Soal Pungli Pemakaman Jenazah Covid-19 di Solo, Sukarelawan Sukoharjo Pastikan Gratis

Sukarelawan TRC 19 Sukoharjo memastikan pemakaman jenazah korban Covid-19 tidak dipungut biaya alias gratis.

 ilustrasi pemakaman jenazah pasien Covid-19 (JIBI/Bisnis Indonesia)

SOLOPOS.COM - ilustrasi pemakaman jenazah pasien Covid-19 (JIBI/Bisnis Indonesia)

Solopos.com, SUKOHARJO – Kasus pungutan liar (pungli) pemulasaran jenazah Covid-19 di TPU Daksinoloyo Kota Solo yang viral di media sosial mematik reaksi dari para sukarelawan di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

Tim Relawan Covid (TRC) 19 Sukoharjo yang merupakan gabungan sukarewalan dari Tagana, SAR, PMI, Damkar, BPBD dan sejumlah komunitas lain memastikan pemulasaran jenazah pasien Covid-19 tidak dipungut biaya alias gratis.

Koordinator Lapangan TRC 19 Sukoharjo Haris Krisbiyantoro mengaku malu atas kejadian temuan kasus pungli pemularasan jenazah di TPU Daksinoloyo beberapa hari lalu. Pihaknya memastikan pemulasaran jenazah dengan protokol kesehatan di Sukoharjo dibawah penanggungjawab Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) setempat tidak dipungut biaya.

“Kami sejak awal tidak ada mencari keuntungan untuk pribadi apalagi membebani masyarakat. Jika ada yang memberi saja kami tolak, jadi kami tidak mungkin menarik biaya,” katanya ketika berbincang dengan Solopos.com, Senin (2/8/2021).

Baca juga: Round Up Dugaan Pungli Pemakaman Jenazah Covid-19 Solo: Oknum Tukang Gali Kubur Minta Uang Lelah Rp5 Juta

Setidaknya terdapat 50 sukarelawan yang mendapat surat keputusan (SK) resmi dari Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Sukoharjo. Sukarelawan ini salah satunya bertugas memulasarkan jenazah dengan protokol kesehatan (prokes).

Proses pemulasaran jenazah dilakukan melalui standar operasional prosedur (SOP) yang disepakati. Di antaranya menyolatkan jenazah bagi yang muslim. Apabila pihak keluarga akan ikut menyolatkan tentunya dilakukan secara prokes ketat.

“Tugas kami memakamkan jenazah bagi yang muslim kami salatkan dan didoakan. Pemakaman sesuai dengan laporan dari Satgas Covid-19 maupun rumah sakit,” katanya.

Baca juga: Fadli Zon Komentari Baliho Puan Maharani: Gunakan Bahasa Indonesia yang Baik & Benar

Dia pun mengimbau kepada warga apabila ada keluarga yang terpapar dan harus dimakamkan secara prokes agar melaporkan ke Satgas Covid-19 baik desa, kecamatan maupun kabupaten. Pemulasaran akan dilakukan secara prokes oleh TCR 19.

“Kami melaksanakan pemulasaran jenazah selama 24 jam nonstop,” katanya.

Ketua Tagana Sukoharjo yang juga anggota TRC 19, Agung juga ikut angkat bicara mengenai pemakaman jenazah Covid-19 yang berbayar di Kota Solo. Pihaknya ingin memastikan bahwa pemulasaran jenazah di Sukoharjo oleh TRC19 tidak dipungut biaya sepeser pun.

“Selama ini kami melakukan pemakaman prokes sudah ribuan dan tidak dua tiga kali saja. Kami TRC 19 tidak pernah meminta dalam bentuk apapun, ketika keluarga memberi sesuatu karena amanah dari almarhum atau almarhumah kami bahkan menolak,” katanya.

Baca juga: Kisah Misteri Eyang Watu, “Penunggu” Pasar Kota Sragen yang Keramat!

Menurutnya berita pemakaman jenazah Covid-19 yang berbayar di TPU Daksinoloyo dipastikan bukan dari sukarelawan TRC 19, melainkan oknum tertentu. Selain memakamkan secara gratis TRC 19 juga memakamkan jenazah Covid-19 sesuai syariat agama masing-masing. Setelah itu, anggota tim juga mendoakan jenazah.

“Kami bertugas dalam proses pemakaman. Sedangkan untuk penggalian makam, di luar dari kewenangan kami,” katanya.

Berita Terkait

Berita Terkini

Setelah Semanggi, Giliran Rumah Warga Eks HP 10 Tipes Solo Siap-Siap Dibongkar

Rumah warga di lahan eks HP 10 di Kelurahan Tipes, Kecamatan Serengan, Solo, bakal dibongkar untuk program Kotaku.

Gibran soal Gaji Wali Kota Solo: Bukannya Tidak Diambil, Tapi...

Gibran Rakabuming Raka mengakui gaji sebagai Wali Kota Solo memang tidak besar dan ia tetap mengambilnya untuk sejumlah keperluan.

Digitalisasi dan Inovasi Jadikan Bisnis Makin Sehat, Makin Cepat, Makin Dekat

Berkat digitalisasi di masa pandemi sejumlah pelaku usaha mengaku bisnis mereka makin sehat, makin cepat, makin dekat.

Tertabrak Truk di Jalan Solo-Sragen, Pasutri Meninggal, Anak Patah Tulang

Pasutri yang memboncengkan seorang anak laki-laki meninggal dunia akibat tertabrak truk di jalan Solo-Sragen wilayah Masaran, Sragen.

Jemput Rezeki, 6 Dalang Boyolali Ngamen Bareng dari Rumah ke Rumah Warga

Sejumlah dalang dari Boyolali ngamen dari rumah ke rumah warga yang mau nanggap demi menjemput rezeki dan mengobati kerinduan penggemar.

Pemkot Solo Fasilitasi Pengajuan QR Code PeduliLindungi, Begini Prosedurnya

Pemkot Solo membantu memfasilitasi kalangan pelaku usaha dan kantor instansi yang ingin mendapatkan QR Code PeduliLindungi.

Berbulan-Bulan Tutup, Pengelola Objek Wisata Air Klaten Kewalahan Biayai Perawatan

Pengelola objek wisata air di Kabupaten Klaten khawatir tak lagi bisa menanggung biaya perawatan jika tak segera menerima pengunjung.

Pemkab Sragen Beli Lahan Rp9 Miliar untuk Bangun Kantor, Legislator Soroti Urgensinya

Pemkab Sragen membeli lahan seharga Rp9 miliar untuk membangun gedung perkantoran baru pada 2022 mendatang.

Banyak Pemohon BPUM di Wonogiri yang Tak Lolos, Ternyata Ini Penyebabnya

Banyak pemohon BPUM di Kabupaten Wonogiri yang tak lolos karena adminitrasi yang disetorkan tidak sesuai dengan ketentuan.

RSUD Ngipang Solo Bakal Dibangun 6 Lantai, Apa Saja Fasilitasnya?

Pemkot Solo berencana mengembangkan RSUD Ngipang dengan membangun gedung setinggi enam lantai di lahan belakang rumah sakit.

Pelaku Perusakan SDN di Wonosamodro Boyolali Belum Terungkap, Ini Penjelasan Polisi

Pelaku kasus perusakan bangunan SDN 2 Gunungsari, Wonosamodro, Boyolali, belum terungkap setelah penyelidikan sekitar tiga pekan.

Ngeri! Penambang Pasir Sragen Kerap Temukan Tengkorak Manusia di Bengawan Solo

Sejumlah penambang pasir di Kedungupit, Sragen, kerap menemukan tengkorak manusia saat melakukan aktivitas penambangan.

Waduuuh! Ratusan Pemohon BPUM di Wonogiri Terindikasi Usahanya Abal-Abal

Ratusan pemohon program bantuan untuk pelaku usaha mikro (BPUM) 2021 di Kabupaten Wonogiri terindikasi usahanya abal-abal.

Ketua Tikus Pithi Ingin Rombak Sistem Pendidikan dengan Penjurusan Anak Sejak Dini

Ketua Tikus Pithi Hanata Baris, Tuntas Subagyo, menilai sistem pendidikan nasional perlu dirombak denga mengakomodasi penjurusan sejak dini.

Dahsyatnya Bakso Tumpeng Merapi Glodogan Klaten, Lelehan Sambelnya Meledak di Mulut

Warung di Glodokan, Klaten Selatan, Klaten, menjual bakso unik dengan bentuk seperti tumpeng dan lelehan sambel seperti lava Gunung Merapi.