Soal Penanganan Prostitusi, Ini Saran Sosiolog Kepada Wali Kota Solo Gibran
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka (kedua dari kanan) memantau operasi penyakit masyarakat (Pekat), yang dilaksanakan Polrestas Solo, Sabtu (27/2/2021) malam. (Istimewa)

Solopos.com, SOLO -- Langkah cepat Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, dalam menangani berbagai persoalan kota termasuk prostitusi mendapat apresiasi dari sosiolog Drajat Trikartono.

Menurutnya, Gibran sudah menunjukkan komitmennya bekerja keras dengan langsung tancap gas seusai dilantik sebagai Wali Kota Solo, Jumat (26/2/2021). Gibran langsung mengecek sejumlah program dan pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan.

Seperti memacu percepatan vaksinasi Covid-19, mendorong percepatan pembangunan elevasi rel di Palang Joglo, serta pembangunan lantai II Terminal Tirtonadi menjadi pusat kegiatan produktif. Gibran, menurut sosiolog Solo itu juga berkomitmen memerangi penyakit masyarakat.

Baca Juga: Aniaya Adik Kandung, Pria Asal Jebres Solo Dijerat Pasal KDRT

Salah satunya dengan memantau operasi penyakit masyarakat oleh jajaran Polresta Solo di kawasan Kestalan dan Gilingan, Banjarsari, Sabtu (27/2/2021) malam. Gibran juga sudah menyatakan komitmennya menyelesaikan massalah prostitusi online di Solo.

“Bagus. Sebagai Wali Kota langsung bekerja menunjukkan kesiapan. Tapi yang perlu diperhatikan apa ini jadi fokus utama mendasar atau bukan. Sebab yang jadi permasalahan utama dan mendasar Solo adalah ketimpangan ekonomi,” ujarnya, Senin (1/3/2021).

Ketimpangan Kesempatan Kerja

Isu ekonomi dan ketimpangan kesempatan kerja, menurut sosiolog Solo itu, merupakan permasalahan mendasar yang tak boleh ditinggalkan Gibran. Putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) harus menyelesaikan permasalahan itu untuk mengatasi masalah pekat.

Baca Juga: Laki-Laki Terjun Dari Jembatan Sungai Grogol Sukoharjo Ditemukan Di Pucangsawit Solo

“Kalau menangani pekat yang mendasar isu ekonomi dan ketimpangan kesempatan kerja. Upaya-upaya memberikan jaminan sosial ke masyarakat yang menghadapi masalah sosial. Mereka harus dapat jaminan sosial pekerjaan dan kehidupan,” katanya.

Drajat menekankan pentingnya pendekatan birokratif bagi Gibran dalam mengatasi permasalahan sosial masyarakat termasuk soal prostitusi di Solo. Artinya Gibran tak bisa hanya mendorong adanya razia praktik prostitusi di masyarakat. Gibran juga harus menyiapkan perangkat solusinya.

Baca Juga: 4 Kecamatan di Sukoharjo Masuk Zona Oranye PPKM Mikro, Mana Saja?

"Masalah yang harus diatasi terkait masalah penanganan sosial ini terkait dengan birokrasinya sendiri. Terkait dengan proteksi-proteksi dari masalah-masalah sosial itu yang perlu diperhatikan. Wali Kota sudah membuktikan kerja keras," urainya.

Tak hanya itu, Drajat menekankan pentingnya Wali Kota bekerja cerdas. Seperti dengan memiliki data-data lengkap dalam pemanfaatan teknologi smart city. "Harus kerja cerdas dengan memiliki data, fokus, dan manfaatkan teknologi smart city," ujarnya.



Berita Terkini Lainnya








Kolom