Kategori: Karanganyar

Smart Village Nusantara Launching di Kemuning Karanganyar, Apa Itu?


Solopos.com/Sri Sumi Handayani

Solopos.com, KARANGANYAR — Kepala Staf Kepresidenan Jenderal Pur. Moeldoko dan Wakil Menteri Desa PDTT Budi Arie Setiadi, Kamis (1/10/2020), mendatangi Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Diantar Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, mereka menghadiri peluncuran Smart Village Nusantara.

Kepada sejumlah wartawan yang bertugas, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo berulang kali mengingatkan untuk menjaga jarak saat meliput  kunjungan kerja Moeldoko dan Budi Arie Setiadi ke Desa Kemuning, Ngargoyoso, Karanganyar itu.

Rombongan tersebut meresmikan dan meninjau program Kemendes PDTT bekerja sama dengan PT Telkom Indonesia, yakni Smart Village Nusantara. Desa Kemuning di Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar menjadi salah satu desa percontohan Smart Village Nusantara di Indonesia. Desa lain yakni Pangandaran, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Provinsi Jawa Barat. Peresmian di Pangandaran dilaksanakan secara virtual.

Daebak! Dynamite BTS Kembali Puncaki Tangga Lagu HOT 100 di Billboard

Acara dilaksanakan menerapkan protokol kesehatan. Hanya tamu yang mendapat kartu identitas khusus diizinkan masuk ke aula Balaidesa Kemuning. Tamu lain dipersilakan menyaksikan acara melalui layar televisi yang dipasang di lobi balaidesa. Sayangnya, menurut Gubernur Jateng itu wartawan masih belum menerapkan protokol kesehatan saat meliput di dalam aula.

"Ayo, ayo, teman wartawan jaga jarak. Geser, geser jaga jaraknya," ujar Ganjar saat berdiri di panggung mendapat giliran memberikan sambutan pada acara tersebut.

Pada sambutannya, Ganjar menantang pemerintah Desa Kemuning mempromosikan wisata melalui media sosial. Pemerintah Desa Kemuning diminta membuat foto dan video pendek berisi promosi wisata. "Bikin video dan foto bagus. Narasi bagus. Dari Kemuning, setiap Sabtu dan Minggu keluarkan video enggak lebih dari dua menit. Share ke saya. Kami bantu promosi," tutur Ganjar saat memberikan sambutan.

Dokter NU Publikasikan Penyintas Covid-19 Bisa Terinfeksi Lagi, Apa Motifnya?

Ganjar ternyata melakukan hal serupa saat dia keluar bersama rombongan hendak mengecek pemancar milik PT Telkom Indonesia yang dipasang di dekat pagar balaidesa. Dia melihat ke arah kerumunan wartawan lokal dan nasional yang sudah menunggu di luar.

"Ayo, wartawan jangan berkerumun. Jaga jaraknya. Ayo geser-geser jaga jarak. Itu masker mu," tutur Ganjar sembari menunjuk salah satu wartawan media lokal yang membiarkan maskernya menggantung pada dagu.

Perhatikan Protokol Kesehatan

Ganjar agaknya cukup memperhatikan protokol kesehatan di kalangan pewarta. Setelah itu, rombongan mendapat penjelasan dari PT Telkom Indonesia tentang operasional alat.

Video Pengendara Motor Trail Sentuh Wanita Berkemban Viral, Netizen Jengkel

Direktur Enterprise and Business Service Telkom Group, Edi Witjara, menyampaikan kehadiran PT Telkom Indonesia di dua desa percontohan itu untuk mendukung bidang komunikasi. Edi menjelaskan sejumlah desa mengajukan proposal menjadi percontohan, tetapi dua desa itu yang dinilai memenuhi kriteria. Dia bahkan menyebut Desa Kemuning unik.

"Kami suvei dan analisa. Banyak kriteria yang harus dipenuhi. Kami kan evaluasi mana yang masuk kriteria. Salah satu kriteria adalah kemandirian. Ini awalan. Ke depan semoga bisa diadopsi di 75.000 desa se-Indonesia. Ujung program ini adalah perbaikan ekonomi di desa. Semoga program ini betul dinikmati masyarakat," jelasnya.

Wakil Menteri Desa PDTT, Budi Arie Setiadi, menaruh harapan besar kepada program itu. Menurutnya negara yang bisa bertahan di tengah pandemi Covid-19 adalah negara yang memiliki desa. Alasannya di desa bisa dikembangkan sektor pertanian, perikanan, dan pariwisata. Budi menyebut tiga sektor itu tidak akan jatuh saat pandemi.

Kacamata John Lennon Dilelang di London, Masih Ada Memorabilia Lain The Beatles

"Kunci di desa itu ada anak muda. Maka bagaimana caranya desa menahan anak muda agar tidak keluar wilayah. Berikan kesempatan mewujudkan inovasi dan kreasi. Jangan lupa partisipasi warga. [Desa] Kemuning punya harapan menjadi contoh bagi desa lain," tutur dia.

Budi menyebut Smart Village Nusantara sebagai salah satu upaya digitalisasi desa. Ke depan, dia berharap desa tidak hanya menjadi penonton di era serba digital. Hal senada disampaikan Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal Pur. Moeldoko. Dia menyebut bahwa digitalisasi di desa menjadi salah satu prioritas nasional.

Moeldoko malah menyebut target 4.000 desa di Indonesia menjadi mandiri internet pada tahun 2021. "Ini berkelanjutan. Dukung dengan sumber daya manusia yang mumpuni supaya bisa dikelola dengan baik," tuturnya.

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos

Share
Dipublikasikan oleh
Rahmat Wibisono