SMPN 15 Solo Juara III Kompetisi Futsal di Bogor
Tim futsal SMPN 15 Solo menjadi juara III Grandfinal Specs Futsalogy Season 2018 di GOR Kartika, Cilodong, Bogor, Senin (17/12/2018). (Istimewa)

Solopos.com, SOLO - Tim futsal SMPN 15 Solo berhasil meraih Juara III dalam Grandfinal Specs Futsalogy Season 2018 di GOR Kartika, Cilodong, Bogor, pada Senin (17/12/2018). Namun, pelatih mengeluhkan ketidaksiapan panitia saat pertandingan. 

Tim tersebut mewakili Regional Solo setelah menjadi kampiun dalam penyisihan regional. Kejuaraan menggunakan sistem gugur. Hanindyatama dkk., mengawali laga dengan apik. Pada laga pertama babak 16 besar, tim futsal SMPN 15 Solo berhasil mencukur gundul tim SMPN 217 Jakarta dengan skor 6-0. Selanjutnya, Hakim Putranto dkk., sukses mengamankan posisi setelah menang atas SMPN 29 Bandar Lampung dengan skor 3-0 pada babak delapan besar.

Sayang, tim asuhan Ano Suhardi dipaksa menyerah atas SMPN 22 Samarinda dengan skor 3-4 pada semi final. Tiket final pun gagal mereka dapatkan. Namun, mereka menebusnya pada pertandingan memperebutkan juara III kala mengalahkan SMPN 2 Cibinong dengan skor mencolok 7-1.

Pada babak final, SMPN 2 Tasikmalaya berhasil mengalahkan SMPN 22 Samarinda. SMPN 2 Tasikmalaya berhak menyadang kampiun Specs Futsalogy Season 2018. Sementara SMPN 22 Samarinda harus puas berada di urutan kedua.

Pelatih futsal SMPN 15 Solo, Ano Suhardi, mengatakan timnya bermain apik. Hanya saja, pada laga yang dilangsungkan selama sehari penuh itu, faktor kelelahan menjadi momok yang membuat mereka terpaksa menelan kekalahan melawan SMPN 22 Samarinda.

“Juga ada dua pemain inti yang cedera pada laga tersebut. Penjaga gawang juga dikenai kartu merah,” ungkapnya saat dihubungi Solopos.com, Selasa (18/12/2018).

Ia menilai persiapan panitia kejuaraan bertaraf nasional tersebut masih kurang matang. Pendapat senada menurutnya juga disampaikan oleh tim-tim lain. “Untuk acara penyambutan, penginapan, dan konsumsi, panitia sudah sangat bagus. Tetapi pas di lapangannya itu yang masih kurang. Ada tiga hal yang kurang, yaitu pengadil pertandingan, tim medis dan kelengkapan P3K, dan kurangnya panitia yang membantu memungut bola saat pertandingan,” papar dia.

Kepala SMPN 15 Solo, Iswita Mulyahati, mengaku bangga dengan prestasi para siswanya. Mereka telah berjuang sejak penyisihan Regional Solo sampai bisa menjadi juara III Nasional. “Saya mengapresiasi anak-anak dan pelatih yang telah berhasil menambah deretan prestasi SMPN 15 Solo, khususnya pada cabang olahraga sepak bola,” kata dia, Selasa. 



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya


Kolom