Soal New Normal Wonogiri, Jekek: Tidak Bisa Secepat yang Dibayangkan
Bupati Wonogiri, Joko Sutopo. (Solopos/M. Aris Munandar)

Solopos.com, WONOGIRI – Bupati Wonogiri, Joko Sutopo alias Jekek, menegaskan tidak mau gegabah memutuskan penerapan skenario new normal di wilayahnya. Dia belum bisa memastikan kapan daerahnya memulai era kenormalan baru.

Pemkab Wonogiri akan mengevaluasi terlebih dahulu segala kegiatan yang berjalan saat pandemi Covid-19. Selanjutnya mereka akan menentukan langkah apa saja yang akan dilakukan saat new normal diterapkan.

"Keputusan untuk memberlakukan tidak bisa secepat yang dibayangkan. Kami perlu mengkaji beberapa hal dan aspek lainnya. Di Wonogiri memang sekarang sudah tidak ada kasus positif, tetapi di daerah yang berbatasan dengan Wonogiri masih ada. Jadi harus dipersiapakan secara matang," ujarnya, Minggu (31/5/2020).

Wajib Tahu! Ini Tipe Hotel Berdasarkan Bintang dan Penjelasannya

Bupati Jekak menambahkan, saat ini Pemkab Wonogiri tengah fokus mendata penerima bantuan sembako. Dia mengatakan bantuan BST dan BLT DD sudah tersakurkan sebelum Lebaran 2020.

Ia mengaku Gubernur Jawa Tengah mengapresiasi langkah yang dilakukan Pemkab Wonogiri dalam menangani Covid-19. Apresiasi diberikan lantaran Pemkab Wonogiri telah mengakselerasikan tanggung jawab dengan sangat baik.

Hal itu dibutktikan dengan penurunan pasien positif Covid-19, PDP dan ODP. Selain itu bantuan sembako telah disalurkan dengan cepat.

Rekomendasi Tempat Ibadah di Sragen, Camat Tunggu Perintah Bupati

Sementara itu Jekek melihat salah satu wujud new normal di masyarakat, termasuk Wonogiri, terlihat dari kebiasaan penggunaan masker.

"Masker sudah menjadi fashion masyarakat untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Ini salah satu budaya baru dalam beraktivitas," kata Jekek kepada wartawan di sel-sela acara.

Seperti diketahui new normal merupakan instruksi pemerintah pusat agar masyarakat tetap produktif di tengah pandemi. Menurut Jekek, kebijakan tersebut menuntut masyarakarakat melahirkan budaya, sikap, dan cara berpikir baru.

Tante Meninggal karena Covid-19, Maia Estianty: Masih Anggap Remeh?

Diberitakan Solopos.com sebelumnya, pemerintah menginstruksikan 102 kabupaten/kota yang termasuk zona hijau Covid-19 memberlakukan new normal. Kota Tegal menjadi wilayah pertama yang menerapkan era kenormalan baru di Indonesia.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho