SK Penlok Terbit, Lahan Dilewati Tol Solo-Jogja di Klaten Mulai Didata
Pekerja melakukan proses penyelidikan tanah di wilayah Desa Keprabon, Kecamatan Polanharjo, Klaten, Minggu (20/9/2020). Penyelidikan tanah itu untuk rencana pembangunan jalan tol Solo-Jogja-Kulonprogo.(Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN – Proses pengadaan tanah untuk pembangunan jalan tol Solo-Jogja-Kulonprogo di wilayah Klaten mulai memasuki tahapan identifikasi dan inventarisasi lahan.

Hal itu dilakukan setelah terbit surat keputusan (SK) penetapan lokasi (Penlok) dari Gubernur Jawa Tengah (Jateng) pada 15 September lalu.

Petugas pengadaan tanah mulai mendatangi desa terdampak untuk melakukan pengukuran dan pendataan awal tanaman serta bangunan yang berada pada tanah terdampak proyek tol. Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, identifikasi dan inventarisasi awal itu dilakukan pekan lalu. Kegiatan itu dilakukan di wilayah Kecamatan Polanharjo, Delanggu, dan Ceper.

Kepala Desa Kapungan, Kecamatan Polanharjo, Rakhim Fauzi, mengatakan pengukuran serta pendataan lahan terdampak tol di wilayahnya dilakukan pada Kamis (17/9/2020).

“Semua sudah didata dari lahan, tanaman, dan bangunan [pada lahan dilintasi jalan tol]. Mulai pagi sampai malam. Iya, maraton. Katanya diminta untuk mempercepat,” jelas Rakhim saat berbincang dengan Solopos.com, Senin (21/9/2020).

Inna Lillahi! Pasien Covid-19 Di Klaten Tambah 8, Korban Jiwa Juga Tambah

Rakhim mengatakan pendataan dilakukan tim terdiri dari beberapa instansi seperti BPN serta Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Klaten. Pada tahap pendataan itu, warga pemilik lahan dihadirkan untuk menunjukkan batas lahan.

Menyeluruh

Lahan yang dilewati jalan tol di Kapungan diperkirakan seluas 25 hektare (ha). Kapungan menjadi salah satu desa dengan wilayah terdampak terluas lantaran bakal menjadi titik simpang susun. “Untuk jumlah bidangnya lebih dari 200 bidang. Angka pastinya kami belum tahu karena masih didata,” kata dia.

Pendataan lahan untuk pembangunan jalan tol juga sudah dilakukan di wilayah Desa Keprabon, Kecamatan Polanharjo. Kegiatan identifikasi dan inventarisasi lahan dilakukan pada Rabu (16/9). “Pendataan dilakukan menyeluruh baik dari lahan serta tanaman yang ada pada lahan tersebut apa saja sudah didata. Timnya dari bermacam-macam, tidak hanya BPN,” kata Kadus 2 Desa Keprabon, Tri Harmanto.

Warga Sragen Ini Tak Sadar Puluhan Tahun Pakai Benda Cagar Budaya Cuma Buat Landasan Padasan

Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Klaten, Agung Taufik Hidayat, membenarkan sudah ada pengukuran lahan terdampak tol di wilayah Kecamatan Polanharjo, Delanggu dan Ceper. Namun, kegiatan itu masih dalam tahap pendataan awal. Dari total 900-an bidang yang dilakukan pendataan, 95 persen bidang sudah besertifikat hak milik.

“Kami diperintahkan dari PPK untuk identifikasi awal. Tetapi prosedurnya terkait identifikasi awal, inventarisasi tetap dilaksanakan,” kata Agung.

Agung mengatakan tahapan pendataan awal atau pra survei pendataan lahan terdampak tol itu dilakukan untuk mendapatkan cara identifikasi dan inventarisasi paling efektif. Pasalnya, BPN memiliki target bisa merampungkan pendataan seluruh lahan terdampak tol sebanyak 4.071 bidang dalam waktu sebulan.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom