SMPN 4 Solo Gelar Simulasi PTM Guru Dan Orang Tua: Siswa Tetap di Kelas Sampai Dijemput

SMPN 4 Solo menggelar simulasi pembelajaran tatap muka atau PTM yang diikuti guru dan perwakilan orang tua siswa.

SOLOPOS.COM - Ilustrasi pelajar SMP. (Solopos/Whisnupaksa Kridhangkara)

Solopos.com, SOLO — SMPN 4 Solo mengadakan simulasi pembelajaran tatap muka atau PTM untuk para guru dan perwakilan orang tua siswa, Jumat (9/10/2020).

Dalam acara di sekolahan itu terungkap para siswa harus tetap berada di dalam kelas setelah pembelajaran selesai sampai penjemput mereka datang.

“Jadi nanti setelah KBM [kegiatan belajar mengajar] selesai, siswa tetap berada dalam kelas sampai ada pemberitahuan petugas sekolah melalui pengeras suara bahwa mereka sudah penjemput mereka sudah datang,” ujar Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Bidang Humas SMPN 4 Solo, Darmono, kepada Solopos.com.

Nakes Positif Covid-19 Asal Sidoharjo Sragen Meninggal Dunia

Ia menjelaskan dalam simulasi PTM SMPN 4 Solo itu, para penjemput akan melakukan semacam presensi saat sampai sekolah dan menyampaikan nama siswa yang akan mereka jemput.

Setelah terkumpul 20 penjemput, petugas sekolah akan memanggil satu per satu siswa bersangkutan melalui pengeras suara. Berikutnya, siswa keluar dari kelas dengan tertib menyusuri jalur khusus keluar sekolah menuju area penjemputan.

“Kendaraan roda empat penjemput parkir di luar lingkungan sekolah. Sedangkan kendaraan roda dua parkir dalam lingkungan sekolah, maksimal 20 kendaraan, selebihnya menunggu di luar bergantian,” imbuh Darmono.

Hari Pertama, Begini Jalannya Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka SMPN Klaten

Pengawasan Petugas

Bagi pelajar yang berjalan kaki atau menggunakan sepeda ke sekolah, sesuai simulasi PTM SMPN 4 Solo, tidak mengikuti proses ini. Mereka langsung keluar/menuju lokasi parkir sepeda (sesuai jalur) dengan pengawasan petugas.

Sementara itu, semua guru dan karyawan sekolah serta 27 orang tua perwakilan tiap kelas (Kelas VII, VIII, dan IX) mengikuti simulasi tersebut. Sebagian guru dan karyawan memerankan sesuai tugas asli mereka, sebagian berperan sebagai siswa.

Sedangkan para orang tua mengikuti alur dan melakukan pengamatan selama jalannya simulasi. Secara garis besar, simulasi berawal dengan kedatangan “siswa” dengan orang tua yang mengantar mereka.

3 Perempuan Pengamen Klaten Jalani Rapid Test Setelah Terjaring Razia, Hasilnya?

Selanjutnya siswa dalam simulasi PTM SMPN 4 Solo itu masuk area sekolah melalui jalur khusus. Siswa mencuci tangan dan menjalani pengecekan suhu badan dengan thermogun dan melewati bilik disinfektan.

Dalam kelas, mereka duduk berjarak dan mengikuti KBM yang nantinya akan berlangsung selama dua jam tanpa waktu istirahat. Seusai KBM, mereka langsung pulang, tanpa kesempatan berkerumun dalam lingkungan sekolah.

Selain itu, dalam sehari dalam kelas hanya ada separuh anggota rombongan belajar (rombel), separuh lainnya masuk pada hari berbeda. Masing-masing siswa duduk pada kursi khusus yang sudah ada nama mereka.

Hanya 2 SMP Kota Solo Yang Gelar Simulasi Pembelajaran Tatap Muka, Mana Saja?

Memberikan Izin

Sementara itu, salah satu orang tua siswa yang mengikuti simulasi PTM SMPN 4 Solo tersebut, Triwi Dwi Hastuti, mengakui simulasi membuatnya yakin untuk memberikan izin kepada anaknya mengikuti KBM pada saat simulasi maupun nanti saat penerapan PTM.

“Kami melihat prosedur operasi standar [POS] tadi sangat baik dan sedemikian rupa sehingga anak-anak akan aman selama dalam sekolah. Saya tidak ragu sih untuk mengizinkan anak saya simulasi,” ujar warga Purwodiningratan, Jebres, itu.

Namun ia memberikan masukan tentang penjemputan. Menurutnya, dengan jam kepulangan yang serentak, ia khawatir terjadi penumpukan sehingga rawan terjadi kontak fisik baik antarpenjemput maupun penjemput dengan anak-anak.

Muncul Klaster Covid-19 Di Rusun Asmil Solo, Dandim: Semua Sudah Ditangani

“Bagimana caranya agar penjemputan ini juga tidak berjubel,” imbuhnya.

Mengenai hal ini, Wakasek Darmono mengatakan akan melakukan evaluasi dari simulasi PTM SMPN 4 Solo itu dan mencari solusinya. “Iya, untuk penjemputan ini dari Disdik [Dinas Pendidikan Solo] tadi sudah memberikan saran yakni dengan penerapan selisih waktu masuk siswa,” ujar Darmono.

Darmono mencontohkan Kelas IX A, B, dan C masuk pukul 07.00 WIB, Kelas IX D, E, dan F masuk pukul 07.30 WIB, serta G,H, I masuk pukul 08.00 WIB. Dengan begitu, saat jam kepulangan mereka juga akan bertahap. “Kami sangat mengharapkan penjemput datang tepat waktu,” katanya.

Berita Terbaru

Perpusda Sragen Batasi Pengunjung dan Kurangi Jam Buka di Masa Pandemi

Solopos.com, SRAGEN -- Setelah memarkir sepeda motornya, dua pengunjung bergegas menuju pintu masuk Perpustakaan Daerah atau Perpusda Sragen di...

Disdikbud Boyolali Terus Kaji Belajar Tatap Muka

Solopos.com, BOYOLALI — Mendikbud Nadiem Makarim memperbolehkan sekolah kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka pada Januari 2021. Disdikbud Boyolali masih...

Di Wisuda ITS PKU Muhammadiyah Solo Dibagikan Face Shield

Solopos.com, SOLO — Wisuda tatap muka Institut Teknologi Sains dan Kesehatan atau ITS PKU Muhammadiyah di Hotel Best Western...

Deteksi Dini Covid-19, Petugas KPPS se-Kecamatan Andong Boyolali Jalani Rapid Test

Solopos.com, BOYOLALI – Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali bergerak cepat menyikapi adanya klaster Covid-19 di Puskesmas Andong. Mereka melakukan tracing...

Terapkan Protokol Kesehatan, Siswa SD di Kawasan Rawan Bencana III Merapi Belajar Tatap Muka

Solopos.com, BOYOLALI – Sejumlah siswa SDN 2 Tlogolele, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, menggelar pembelajaran tatap muka. Sekolah yang masuk...

Desa Sumberejo Wonogiri Punya Empat Program Selama Pandemi Covid-19

Solopos.com, WONOGIRI -- Desa Sumberejo, Kecamatan Batuwarno, Wonogiri mempunyai empat program atau kegiatan guna menghadapi pandemi dan mengantisipasi persebaran...

Pemdes Nglinggi Klaten Gerakkan Lembaga Desa Lawan Covid-19

Solopos.com, KLATEN – Pemerintah Desa Nglinggi, Kecamatan Klaten Selatan, Klaten, menggerakkan seluruh lembaga yang ada di desa setempat melakukan...

Update Covid-19 Solo: Sebulan Tambah 1.000-an Kasus, Total Meninggal 100 Orang

Solopos.com, SOLO — Satuan Petugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Solo menyebut tambahan kasus hingga 1.000-an orang tercapai hanya dalam waktu kurang...

3T Terus Digiatkan di Boyolali, Dukungan Masyararakat Dibutuhkan

Solopos.com, BOYOLALI -- Penanganan Covid-19 di Boyolali terus dilakukan melalui program 3T, yakni testing, tracing dan treatment. Dinas Kesehatan...

Pemkab Karanganyar Hidupkan Lagi Asar dan Jumatan Keliling, Kali Ini Dengan Protokol Kesehatan

Solopos.com, KARANGANYAR -- Pemkab Karanganyar menghidupkan kembali program Karanganyar Bertakwa. Salah satunya kegiatannya adalah melakukan Salat Asar dan Jumatan...