SLAMET GUNDONO MENINGGAL : Tokoh Indonesia Ucapkan Belasungkawa
Mendiang Slamet Gundono (JIBI/Solopos/Dok.)

Solopos.com, SOLO – Meninggal dunianya seniman Solo Slamet Gundono, Minggu (5/1/2014), menyisakan kesedihan mendalam bagi para penikmat seni di Indonesia. Sang dalang wayang suket tersebut mendapatkan ucapan belasungkawa dari tokoh-tokoh Indonesia yang disampaikan melalui akun Twitter mereka.

Ucapan belasungkawa untuk Slamet Gundono antara lain datang dari putri mantan Presiden K.H. Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Alissa Qotrunnada Munawaroh. Melalui akun Twitter @AlissaWahid, ia mengatakan sangat berduka cita atas meninggalnya sang seniman, “Inalillahi wa inna ilaihi raji'un. Berduka atas berpulangnya Dalang istimewa Slamet gundono @Slametg. Selamat jalan, kang...”

Tak lupa juga, Alissa mengucapkan terima kasih atas karya- karya yang telah ia hasilkan semasa hidupnya. Bagi dirinya sosok Slamet Gundono merupakan seniman lokal yang kreatif namun sangat menginspirasi. “Terimakasih kang @Slametg sudah merawat tradisi kearifan lokal dg kreatif. Lega, sdh sempat menghadirkanmu di Haul GusDur,” ungkap Alissa.

Dalam twitt-nya yang ketiga untuk Slamet Gundono, Alissa mengatakan, “Terimakasih juga kang @Slametg sdh mengajari bhw wayang bukan sekadar hiburan, tetapi juga strategi perjuangan demi rakyat.”

Ucapan bela sungkawa juga diucapkan oleh seniman asal Jogja, Butet Kertaradjasa. Melalui akun Twitter-nya @masbutet, ia mengungkapkan kehilangan saudara sesama senimannya itu dengan nada guyonan khasnya.

Selamat jalan sedulurku SLAMET GUNDONO @Slametg ...suk le gojek dilanjutkan di sono,” ungkap Butet.

Wartawan senior yang kini juga kondang sebagai presenter acara ulasan kuliner di televisi Bondan Haryo Winarno juga memberikan ucapan bela sungkawa kepada Slamet Gundono. Melalui akun Twitter-nya, pria yang juga dikenal dengan jargon mak nyus itu mengungkapkan duka citanya.

Dukacita sedalam-dalamnya atas berpulangnya @Slametg (dalang Slamet Gundono). Semoga damai bahagia di pangkuan Al Khalik,” ungkap pemilik akun @PakBondan tersebut.

Kondisi Slamet Gundono pada 31 Desember lalu drop sehingga ia harus menjalani perawatan di RSIS Yarsis. dengan keluhan kaki bengkak. Sempat membaik sehari lalu kondisi kritis sejak Jumat. Sampai Minggu ini Gundono mengalami koma dan pukul 08.30 WIB meninggal dunia. Terakhir ia diagnosis mengidap komplikasi hepatitis, jantung, ginjal.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom