Soal Kejelasan Liga 2, Persis Solo Beri Tenggat PSSI hingga Akhir Oktober
Manajer Persis Solo Hari Purnomo (Solopos/Chrisna Chanis Cara)

Solopos.com, SOLO — Persis Solo mendorong PSSI segera memberi kejelasan terkait kelanjutan Liga 2 2020.

Kepastian kompetisi dianggap penting agar klub tak menanggung kerugian moral dan finansial berkepanjangan. Laskar Sambernyawa memberi tenggat hingga akhir Oktober bagi otoritas untuk memastikan kelanjutan kompetisi.

Diketahui, PSSI memutuskan mengundur satu bulan kick off Liga 1 dan Liga 2 yang sedianya digelar awal dan pertengahan Oktober menjadi November. Hingga kini PSSI pun belum memastikan kompetisi bakal digelar bulan depan karena harus menunggu perkembangan penanganan Covid-19.

Bahaya Bermain HP Sebelum Tidur, Bisa Bikin Gemuk?

Manajer Persis Solo, Hari Purnomo, mengatakan klub tidak punya pegangan apapun sebelum PSSI resmi menurunkan SK soal kelanjutan kompetisi.

“Edaran yang menyebut Liga 2 lanjut 17 Oktober saja ternyata luput, apalagi hanya mengandalkan pernyataan PSSI. Sampai sekarang belum ada yang bisa memastikan kompetisi pasti lanjut bulan November,” ujar Hari saat dihubungi Solopos.com, Rabu (7/10/2020).

Pihaknya mendesak PSSI memberi kepastian terkait kompetisi maksimal akhir Oktober agar klub dapat merancang finansial dan program latihan secara terarah. Hari mengaku tak ingin Persis bernasib sama dengan tim lain yang sudah menghamburkan biaya tanpa kejelasan kompetisi.

Finansial

Sebagai informasi, sejumlah klub Liga 2 mengaku mengalami kerugian finansial akibat penundaan kompetisi. PSMS Medan dikabarkan merugi Rp7,5 miliar, sedangkan Sriwijaya FC dan Muba Babel United tekor Rp6 miliar dan Rp5 miliar.

Perserang Serang bahkan mengaku terancam bangkrut karena kondisi finansialnya tak sekuat klub lain. Persis sendiri cukup beruntung karena baru menggelar persiapan ulang sejak akhir September.

“Kami tunggu sampai akhir Oktober sebelum ambil keputusan [lanjut latihan atau memulangkan pemain]. Kami berharap kompetisi tetap lanjut,” kata Hari.

Alquran Di Masjid Al Huda Tawangsari Sukoharjo Dirobek, Pelakunya Perempuan

Gelandang Persis, Yan Pieter Nasadit, sempat kecewa berat setelah mendengar penundaan kompetisi. Gelandang asal Papua ini sudah tak sabar bermain setelah vakum kompetisi sejak Maret. Pieter pun mengaku masih agak was-was apabila kompetisi nantinya batal digelar.

“Sampai sekarang kan belum pasti. Namun saya mencoba terus menyemangati diri, apalagi coach Salahudin juga terus memotivasi pemain,” ujar eks pemain Persija Jakarta itu.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom