

“Ya mau gimana lagi, pasrah saja. Mari bareng-bareng berdoa agar wabah ini cepat berlalu. Sebagai orang yang hidup di bola, rasanya sepi kalau tidak segera balik ke lapangan,” ujar Roni, sapaan akrabnya.

Tunggu Informasi Resmi

Sementara itu, gelandang Persis, M. Shulton, mengaku belum mendapat info resmi dari manajemen soal nominal pemotongan gaji. “Saya enggak bisa komentar banyak soal itu,” ujar Shulton.

Sebelumnya, Manajer Persis, Hari Purnomo, mengatakan klub kemungkinan akan memberikan sekitar 15% sampai 20% gaji pemain selama periode force majeure. Ini artinya Laskar Sambernyawa memberlakukan pemotongan gaji sekitar 80% sampai 85% pada pemain.

“Kurang lebihnya segitu. Namun ini belum kebijakan final. Masih akan dikaji lebih lanjut oleh Bang Mimi [CEO Persis, Azmy Alqamar],” ujar Hari, Sabtu (28/3/2020).


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho