Siswa Baru di SMAN 1 Boyolali Dapat Materi Antisipasi Radikalisme dan Berita Hoaks
Seorang siswa baru SMAN 1 Boyolali menyampaikan hasil obeservasi dalam MPLS di aula sekolah setempat, Senin (17/7/2017). (Akhmad Ludiyanto/JIBI/Solopos)

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMAN 1 Boyolali diisi dengan pemberian materi soal radikalisme dan berita hoaks.

Solopos.com, BOYOLALI—Radikalisme dan berita hoaks menjadi isu yang hangat di masyarakat belakangan ini. Karenanya, dua hal tersebut menjadi materi dalam masa pengenal lingkungan sekolah (MPLS), Senin-Rabu (17-19/7/2017).

Di SMAN 1 Boyolali, bahasan tersebut dikemas dalam materi Menangkal Radikalisme dan Antisipasi Berita Hoaks yang akan diberikan kepada siswa baru 2017/2018 pada Rabu (19/7/2017) besok.

Pengampu materi tersebut, Rohmad Handoko mengakui saat ini ada paham-paham radikalisme di masyarakat. Paham tersebut dinilai berbahaya dan dapat menjerumuskan masyarakat. Karenanya, materi tersebut perlu disampaikan kepada siswa sekolah sebagai langkah antisipasi agar mereka tidak terbawa paham-paham radikalisme.

“Materi Menangkal Radikalisme dan Antisipasi Berita Hoaks di MPLS ini tujuanya anak diarahkan agar tidak terjerumus dalam radikalisme. Jangan sampai anak yang punya potensi [akademis] bagus malah punya paham radikalisme,” ujarnya saat ditemui wartawan di sekolah, Senin (17/7/2017).

Menurutnya, faham radikalisme dapat menjalar dengan mudah melalui media sosial (medsos). Padahal, remaja saat ini hampir semuanya mengakses medsos.

“Radikalisme bisa cepat sekali menjalar dan bisa dipelajari melalui medsos,” imbuh Guru PPKn ini.

Sementara itu, pihaknya juga akan memberikan materi tentang berita hoaks yang bertujuan memberikan pemahaman kepada siswa tentang berita yang tidak dipercaya. Dengan materi ini siswa diharapkan mampu menelaah berita dan tidak memelintir berita.

“Nanti kami sisipkan tentang antisipasi berita hoax agar anak bisa menelaah sebuah berita, Berita hoax ini kan sangat mengganggu dan kalau anak ikut-ikutan membuat berita hoaks dapat berhadapan dengan UU ITE [Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronika],”ujarnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Kesiswaan Kurniawan Yusuf mengatakan, materi Menangkal Radikalisme dan Antisipasi Berita Hoaks merupakan imbauan dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

“Ada enam materi yang disampaikan dalam PLS yakni, Pandacila dan Kebangsaan, Budi Pekerti dan Budaya Sekolah, BPM di SMA/SMK, Bahaya Penyalahgunaan Narkoba, Antisipasi Berita Hoax, dan Menangkal Radikalisme,” ujarnya didampingi Wakasek Humas Darmi Suprihatin.

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

SOLOPOS TV



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho