Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur wilayah Madiun, Supardi. (Abdul Jalil/Madiunpos.com)

Solopos.com, MADIUN -- MS, siswi SMK di Kabupaten Madiun yang melahirkan bayinya di toilet rumahnya di Kecamatan Mejayan dikeluarkan dari sekolah. MS Dinilai telah melakukan pelanggaran berat yakni hamil di luar nikah.

Siswi berusia 18 tahun itu dikeluarkan dari sekolah setelah diketahui hamil di luar nikah.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Madiun, Supardi, membenarkan MS merupakan sisiwi di salah satu SMK negeri di Kabupaten Madiun. MS saat ini masih duduk di kelas XI.

Supardi menyampaikan pihak sekolah telah mengembalikan MS kepada orang tuanya pada Minggu. "Siswi itu dikembalikan kepada orang tuanya. Karena yang bersangkutan telah melakukan pelanggaran berat yaitu telah hamil," kata Supardi, saat ditemui di ruang kerjanya Madiupos.com, Senin (2/12/2019).

Supardi menuturkan dalam peraturan sekolah, pelajar tidak boleh hamil maupun menikah. Apalagi, dalam kasus ini MS hamil di luar nikah. Selain itu, bayi perempuan yang dilahirkan meninggal dunia.

Pihaknya menyerahkan kasus ini kepada pihak kepolisian. Menurutnya, apa yang dilakukan MS sudah masuk dalam ranah pidana.

"Untuk kejadiannya sendiri kan di luar jam sekolah dan di luar kawasan sekolahan," ujarnya.

Supardi menyampaikan setelah dikeluarkan dari sekolah, MS tidak bisa pindah ke sekolah lainnya. Tetapi, pihaknya memberikan alternatif kepada MS untuk melanjutkan pendidikannya di sekolah nonformal atau kelompok belajar paket C.

"Sudah tidak bisa sekolah lagi baik di sekolah negeri maupun swasta. Pilihannya ya di paket C," kata dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang siswi SMK di Kabupaten Madiun berinisial MS melahirkan bayi di kamar mandi rumahnya. Bayi perempuan itu pun meninggal dunia dan mayatnya disembunyikan di dalam tas sekolah milik MS.

Kuat dugaan bayi yang dilahirkan MS ini merupakan hasil hubungan gelap. Akibat dari perbuatan itu, siswi berusia 18 tahun ini diam-diam melahirkan darah dagingnya itu di kamar mandi hingga akhirnya nyawa bayi itu melayang.

Kapolsek Mejayan, Kompol Pujiyono, mengatakan aksi MS ini terungkap setelah ia ditemukan ibunya, Dwi, tergeletak lemas.

Dari keterangan saksi, MS melahirkan bayi perempuan itu pada Sabtu (30/11/2019) sekitar pukul 23.00 WIB. Kala itu, warga mendengar suara orang sedang mandi dan menyiram air secara terus menerus di kamar mandi milik Dwi. Warga pun mencium bau amis darah.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten