Soal Jam Buka Saat Nataru, Pengelola Mal Solo Instruksi Resmi Wali Kota

Pengelola mal dan pusat perbelanjaan Kota Solo masih menunggu surat edaran resmi dari Wali Kota terkait penambahan jam buka selama penerapan PPKM level 3 Nataru.

 Food and beverage Solo Grand Mall mulai buka kembali seusai status PPKM Solo turun menjadi Level 3. (Istimewa)

SOLOPOS.COM - Food and beverage Solo Grand Mall mulai buka kembali seusai status PPKM Solo turun menjadi Level 3. (Istimewa)

Solopos.com, SOLO — Pengelola mal di Solo masih menunggu surat edaran (SE) Wali Kota terkait jam buka maupun pembatasan jumlah pengunjung selama penerapan PPKM Level 3 Natal dan Tahun Baru atau Nataru.

PromosiPerjanjian Ekstradisi Diteken Setelah 8 Kali Pergantian Dubes Singapura

Diberitakan sebelumnya, Pemkot berencana menambah jam buka atau operasional mal dan pusat perbelanjaan dari semua pukul 10.00 WIB-21.00 WIB menjadi pukul 09.00 WIB-22.00 WIB. Hal itu dilakukan guna mencegah terjadinya kerumunan pada jam-jam tertentu.

Terkait rencana penambahan jam buka itu, pengelola mal di Solo sudah melakukan sejumlah persiapan, terutama sarana dan prasarana penerapan protokol kesehatan. Pada sisi lain, mereka berharap penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 nanti tidak berdampak banyak pada operasional mal.

Baca Juga: Wisata Heritage Diharapkan Bisa Hapus Stigma Negatif Kestalan Solo

Mereka juga berharap prediksi gelombang ketiga penularan Covid-19 di akhir tahun ini tidak benar-benar terjadi. General Manager Solo Grand Mall (SGM), Bambang Sunarno, mengatakan pandemi Covid-19 telah membawa dampak kurang baik dalam dunia usaha, termasuk ritel.

“Terpukulnya luar biasa. Namun saat ini kami sudah mulai merangkak naik. Hanya, kalau ada prediksi terjadi gelombang ketiga, kalau benar-benar terjadi, wah, tidak tahu nanti seperti apa. Semoga saja tidak,” katanya, belum lama ini.

Ia mengatakan sejak adanya pelonggaran kegiatan masyarakat, saat PPKM sudah turun level, jumlah pengunjung pun sudah berangsur pulih. Sementara mengenai rencana peningkatan level PPKM menjadi level 3 pada momentum Nataru nanti, ia berharap tidak akan berdampak banyak pada kunjungan warga ke mal.

Baca Juga: Ada Pohon Natal Ramah Lingkungan di 2 Hotel Solo, Begini Penampakannya

Penerapan Prokes

Bambang juga berharap masyarakat Solo dan sekitarnya tetap patuh menjalankan protokol kesehatan. Dengan begitu potensi penularan Covid-19 dapat tetap ditekan.

“Semoga di Solo tetap tertib menjalankan prokes [protokol kesehatan] dan turun di level 1,” jelasnya. Sejauh ini, SGM menurutnya terus berupaya untuk menerapkan protokol kesehatan untuk menjaga kenyamanan dan keamanan pengunjung dari persebaran Covid-19.

Sementara itu, Chief Marcomm Solo Paragon Mall, Veronica Lahji, mengatakan sejauh ini Solo Paragon Mall terus menjalankan protokol kesehatan sebagai upaya untuk menjaga kesehatan dalam menyambut pengunjung. Veronica mengatakan persiapan yang dilakukan sama seperti level-level saat ini.

Baca Juga: Tak Ada Libur Nataru, Volume Kendaraan Masuk Solo Diprediksi Tetap Naik

Veronica mengaku sudah membaca Inmendagri yang menyebut jam buka mal boleh justru ditambah dari pukul 09.00-22.00 WIB. “Kemudian anak di bawah 12 tahun tidak boleh masuk mal. Tapi kan itu masih dari pusat, kami nanti mengacunya pada Surat Edaran [SE] Wali Kota. Jadi kami menunggu dulu. Kami ikuti apa pun ketentuan di SE itu,” jelasnya.

Ia berharap nantinya tidak ada batasan usia untuk pengunjung mal. Selain itu tenant mal tetap bisa buka seperti biasanya. “Sebab kami rasa masyarakat saat ini sudah lebih sadar. Kalau ada peningkatan level atau ada indikasi Covid-19 naik, mereka juga akan menahan diri untuk keluar walaupun mal buka,” katanya.

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Jaga Kesehatan, Pegawai Kantor Imigrasi Surakarta Gelar Fun Bike

Fun bike selain untuk menjaga kesehatan pegawai Kantor Imigrasi Surakarta juga merupakan rangkaian peringatan Hari Bhakti Imigrasi ke-72.

IDI Sukoharjo Pantau Perkembangan Kasus Harian Covid-19

Pemerintah diharapkan terus menggenjot capaian vaksinasi dengan target sasaran beragam kelompok masyarakat di Sukoharjo.

Siswa Positif Covid-19, PTM di 2 SMPN di Klaten Disetop

Terdapat satu siswa positif Covid-19 masing-masing di SMPN 1 Karangnongko dan SMPN 1 Kemalang Klaten.

Sopir Kaget Disalip Ditanjakan, Pikap Angkut Ribuan Telur Masuk Jurang

Mobil pikap pengangkut ribuan telur ayam yang dikemudikan warga Sukoharjo masuk jurang di Desa Plesungan, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar.

Hari Bhakti Imigrasi, Menkumham Yasonna Apresiasi Inovasi Keimigrasian

Menkumham Yasona meminta agar jajaran Imigrasi di seluruh Indonesia terus meningkatkan Profesionalisme dan Integritas dalam menjalankan Tugas Negara.

8 Boks PJU di Sumberlawang Dibobol Maling, Dishub Rugi Jutaan Rupiah

Pencuri menggondol sejumlah perangkat dari delapan boks lampu penerangan jalan umum (PJU) di sepanjang jalan Sumberlawang-Purwodadi.

Disambati Bupati Sragen soal Kemiskinan, Ini Jawaban Wagub Taj Yasin

Wagub Jateng, Taj Yasin Maimoen, menyebut Sragen tidak masuk daerah dengan kemiskinan ekstrem di Jateng. Namun masuk zona merah di Jateng.

Prihatin Kasus Narkoba Tinggi, Kejari Solo Terjun ke Sekolah-Sekolah

Prihatin dengan angka kasus penyalahgunaan narkoba yang tinggi, Kejari Solo turun ke sekolah-sekolah untuk memberikan pemahaman kepada pelajar untuk menjauhi narkoba.

14 Sertifikat Baru Lahan Terdampak JLT Sukoharjo Belum Terbit

Penerbitan sertifikat tanah yang baru setelah pelepasan hak karena terdampak JLT Sukoharjo mengacu pada ketentuan yang diatur di bidang agraria dan tata ruang.

Bupati Sragen Sambat ke Wagub Soal Angka Kemiskinan yang Tak Juga Turun

Bupati Sragen sambat ke Wagub Jateng. Ia mengaku sudah mengeluarkan anggaran banyak untuk mengentaskan kemiskinan namun angkanya tidak turun, justru naik.

Jual Minyak Goreng Rp14.000/Liter, Toko di Pasar Legi Solo Ini Diserbu

Toko Leo Jaya di lantai II Pasar Legi Solo diserbu pembeli yang antre untuk mendapatkan minyak goreng seharga Rp14.000/liter.

Jangan Macam-Macam, Kejari Karanganyar Kini Punya Satgas Mafia Tanah

Kejari Karanganyar telah membentuk Satgas Mafia Tanah sesuai instruki Kejaksaan Agung.

Dikeluhkan Warga, Tempat Karaoke di Wanglu Disegel Satpol PP Klaten

Penutupan itu dilakukan karena keberadaan karaoke dan kafe tersebut dinilai telah melanggar peraturan daerah (perda).

Penyebab Minyak Goreng Rp14.000 Sulit Diterapkan di Pasar di Boyolali

Diharapkan permasalahan harga minyak goreng di pasar tradisional dapat diselesaikan sehingga pedagang dapat menjual minyak dengan harga yang sama di toko retail.

Ribuan Tenaga Honorer di Karangamyar Terancam Nganggur

Para tenaga honorer di Karanganyar resah dengan kebijakan pemerintah pusat yang akan menghapuskan status mereka mulai tahun depan.

Bhayangkari Polres Wonogiri Diminta Berani Laporkan Kasus KDRT

Bantuan hukum terhadap kasus KDRT seperti mencegah, menindak pelaku, dan melindungi korban dijamin oleh negara.