Kepala SMA 1 Veteran Sukoharjo, Sugiyarto (kanan), memperlihatkan hadiah sepeda untuk menarik siswa baru dalam pendaftaran PPDB di sekolah setempat, Rabu (10/7/2019). (Solopos/Bony Eko Wicaksono)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Kesulitan mendapat https://soloraya.solopos.com/read/20190704/490/1003186/calon-siswa-sma-di-kartasura-terlempar-dari-zonasi-ppdb-kalah-oleh-anak-solo" title="Calon Siswa SMA di Kartasura Terlempar Dari Zonasi PPDB, Kalah Oleh Anak Solo">calon siswa baru memaksa sekolah-sekolah swasta di berbagai daerah memutar otak mencari ide-ide baru guna menarik minat calon siswa.

Salah satunya seperti yang dilakukan SMA 1 Veteran Sukoharjo. Demi memenuhi kuota jumlah calon siswa baru tahun ajaran 2019/2020, SMA ini menggelar undian berhadiah (doorprize). Tak hanya itu, sekolah tersebut juga melakukan promosi secara door to door ke rumah calon siswa.

Karyawan sekolah rela melakukan jemput bola dengan door to door ke rumah calon siswa baru yang tak diterima di sekolah negeri. Mereka menyosialisasikan berbagai prestasi akademik, fasilitas, dan lembaga sekolah.

Untuk mendongkrak jumlah https://soloraya.solopos.com/read/20190703/490/1002919/5-calon-siswa-sma-sukoharjo-dicoret-dari-ppdb-karena-sk-domisili-tak-valid" title="5 Calon Siswa SMA Sukoharjo Dicoret Dari PPDB Karena SK Domisili Tak Valid">calon siswa baru, pengurus sekolah melakukan terobosan dengan menggelar undian berhadiah atau doorprize. “Ada dua unit televisi, satu unit kulkas, lima flashdisk, dan satu unit sepeda sebagai doorprize. Hanya siswa baru yang diperbolehkan mengikuti undian berhadiah,” kata Kepala SMA 1 Veteran, Sugiyarto, saat berbincang dengan Solopos.com, Rabu (10/7/2019).

Hadiah itu bakal diundi pada hari terakhir pengenalan lingkungan sekolah (PLS) yang diikuti para siswa baru, 17 Juli mendatang. Setiap siswa baru bakal mendapatkan nomor undian saat mengikuti kegiatan PLS.

Kegiatan PLS bakal dimeriahkan pentas seni (pensi) yang menampilkan berbagai potensi diri dan bakat para murid. Program undian berhadiah itu mendapat respons positif para calon siswa baru.

Mereka memilih mendaftar ke sekolah swasta dibanding sekolah negeri. “Jumlah calon siswa baru yang mendaftar sebelum pengumuman https://soloraya.solopos.com/read/20190702/490/1002671/verifikasi-sk-domisili-panitia-ppdb-sma-sukoharjo-datangi-tetangga-rumah-calon-siswa" title="Verifikasi SK Domisili, Panitia PPDB SMA Sukoharjo Datangi Tetangga Rumah Calon Siswa">PPDB online sekitar 85 calon siswa. Sementara daya tampung sekolah sekitar 150 siswa,” ujar dia.

Pria yang akrab disapa Giyarto ini meyakini jumlah pendaftar makin banyak setelah pengumuman PPDB online. Calon siswa baru yang enggan bersekolah di pelosok diperkirakan memilih mendaftar ke sekolah swasta yang jaraknya lebih dekat dari rumah.

Mereka tak mau menempuh perjalanan jauh saat berangkat dan pulang sekolah. Optimisme untuk menarik siswa baru membubung tinggi lantaran sekolah memiliki fasilitas serta sarana dan prasarana (sarpras) yang mampu mengangkat prestasi akademik maupun nonakademik.

“Sistem zonasi sangat berpengaruh terhadap kelangsungan hidup sekolah swasta. Jika tak kreatif dan inovatif, sekolah swasta tak bisa menyaingi sekolah negeri. Pendaftaran calon siswa baru ditutup sebelum tahun ajaran baru dimulai.”

Sementara itu, seorang calon siswa baru SMA 1 Veteran Sukoharjo, Andreas Tri Utomo, mengaku memilih mendaftar ke sekolah swasta lantaran faktor jarak. Jarak SMA 1 Veteran Sukoharjo dengan rumahnya tak lebih dari satu kilometer.

Andreas tak ingin terburu-buru saat harus berangkat sekolah lantaran jarak yang terlalu jauh. Selain itu, kualitas pendidikan dan fasilitas sekolah swasta tak kalah dibanding sekolah negeri.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten