Soal Penutupan Dam Colo Sukoharjo, Ini Penjelasan Perum Jasa Tirta
Dam Colo (JIBI/SOLOPOS/Agoes Rudianto)

Perum Jasa Tirta memberikan penjelasan terkait penutupan Dam Colo per 1 Oktober.

Solopos.com, SUKOHARJO -- Kepala Divisi Jasa ASA III Perum Jasa Tirta I Wilayah Sungai Bengawan Solo, Erwando Rahmadi, memberikan penjelasan terkait rencana Tim Koordinasi Pengelolaan Sumberdaya Air (TKPSDA) Jateng dan Jatim menutup Dam Colo sesuai jadwal pada 1 Oktober mendatang.

Penutupan Dam Colo dilakukan selama sebulan hingga akhir Oktober. Salah satu alasan utama penutupan Dam Colo adalah tidak ada ketersediaan air untuk mengairi lahan pertanian. (Baca: Abaikan Permintaan Petani, TKPSDA Pastikan Tutup Dam Colo Per 1 Oktober)

“Saat ini, air yang ada tak memungkinkan untuk menyuplai lahan pertanian di sepanjang saluran Colo Timur dan Colo Barat. Pemeliharaan bangunan juga menjadi pertimbangan utama penutupan Dam Colo,” kata dia kepada Solopos.com, Selasa (19/9/2017).

Debit air saluran Colo Timur mencapai 15 meter kubik per detik. Sementara debit air saluran Colo Barat lima meter kubik per detik. Saluran Colo Timur mengairi lahan pertanian di wilayah Sukoharjo, Karanganyar, Sragen, hingga Ngawi, Jawa Timur.

Total luas lahan pertanian di sepanjang saluran Colo Timur lebih dari 20.000 hektare. Sementara saluran Colo Barat mengairi lahan pertanian di wilayah Sukoharjo, Wonogiri, dan Klaten dengan luas lahan pertanian sekitar 5.000 hektare. 



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom