Soal Politikus Sontoloyo, Erick Thohir: Berapa Tahun Jokowi Dizalimi?
Joko Widodo (Jokowi) berjabat tangan dengan Ma\'ruf Amin dan Erick Thohir seusai di Jakarta, Jumat (7/9/2018). (Antara - Akbar Nugroho Gumay)

Solopos.com, JAKARTA -- Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja menyebut pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal politikus sontoloyo semata-mata karena tidak ingin warga Indonesia dibohongi pernyataan menipu oleh sejumlah pihak.

Ketua Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja Erick Thohir mengatakan bahwa saat ini banyak lawan politiknya yang membuat pernyataan tanpa fakta dan data. Hal ini, kata dia, tentu bisa membingungkan rakyat.

“Ketika isu PKI diangkat, berapa tahun dia harus dizalimi dibilang PKI? Ini contoh. Berapa tahun dia dizalimi dibilang anti Islam? Berapa tahun dia dizalimi dibilang ini pendukung asing?” kata Erick di Jakarta, Kamis (25/10/2018).

Erick menjelaskan bahwa sebagai manusia biasa tentu Jokowi ingin menyampaikan perasaannya. Akan tetapi bukan berarti kata sontoloyo karena Presiden keceplosan.

Sebelumnya Jokowi menyinggung dana kelurahan yang ramai diperbincangkan publik saat membagikan 5.000 sertifikat tanah untuk warga di Lapangan Bola Ahmad Yani, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, beberapa hari lalu.

Jokowi menuturkan bahwa beberapa orang memanfaatkan kebijakan ini yang mengaitkannya dengan politik. Padahal, dana kelurahan sama halnya dana desa yang telah dibagikan selama ini.

Presiden Jokowi kemudian meminta masyarakat berhati-hati karena ada politikus yang pandai memanfaatkan celah ini. Di situ Jokowi menerjemahkan ada banyak politikus baik-baik, tapi ada juga yang sontoloyo.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom