Soal Jalur Zigzag untuk Tunanetra di Trotoar Solo, Netizen: Jiwa Seninya Tinggi
Kondisi guiding block untuk penyandang tunanetra dibangun zigzag pada pedestrian di Jl. Ir. Sutami, Jurug, Jebres, Solo, Rabu (20/11/2019). (Solopos-Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO – Jalur khusus untuk penyandang tunanetra di trotoar Kota Solo, Jawa Tengah, menuai kritikan. Trotoar di Jl. Ir Sutami tepatnya di TMP Jurug, Jebres, Solo, menjadi salah satu yang dikritik netizen akibat pemasangan guiding block yang tak masuk akal.

Jalur tunanetra di TMP Jurug, Jebres, Solo, itu justru dipasang berpola zigzag menyerupai huruf M. bentuk jalur tunanetra itu pun langsung menjadi bahan omongan netizen. Sejumlah warganet mempertanyakan alasan pemasangan guiding block yang dinilai justru menyusahkan tersebut.

Sejumlah warganet berseloroh mengomentari jalur tunanetra zigzag di kawasan Jebres, Solo, lewat media sosial. Salah satunya di kolom komentar akun Instagram @_infocegatansolo yang membagikan foto jalur tunanetra zigzag.

Beberapa netizen tampak geram melihat pola guiding block tersebut. Namun sebagian lainnya justru menjadikan foto tersebut sebagai bahan guyonan.

“Salah kaprah nih. Bukannya buat difabel malah bikin buat motif wkwkwkw,” komentar @by.seto.

“Karena seni lebih utama daripada fungsi. Sing penting nyeni. Sing memanfaatkan kesulitan enggak ada urusan. Kan yang memasang tidak memakai,” sambung @wisnu_sito_wibowo geram.

“Sudah tahu teman kita yang tunanetra buat jalan di situ saja sulit. Eh ini dibuat zigzag,” imbuh @danninug kesal.

Maybe yang pasang punya jiwa seni yang tinggi. Jadi ya mentingin estetika daripada fungsi,” imbuh @poorideology.

Diberitakan Solopos.com sebelumnya, proyek trotoar itu dilaksanakan tahun anggaran 2019 ini. Tak hanya jalurnya yang berliku, trotoar itu juga tidak diberi ramp atau lereng landai untuk akses kursi roda.

Wakil Ketua DPRD Solo, Sugeng Riyanto, yang mendengar informasi mengenai hal ini langsung meninjau ke lokasi. Ia mengaku mendapatkan laporan dari penyandang disabilitas mengenai proyek tersebut pada Selasa (19/11/2019).

Sugeng Riyanto menjelaskan pembangunan fasilitas publik harus ramah bagi penyandang disabilitas. Pembangunan jalur tunanetra harus lurus mengikuti alur trotoar sehingga tidak membuat bingung para tunanetra.

Sugeng Riyanto mengatakan akan menyampaikan kepada komisi II DPRD Solo untuk segera menindaklanjuti sebagai fungsi pengawasan terhadap Pemerintah Kota Solo. Ia mengatakan kelalaian berujung fasilitas publik tidak ramah penyandang disabilitas masih kerap terjadi.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Solo, Endah Sitaresmi Suryandari, menjelaskan telah mendapatkan laporan mengenai kesalahan jalur tunanetra itu pada Rabu pagi. Ia langsung memerintahkan petugas untuk memperbaikinya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho