SISWA BARU: Jumlah Maksimal Siswa Baru Harus 32 Per Kelas

SUKOHARJO-Jumlah maksimal siswa baru jenjang pendidikan SD hingga SMA di Sukoharjo harus 32 orang per kelas. Pemerintah Kabupaten Sukoharjo diminta bertindak tegas apabila ada sekolah yang melanggar ketentuan tersebut.

Anggota Komisi IV DPRD Sukoharjo, Sumarno Budi Pranoto, Minggu (3/6/2012), mengatakan hal itu dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Sukoharjo.

Ia menilai apabila jumlah siswa per kelas tak terlalu banyak, kegiatan belajar mengajar (KBM) bisa berjalan dengan efektif. Terlebih, berdasarkan nilai UN, saat ini kualitas pendidikan Jawa Tengah menurun.

Selain itu, Sumarno khawatir apabila kuota maksimal tak diterapkan, akan banyak sekolah yang kekurangan murid. Ia juga meminta agar sekolah tak menambah ruang kelas baru tanpa persiapan cukup. “Jangan ada sekolah yang memonopoli pendidikan,” ujarnya saat dihubungi solopos.com, Minggu (3/6).

Sumarno mengatakan semua sekolah baik negeri dan swasta harus diberi kesempatan yang sama untuk mengembangkan pendidikan. Pasalnya, di Sukoharjo, sekolah negeri maupun swasta semua jenjang digratiskan. “Semua sekolah sekarang digratiskan karena menggunakan sistem subsidi silang. Jadi tak ada bedanya sekolah negeri dan swasta. Sekolah swasta kualitasnya juga tak kalah dengan negeri,” jelasnya.

Sebelumnya, Ketua Cabang Muhammadiyah Kecamatan Sukoharjo, Mudjidi, Minggu, mengatakan sejak dua tahun terakhir jumlah murid SMP 1 Muhammadiyah mengalami penurunan. Hanya satu kelas dengan jumlah murid sekitar 30.

Mudjidi mendesak agar pemerintah Kabupaten Sukoharjo menerapkan kuota maksimal 32 per kelas agar sekolah swasta tak kekurangan murid. Pasalnya sekolah swasta khususnya Muhammadiyah juga memiliki kualitas pendidikan yang tak kalah dengan sekolah negeri.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho