Siswa Bakal Kembali Belajar di Sekolah, Ini Skenario Versi Disdik Klaten
Ilustrasi pendidikan SMP. (Solopos/Wishnu Paksa)

Solopos.com, KLATEN – Dinas Pendidikan atau Disdik Klaten menyiapkan skenario siswa kembali belajar di sekolah. Kegiatan belajar mengajar di sekolah dengan menaati protokol pencegahan persebaran Covid-19 dimungkinan berlaku ketika memasuki tahun ajaran 2020/2021.

Skenario belajar di sekolah itu dipersiapkan Disdik untuk kegiatan pembelajaran dari tingkat PAUD hingga SMP. Sebab, kewenangan SMA/SMK berada di pemerintah provinsi.

"Kemungkinan besar [siswa belajar kembali di sekolah] kami manut dari Kemendikbud. Itu perkiraan pada Juli [tahun ajaran baru 2020/2021]. Juni ini kami pakai untuk persiapan-persiapan," kata Kepala Disdik Klaten, Wardani Sugiyanto, saat ditemui Solopos.com di Setda Klaten, Selasa (26/5/2020).

Persiapan yang dilakukan seperti pelatihan ketaatan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Pelatihan kali pertama diberikan kepada para guru dan karyawan sekolah.

Udara Terasa Panas Setelah Ramadan Berakhir, Ini Kata BMKG

"Setelah pelatihan bagi guru dan karyawan bagus, kemudian kami pelatihan dengan anak-anak pada hari pertama masuk. Namun, sebelum itu ada pertemuan dengan orang tua terlebih dahulu," jelas dia.

Pelatihan kepada guru, karyawan, hingga pertemuan dengan orang tua wajib dilakukan untuk memastikan seluruh protokoler kesehatan dipenuhi.

"Pilarnya kan ada dua yakni guru dan orang tua. Orang tua mempersiapkan anak mengenakan masker, jaga jarak, memberikan multivitamin dan sebagainya. Sementara sekolah tanggung jawabnya bagaimana pembelajaran dengan social distancing dan mengenakan masker," tutur dia.

Skenario Disdik Klaten juga disiapkan selama proses pembelajaran. Wardani mengatakan protokol kesehatan wajib ditaati secara ketat. Ketaatan itu diantaranya memberlakukan social distancing seperti satu meja satu siswa dengan satu ruang kelas maksimal berisi 15 siswa.

4 Hari Terakhir, Karanganyar Nihil Tambahan Kasus Positif Covid-19

Kelas Pakai Sistem Sif

Seluruh siswa dan guru wajib mengenakan masker. Jika diperlukan, siswa dan guru mengenakan alat pelindung wajah atau face shield.

Selain menyiapkan skenario kegiatan belajar sekolah dengan pemberlakuan protokol Covid-19 secara ketat, Disdik berencana melakukan review bahan ajar. Rencananya, siswa tidak saban hari masuk sekolah ketika belajar di sekolah kembali bergulir.

"Kalau bahan ajar seperti kemarin kan tatap muka berapa jam tidak bisa. Jadi nanti mana kompetensi esensial yang perlu tatap muka. Kemudian mana kompetensi yang cukup penugasan. Kan sehari masuk sehari tidak. Jadi sistemnya sif," kata dia.

Wardani menjelaskan rencananya kegiatan tatap muka hanya separuh dari kegiatan pembelajaran tatap muka sebelum ada pandemi Covid-19. Kegiatan pembelajaran tatap muka dalam sepekan bakal menjadi 18 jam dari selama ini rata-rata 36 jam dalam sepekan.

Bagikan 38.111 Alat, Ganjar Perintahkan Rapid Test Massal di Jateng

Wardani menegaskan skenario itu wajib disiapkan Disdik Klaten dan dipenuhi sebelum kegiatan belajar mengajar di sekolah digulirkan kembali agar tidak ada penularan Covid-19 di sekolah. "Persiapan harus 100 persen. Jangan sampai muncul klaster baru lagi terutama di dunia pendidikan," ungkap dia.

Disinggung hingga kapan kegiatan belajar di rumah yang sudah bergulir 16 Maret lalu, Wardani mengatakan menunggu instruksi dari Mendikbud. Namun, kegiatan belajar di rumah dimungkinkan berjalan hingga akhir tahun ajaran 2019/2020. Soal ujian akhir semester, Wardani mengatakan tetap digelar.

"Yang SMP nanti ada ulangan akhir semester. Tes akhir semester nanti diselenggarakan sekolah masing-masing secara daring. Saya merekomendasikan menggunakan google form,' kata Wardani.

Peringatan WHO: Puncak Gelombang Kedua Covid-19 Diprediksi Akhir 2020, Tetap Waspada!


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho