Siswi SMP di Kudus Dibully Teman-Temannya
Ilustrasi siswi SMP. (Antara-Akhmad Nazaruddin Lathif)

Solopos.com, KUDUS — Kasus perundungan atau bullying, Selasa (25/2/2020), dialami seorang siswi salah satu SMP negeri di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Pelakunya adalah teman-temannya.

Aksi perundungan itu terkuak dari rekaman video yang beredar melalui media sosial. Dari video yang tersebar itu terlihat ada seorang gadis yang tengah menangis di tengah jalan. Tampak juga ia dikeliling sejumlah gadis seusianya.

Ketika perekam bertanya masalah yang terjadi, para gadis yang mengendarai sepeda motor itu langsung kabur. Dalam rekaman video yang beredar juga terlihat gadis yang diduga menjadi korban perundungan itu menangis. Perekam video kemudian menanyakan apa yang terjadi pada diri si gadis tersebut.

Hotel 21 di Pati Pekerjakan Pemandu Karaoke 17 Tahun

Sing dianu ndi mau? rene [yang dibully mana tadi? Sini]. Ayo neng polisi [Ayo ke polisi]. Diapakno? Kowe dhewekan? [Diapakan? Kamus sendirian?]” tanya seorang perempuan dalam rekaman itu.

Namun gadis itu hanya sesenggukan menangis. Setelah dilakukan penelusuran, diketahui gadis itu merupakan seorang pelajar di salah SMP di Kudus. Berdasarkan informasi yang diterima redaksi laman aneka berita Murianews, korban yang disebut dengan inisial JA dirundung oleh teman-temannya.

JA menurut informasi itu bahkan sempat dipukul temannya yang berinisial AN yang merupakan teman sekolah. Kasus bullying siswi SMP ini pun langsung ditangani oleh Polres Kudus dengan pendampingan Jaringan Perlindungan Perempuan dan Anak (JPPA) Kudus.

Guru Besar Desak Mendikbud Atasi Unnes

Setelah rekaman video itu beredar, dilakukan mediasi antara keluarga korban dan pelaku. Ketua JPPA Kudus Noor Haniah mengatakan, proses mediasi digelar Rabu (26/2/2020). ”Kasus ini sudah diselesaikan secara kekeluargaan. Kedua pihak keluarga sepakat untuk damai,” katanya.

Ia mengatakan peristiwa itu bermula saat korban dan pelaku datang ke jalan Desa Tumpang Krasak, Kecamatan Jati, Kudus, Selasa. Tujuannya untuk melakukan swafoto. Namun di lokasi kejadian, korban mendapat perundungan dan kekerasan dari para pelaku.

“Diduga ini karena rebuatan cowok. Biasa anak muda. Mungkin baru semangat cinta monyet,” jelasnya.

Ini Kiat Jaga Kebersihan Selokan Semarang ala Hendi

Atas kejadian itu, ia mengimbau kepada keluarga untuk lebih memperhatikan anak-anaknya. Menurutnya, komunikasi antara orang tua dan anak harus terus diperkuat, sehingga keluarga dan anak merasa lebih dekat.

“Pastinya ada latar bekalang sampai anak bisa melakukan seperti itu. Dari JPPA akan mendampingi sampai selesai,” tandasnya.

Kekeluargaan

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus Joko Susilo juga menyebut jika kasus itu sudah diselesaikan secara kekeluargaanya. ”Kami sudah datang ke sekolah untuk mengetahui kasus itu lebih lanjut. Sekarang kasusnya sudah selesai,” tandasnya.

Ada Pahlawan Banjir di Semarang, Begini Sosoknya…

Sementara itu, Kantor Berita Antara, mengekspose mediasi oleh pihak kepolisian, Jaringan Perlindungan Perempuan dan Anak (JPPA) Kudus, dan pihak sekolah dalam perundungan itu. Dengan mediasi itulah, kasus itu diharapkan bisa diselesaikan secara kekeluargaan.

"Penyelesaian kasus perundungan tersebut sudah dilakukan hari ini [Rabu, 26/2/2020] di SMP tempat korban sekolah dengan menghadirkan pihak orang tua dari kedua pihak serta dihadiri JPPA dan dari Polres Kudus yang khusus menangani kasus anak," kata Kasat Reskrim Polres Kudus AKP Rismanto.

Ia mengakui kasus tersebut memang belum ada laporan. Namun, karena rekaman videonya tersebar di media sosial dan menjadi viral langsung dilakukan langkah-langkah penyelesaian dengan melibatkan berbagai pihak.

Duh, 3.000 Permen Karet Nempel di Candi Borobudur…

Ia menambahkan pula dalam kasus perundungan yang dialami siswi SMP negeri di Kudus itu tidak sampai mengakibatkan luka serius. Siswinya pun, kata Kasat Reskrim Rismanto, memiliki mental yang bagus karena kembali ke sekolah.

Sementara itu, Ketua JPPA Kudus Noor Haniah mengatakan kasus yang menimpa siswi SMP negeri itu telah diselesaikan secara kekeluargaan karena kedua pihak keluarga juga dihadirkan untuk dilakukan mediasi. "Hasilnya, kedua pihak sepakat damai," tukasnya.

Klaim yang sama disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kudus Joko Susilo.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber: Antara/Murianews


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho