Tutup Iklan -->
SMK di Solo Ini Bikin Aturan Siswa dan Guru Harus Bawa Bekal dari Rumah
Siswa didampingi petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Solo belajar mengolah pupuk kompos saat sosialisasi di SMPN 4 Solo, Jumat (25/1/2019). M. Ferri Setiawan

Solopos.com, SOLO — Demi menjaga kebersihan lingkungan, SMK di Solo ini menerapkan aturan siswa dan guru harus membawa bekal dari rumah dengan menggunakan tempat makan.

Adalah SMKN 7 Solo yang menerapkan aturan ini. Saat ini SMKN 7 Solo menuju sekolah Adiwiyata tingkat provinsi. Siswa diajak berpartisipasi untuk menggalakkan aksi tersebut.

“Kami menggalakkan kegiatan siswa dan guru membawa bekal sendiri dari rumah dengan menggunakan tempat makan,” ujar dia saat dijumpai Solopos.com, Jumat (25/1/2019).

Mengajak siswa membawa bekal makanan dari rumah perlu tindakan tegas. “Susah memang. Dulu kami mengajak siswa untuk peduli terhadap sampah plastik maupun kertas. Dengan tindakan tegas, 95% siswa membawa bekal dari rumah dan mereka banyak yang sadar dan peduli lingkungan sekitar dengan mengurangi pembuangan sampah plastik maupun kertas,” ujar dia.

Sementara itu, di hari yang sama, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Solo menggelar sosialisasi Program Adiwiyata di halaman SMPN 4 Solo. Persoalan sosial yakni warga yang masih sering membuang sampah tidak pada tempatnya diharapkan bisa hilang dengan cara mengajarkan perilaku membuang sampah secara benar di bangku sekolah.

Kepala Seksi (Kasi) Peningkatan Kapasitas Lingkungan DLH, Bany, mengatakan salah satu tujuan sosialisasi Program Adiwiyata adalah menjadikan sekolah sebagai tempat pembelajaran dan penyadaran warga sekolah dalam memanfaatkan tanaman yang diolah menjadi pupuk kompos.

“Kegiatan ini membuat siswa turut bertanggung jawab dalam upaya penyelamatan lingkungan hidup. Muncul kesadaran untuk membuang sampah pada tempatnya,” ujarnya di sela-sela sosialisasi di halaman SMPN 4 Solo, Jumat.

Saat ini belum ada kesadaran warga untuk membuang sampah pada tempatnya. Banyak yang lebih senang membuang sampah di sungai. “Perilaku membuang sampah di tempatnya kami ajarkan ke anak sekolah agar mereka membiasakan diri untuk mencintai lingkungan mereka sendiri,” ujar dia.

Ia berharap SMPN 4 Solo maju dalam penghargaan Adiwiyata tingkat provinsi agar bisa memotivasi sekolah lain. Darmono selaku Wakil Kepala SMPN 4 Bidang Kesiswaan berharap sosialisasi tersebut dapat membuat siswa bekerja sama dengan pihak sekolah dalam mewujudkan sekolah Adiwiyata tingkat provinsi.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho