Tutup Iklan
Pemain Persis Solo saat bertanding di Stadion Wilis, Kota Madiun, beberapa waktu lalu. (Madiunpos.com/Abdul Jalil)

Solopos.com, MADIUN -- Pemerintah Kota Madiun buka suara soal https://bola.solopos.com/read/20190819/499/1013058/kasus-pemukulan-wartawan-oleh-suporter-persis-solo-berakhir-damai-ini-yang-diminta-korban">insiden kerusuhan yang terjadi saat derby Mataram antara Persis Solo melawan PSIM Jogja, Jumat (16/8/2019) lalu. Pemkot masih akan mengizinkan Persis Solo untuk home base di Madiun pada musim ini. 

Pada insiden kericuhan sebelumnya, yakni saat Persis Solo melawan Martapura FC di Stadion Wilis, Minggu (14/7/2019) lalu, pagar pembatas tribune stadion rusak. Kala itu, Wali Kota Madiun, Maidi, mengancam akan memutus kontrak jika suporter Persis Solo berulah lagi. 

Maidi menegaskan Persis Solo masih bisa menggunakan Madiun sebagai home base dan memanfaatkan Stadion Wilis sampai laga di Liga 2 Indonesia berakhir. Ia menilai kericuhan saat derby Mataram itu bersifat internal. 

Disinggung soal salah satu wartawan di Madiun yang diintimidasi dan dipukul menggunakan helm oleh suporter Persis Solo, Maidi menganggap itu insiden yang bersifat internal. Ia menilai kericuhan lalu tidak berdampak pada masyarakat Madiun secara umum.

"Kalau permasalahan wartawan kan urusan internalnya dia [Persis]. Kemarin itu kan kericuhan internal saja. Internal artinya pemkot tidak ada kerugian. Kemarin ada mobil yang rusak, itu kan mobilnya sendiri. Kejadian kemarin tidak ada yang merusak aset pemkot," ujar dia kepada wartawan di Alun-alun Madiun, Selasa (20/8/2019). 

Meski masih mengizinkan Persis Solo menggunakan Madiun sebagai home base, Maidi juga menyampaikan Persis harus memenuhi sejumlah syarat. Salah satunya, siapa pun kelompok yang membawa suporter harus ada yang bertanggung jawab ketika terjadi kerusuhan. Meskipun itu kerusuhan di internal. 

Dia juga menegaskan saat Persis Solo bertanding, para suporter tidak boleh merusak dan membuat resah masyarakat di Kota Madiun. Sebelum pertandingan, manajemen Persis Solo akan dipanggil untuk menyampaikan kesiapannya. 

"Sampai terjadi meresahkan masyarakat Madiun tidak boleh. Akan kita cut!" tegasnya. 

Mempertahankan Persis Solo supaya tetap di Madiun, lanjut Maidi, tidak hanya persoalan pendapatan daerah yang didapat dari sewa gedung Balai Diklat dan Stadion Wilis. Tetapi, keberadaan Persis Solo dianggap bisa menjadi penyemangat tim sepak bola PSM Madiun. 

Dengan permainan Persis Solo yang bagus dibarapkan bisa menular ke permainan ke PSM Madiun.

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten