Tutup Iklan
Pemain Persis Solo Dedi Cahyono (kedua dari kiri) berusaha melewati hadangan pemain Persijap Jepara pada pertandingan uji coba di Stadion Manahan, Solo, Minggu (8/4/2018). (Solopos-Nicolous Irawan)

Solopos.com, MADIUN - Persis Solo benar-benar mengalami krisis jelang pertemuan mereka melawan Persiba Balikpapan di Stadion Wilis, Selasa (27/8/2019). Penyerang sayap Laskar Sambernyawa, Slamet Budiono, mengalami cedera lutut serius sehingga besar kemungkinan tak bisa membantu tim.

Slamet ditarik keluar pada menit ke-31 saat Persis menghadapi Mitra Kukar, Jumat (23/8/2019) lalu. Ia digantikan oleh Nanang Asripin. Rupanya, cedera yang ia derita cukup serius. Bahkan, hingga Minggu (25/8/2019) pagi, penyerang sayap yang tenar dengan sebutan Budigol itu belum bisa ikut berlatih bersama rekan-rekannya.

Dengan kondisi itu, Slamet kemungkinan besar tak akan dipasang pada laga kontra Persiba. Hal tersebut membawa kerugian bagi tim karena sang pemain termasuk pemain kunci. Bahkan, satu golnya ke gawang PSIM Jogja beberapa waktu lalu membuat Persis menyudahi Derby Mataram dengan kemenangan.

Palatih Kepala Persis, Choirul Huda, mengatakan anak-anak asuhnya telah berlatih pada Minggu pagi di Lapangan Serayu. Mereka terpaksa tak bisa menggunakan stadion karena PSM Madiun menjalani laga kandang Minggu sore.

“Kami coba perbaiki kekurangan saat melawan Mitra Kukar. Kami punya kekurangan. Dengan Slamet Budiono ditarik sekitar menit ke-30 [lawan Mitra Kukar], Nanang Asripin belum bisa menggantikan peran Slamet dengan sempurna,” ungkapnya saat dihubungi Solopos.com, Minggu.

Pada laga kontra Mitra Kukar, Choirul sebenarnya menginginkan serangan Persis dimaksimalkan dari sektor sayap. Pasalnya, Mitra Kukar memiliki kekuatan di lini tengah. Tetapi dengan keluarnya Slamet, hanya Hapidin yang mampu melakukan serangan. Sedangkan Nanang belum bisa menunjukkan performa sesuai harapan.

“Harapan kami kuat di wing. Tapi pemain wing tidak bekerja maksimal. Kalau intensitas serangan banyak, tentu peluang bertahan. Saya menyadari menembus lini tengah sangat sulit,” kata dia.

Di sisi lain, buruknya penampilan Nanang Asripin, bisa menjadi jalan bagi Dedi Cahyono Putro untuk unjuk gigi. Hanya saja, Choirul kemungkinan bakal memasang Dedi di posisi yang sedikit berbeda.

“Dedi posisi spesialisnya di kanan. Tapi kemungkinan saya taruh kiri. Sementara Hapidin saya taruh kanan. Mengapa? Kalau Hapidin di kiri, dia pasti banyak crossing. Padahal striker kami posturnya kurang untuk menyambut umpan silang. Kalau Hapidin di posisi kanan, ia bisa melakukan umpan, penetrasi, bahkan finishing,” terang mantan asisten pelatih Perseru Serui tersebut. 

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten