Siskaeee Raup Keuntungan Hampir Rp2 Miliar dari Konten Tak Senonoh

Perempuan yang di dunia maya dikenal dengan sebutan Siskaeee ini mendapatkan keuntungan 123.205.30 Dollar Amerika atau setara lebih dari Rp1,75 miliar selama membuat konten tak senonoh.

 Tangkapan layar video aksi ekshibisionisme yang diduga dilakukan Siskaeee di Bandara YIA. (Twitter/Harian Jogja)

SOLOPOS.COM - Tangkapan layar video aksi ekshibisionisme yang diduga dilakukan Siskaeee di Bandara YIA. (Twitter/Harian Jogja)

Solopos.com, YOGYAKARTA — Perempuan yang di dunia maya dikenal dengan sebutan Siskaeee ini mendapatkan penghasilan Rp15 juta hingga Rp20 juta setiap bulan dari konten yang dia buat.

Polda DIY menyampaikan Siskaeee yang memiliki nama asli FCN, 23, ini mendapatkan penghasilan setiap bulan dari konten yang dia buat. Rata-rata penghasilan FCN dari konten tersebut Rp15 juta hingga Rp20 juta.

Keuntungan tersebut diperoleh dari akun Onlyfans. Nilai keuntungan dari setiap subscriber atau member 5 Dollar Amerika. Penghasilan tersebut bisa ditarik ketika mendapatkan akumulasi 500 Dollar Amerika.

Baca Juga : Polisi Sita 2.000 Video dan 3.700 Foto Siskaeee, Pamer Payudara Semua?

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda DIY, AKBP Roberto Pasaribu, menyampaikan Siskaeee mendapatkan penghasilan fantastis dari konten berbayar tersebut selama kurun waktu tertentu.

Siskaeee, katanya, memiliki akun konten berbayar sejak 2 Maret 2020 hingga 6 Desember 2021. “Adapun, pendapatan kotor tersangka selama memiliki akun konten berbayar sejak 2 Maret 2020 hingga 6 Desember 2021 154.013.73 Dollar Amerika atau setara lebih dari Rp2,19 miliar,” kata Roberto saat menggelar jumpa pers di Mapolda DIY, Selasa (7/12/2021).

“Sementara, untuk pendapatan bersihnya yakni sejumlah 123.205.30 Dollar Amerika atau setara lebih dari Rp1,75 miliar,” imbuh dia.

Baca Juga : PPKM Level 3 Batal, Salatiga Tetap Lakukan Penyekatan Jalan

Polda DIY menyampaikan Siskaeee kerap membuat video tak senonoh di area publik. Kali terakhir dia lakukan di tempat parkir lantai dua Bandara Yogyakarta International Airport (YIA).

Motif Ekonomi

Dalam video tersebut Siskaeee memperlihatkan payudara dan alat kelaminnya. Ternyata, perempuan yang memiliki nama asli FCN itu kerap melakukan eksibisionisme di tempat publik karena didorong hasrat kepuasaan seksual.

“Ada tiga daerah yang sering digunakan FCN untuk pengambilan video dan foto, yaitu Jogja, Jakarta dan Bali. Di antara daerah tersebut tersangka sering melakukan pengambilan video di tempat umum [mall, parkiran, rest area jalan tol, toko buku, swalayan, dan lain-lain]. Dan di ruangan tertutup [kos, hotel, tempat gym, kamar mandi pesawat, dan lain-lain],” jelasnya.

Baca Juga : Terungkap! Ini Motif Siskaeee Pamer Payudara dan Kelamin di Tempat Umum

Roberto menyampaikan perempuan 23 tahun itu kerap memamerkan organ intimnya kepada orang lain. Targetnya orang tak dikenal dan di tempat umum. Dia juga menyampaikan hasil pemeriksaan psikologis Siskaeee atau FCN.

“Perilakunya sering impulsif dan kompulsif. Di mana saat yang sama, ia merasa gembira, takut, gelisah, dan mendapatkan kepuasan dengan memamerkan kelamin atau bagian tubuh yang lain,” kata Roberto.

Ia juga mengatakan Siskaeee melakukan aksi itu untuk mendapatkan penghasilan. Siskaeee telah merekam dan mengunggah foto maupun video aksi pornografinya itu sejak 2017 hingga sekarang. Polisi membongkar akun yang dimiliki Siskaeee.

Baca Juga : PPKM Level 3 Nataru Batal, Gibran: Yang Penting Tak Sulitkan Warga

“Ada tujuh situs yang digunakan FCN untuk memposting setiap konten yang dibuatnya. Di antaranya ada yang sudah di-banned [dilarang] dan masih ada beberapa yang bisa diakses. Bahkan, mendapatkan bayaran dari situ,” jelasnya.

Polisi menjerat FCN menggunakan Pasal 29 juncto Pasal 4 ayat (1) dan/atau Pasal 30 juncto Pasal 4 ayat (2) Undang-Undang No.44/2008 tentang Pornografi. Ancaman pidana maksimal enam tahun dan denda Rp1 miliar.

Polisi juga akan menggunakan Pasal 45 ayat (1) juncto Pasal 27 ayat (1) UU No.19/2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang No.11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Ancaman hukuman pidana penjara maksimal 12 tahun dan denda maksimal Rp6 miliar.

Berita Terkait

Berita Terkini

Mantan Kapolres Sleman Digugat ke Pengadilan, Ini Penyebabnya

Mantan Kapolres Sleman, AKBP Wachyu Tri Budi Sulistiyono, mendapat gugatan dari seorang warga Wedomartani, Ngemplak, di Pengadilan Negeri (PN) Sleman.

Pemkot Jogja Minta Warga Laporkan Parkir Nuthuk, Ini Reaksi Netizen

Pemkot Jogja dianggap tidak serius dalam menanggani permasalahan parkir nuthuk atau menerapkan tarif di luar kewajaran yang kembali viral di media sosial (medsos).

Geger! Mayat Bayi Terbungkus Plastik Hitam Ditemukan di Selokan Mataram

Warga Dusun Glondong, Kalurahan Tirtomartani, Kapanewon Kalasan, Sleman, digegerkan dengan penemuan mayat bayi yang terbungkus plastik berwarna hitam.

Hujan Deras Berjam-jam di Bantul, Pohon Roboh dan Tanggul Jebol

Belasan pohon di wilayah Bantul tumbang setelah diguyur hujan berjam-jam pada Rabu (19/1/2022).

Tren Covid-19 Mulai Naik Lagi, Sleman Tambah 7 Kasus

Terjadi penambahan tujuh kasus baru COvid-19 di Sleman. Selain itu masih ada dua kalurahan yang masuk zona merah.

Viral Tarif Parkir di Kota Jogja Nuthuk, Ini Pengakuan Pengelola Parkir

Tarif parkir bus wisata di Kota Jogja dianggap tidak wajar alias nuthuk viral di media sosial (medsos) setelah dikeluhkan seorang wisatawan.

Hujan Deras, 2 Rumah Warga Sleman Kebanjiran Luapan Sungai Perengan

Hujan deras yang mengguyur Sleman menyebabkan air Sungai Perengan meluap. Akibatnya, dua rumah warga kebanjiran.

Kredit Fiktif, Pincab Transvision Jogja Divonis 10 Tahun Penjara

Pimpinan Cabang Transvision Jogja, Klau Victor Apryanto, dijatuhi hukuman 10 tahun penjara atas kasus kredit fiktif di Bank Jogja yang menjeratnya.

Tarif Parkir Nuthuk Rp350.000 di Jogja, Polisi: Hasil Mark Up Kru Bus

Aparat Polresta Jogja mengklaim telah mengungkap kasus tarif parkir nuthuk bus wisata di Kota Jogja yang baru-baru ini viral di media sosial (medsos).

+ PLUS Penataan Malioboro dan PKL di Ruang Sarat Konflik Kepentingan

Penataan Malioboro dan rencana pemindahan para pedagan kaki lima adalah wujud konflik kepentingan di ruang besar Malioboro pada era kiwari. Sejarah Malioboro adalah sejarah tentang konflik kepentingan.

Viral Parkir Nuthuk Rp350.000, Ini Daftar Tarif Resmi Parkir di Jogja

Penerapan tarif parkir di atas kewajaran atau nuthuk kembali terjadi di Kota Jogja.

Cek! Bantul Mulai Terapkan Harga Baru Minyak Goreng Rp14.000 per Liter

Pemkab Bantul mengecek toko berjejaring sudah menerapkan harga baru minyak goreng Rp14.000 per liter, tetapi pedagang pasar tradisional malah belum.

Waduh! Parkir 1,5 Jam, Wisatawan di Jogja Disuruh Bayar Rp350.000

Aksi parkir nuthuk atau menerapkan tarif di atas rata-rata kembali terjadi di kawasan wisata Kota Jogja.

Pekan Ini, Vaksin Booster di Jogja Mulai Sasar Guru dan ASN

Mulai Jumat pekan ini, Pemkot Jogja mulai menyasar para ASN dan guru untuk disuntik vaksin booster.

Waspada! Kasus DBD di Kulonprogo Diprediksi Melonjak, Ini Penyebabnya

Kasus demam berdarah dengue atau DBD di Kabupaten Kulonprogo diprediksi mengalami lonjakan pada tahun 2022 ini.