Tutup Iklan

Soal Densus Tipikor, Ketua KPK Sebut Banyak Lembaga Tumpang Tindih

Soal Densus Tipikor, Ketua KPK Sebut Banyak Lembaga Tumpang Tindih

SOLOPOS.COM - Ketua KPK Agus Rahardjo (kiri) didampingi Pelaksana harian Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Andriati (kanan) memberikan konferensi pers tersangka baru hasil operasi tangkap tangan (OTT) di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (21/4/2016). KPK menetapkan Panitera PN Jakpus Edy Nasution dan Doddy Aryanto Supeno selaku pihak swasta sebagai tersangka kasus dugaan suap penanganan peninjauan kembali (PK) yang diajukan pihak swasta ke PN Jakpus. Keduanya tertangkap OTT KPK pada Rabu (20/4/2016). (JIBI/Solopos/Antara/Sigid Kurniawan)

Ditanya soal Densus Tipikor, Ketua KPK tidak menyatakan setuju atau tidak. Namun dia menilai banyak lembaga yang tumpang tindih.

Solopos.com, MAGELANG — Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo mengatakan pemberantasan tindak pidana korupsi sebaiknya dengan mengefektifkan lembaga yang telah ada.

“Soal Densus Tipikor, menurut saya yang ada diefektifkan saja,” katanya pada seminar nasional Pengenalan Bentuk Grand Design Pencegahan Korupsi di Universitas Tidar Magelang di Magelang, Sabtu (21/10/2017), dikutip Solopos.com dari Okezone.

Menurut Agus, KPK tidak mempunyai kewenangan untuk membuat undang-undang seperti pemerintah bersama DPR. “Namun, KPK memang memberikan masukan,” katanya.

Ia menuturkan, biasanya dukungan dari rakyat banyak untuk pemberantasan tindak pidana korupsi. Mahasiswa dan lembaga swadaya masyarakat biasanya melakukan tekanan. “Tetapi yang menekan bukan KPK, tetapi teman-teman dari NGO dan mahasiswa, kejadiannya selalu berulang seperti itu,” katanya.

Saat ditanya tentang Densus Tipikor, Agus mengatakan bahwa KPK hanya sebagai pengguna. Namun, dia melihat ada tumpang tindih kewenangan karena terlalu banyak lembaga yang menangani suatu hal di negara ini.

Dia mencontohkan, pegawai negeri sipil (PNS) ditangani lima lembaga dan keamanan di laut ditangani enam lembaga. Padahal, di tempat lain tidak ada tumpang tindih seperti itu. Menurut dia, sebuah kewenangan seharusnya difokuskan dan sistem harus dibangun secara benar.

Melihat perkembangan di Polri yang sudah memiliki Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) dan Badan Narkotika Nasional (BNN), Agus meminta pembentukan lembaga baru harus dipikirkan.

“Saya tidak menyikapi harus tidak ada, karena itu kewenangan Presiden. Tetapi tumpang tindih, pemborosan, inefisiensi. Harus ada pembinaan yang lebih baik,” katanya.

Ia mencontohkan perlunya evaluasi apakah BNN dengan satuan-satuan yang menangani narkoba di kepolisian bersaing atau tidak. “Hal ini harus benar-benar dievaluasi, kemudian yang menangani teroris dengan BNPT bersaing di lapangan atau tidak, hal ini perlu dicarikan jalan keluar secara bijaksana,” pungkasnya.

Berita Terkait

Berita Terkini

Mantan Bupati Sragen Promosikan Ivermectin Sebagai Obat Covid-19, Terbukti Ampuh?

Bupati Sragen periode 2001-2011, Untung Wiyono, mempromosikan Ivermax 12 atau Ivermectin sebagai obat penyembuh Covid-19. Obat itu diklaim ampuh.

Kasus Kematian Covid Tanpa Komorbid Tinggi

Angka kematian pasien Covid-19 di Klaten masih tinggi. Tak hanya pasien dengan komorbid atau penyakit penyerta, pasien yang meninggal tanpa komorbid sebesar 35%.

Vaksin Bikin Tubuh Aman dari Covid-19? Cek Faktanya

Vaksin Covid-19 bukanlah satu-satunya alat yang dapat melindungi tubuh dari infeksi virus corona.

Dua Juru Parkir Liar di Kota Madiun Diringkus Polisi

Dua juru parkir liar ditangkap Polres Madiun Kota dalam pemberantasan aksi premanisme dan pungli.

Duh! Petani Tembakau di Klaten Terancam Gagal Panen Gara-Gara Cuaca Tak Menentu

Sejumlah petani tembakau di Klaten dilanda kegalauan. Cuaca yang tak menentu mengakibatkan tanaman tembakau tak tumbuh secara optimal.

Isolasi Lokal di Gedawung Baturetno Wonogiri Selesai, Warga Siraman Pakai Air Kendi

Isolasi lokal yang diterapkan di Dusun Gedawung, Desa Saradan, Kecamatan Baturetno, Wonogiri telah selesai, Selasa (22/6/2021).

Lezatnya Suboli Pizza, Pizza Susu Khas Boyolali

Di Boyolali, terdapat kuliner khas yakni pizza susu dan dikenal dengan nama Suboli Pizza. Makanan ini biasanya dijual di Jl Pandan Arang, Boyolali.

Warga Kerja Bakti Bersihkan Makam di Mojo, Kapolresta: Budaya Wong Solo!

Jajaran Polresta Solo, TNI, dan Ormas membersihkan dan memperbaiki makam di TPU Cemoro Kembar, Mojo, Pasar Kliwon, Solo, Rabu (23/6/2021).

Soal Perizinan Sekolah, Ini Kata Kepsek Bocah Perusak Makam di Mojo Solo

Pihak Kuttab atau lembaga pendidikan dasar tempat 10 anak yang merusak makam di Mojo, Solo, mengatakan sudah mengajukan perizinan sekolah kepada Kemenang.

Pasien Covid-19 Membeludak, RSUD Tugurejo Semarang Akhirnya Dirikan Tenda Darurat

RSUD Tugurejo mulai kehabisan ruang isolasi pasien Covid-19 sejalan membeludaknya pasien. Mereka kini mendirikan tenda darurat untuk menampung pasien.

10 Bocah Merusak Makam di Mojo Solo, Ini Penjelasan Sekolah

Pihak sekolah tempat 10 bocah pelaku perusakan makam di Solo membantah mengajarkan intoleransi.

Pegawainya Terpapar Covid-19, Kantor Imigrasi Madiun Dilockdown

Kantor Imigrasi Madiun ditutup sementara karena seorang pegawainya positif Covid-19. Kantor akan buka kembali pada Senin (28/6/2021).