Sisi Lain Kades Jenar Sragen yang Kontroversial, 2 Tahun Tanggung PBB Warganya

Di balik sikap kontroversial, Kades Jenar, Samto, punya sisi lain yang menarik. Ia rela mengeluarkan Rp32 juta/tahun untuk membayari PBB warganya.

 Kepala Desa (Kades) Jenar, Kecamatan Jenar, Samto, meminta maaf terkait baliho makian untuk pejabat. (istimewa)

SOLOPOS.COM - Kepala Desa (Kades) Jenar, Kecamatan Jenar, Samto, meminta maaf terkait baliho makian untuk pejabat. (istimewa)

Solopos.com, SRAGEN — Kades Jenar, Samto, belakangan kerap bersikap kontroversial. Ia memasang baliho berisi makian kepada pejabat pemerintah dan menyebut zaman reformasi tidak lebih baik daripada zaman PKI. Setelahnya ia mengamuk dengan mendorong meja saat acara hajatan warganya dibubarkan Satgas Covid-19 karena melanggar aturan PPKM Darurat.

Belum lagi keengganannya memakai masker dengan alasan membuat nafasnya sesak. Terbaru, pria 51 tahun itu tak terima tiga warganya dinyatakan meninggal akibat Covid-19. Samto menyebut ketiga warganya meninggal karena ditelantarka dokter.

Namun, di balik sikapnya yang kontroversial, terungkap sisi positif dari sang kades. Ternyata, dalam dua tahun terakhir, Samto rela menanggung semua pajak bumi bangunan (PBB) warganya. Langkah itu dilakukan Samto demi meringankan beban warganya.

Baca Juga: Kades Jenar Sragen Berulah Lagi, Tak Terima 3 Warganya Dinyatakan Meninggal Karena Covid-19

“Saya tidak tahu apakah ada kepala desa lain yang juga menanggung semua tanggungan PBB warganya. Kalau tidak ada, mungkin saya yang pertama. Total saya harus mengeluarkan biaya Rp32 juta/tahun untuk membayar PBB warga. Kepada warga, saya hanya meminta balasan doa kesembuhan untuk saya. Karena warganya ada banyak, saya berharap ada beberapa doa warga yang bisa dikabulkan sehingga saya bisa sembuh dari sakit,” ujarnya.

Ini adalah periode kali ketiga Samto menjabat Kades Jenar. Periode pertama ia menjabat kades pada 2002-2007, kedua pada 2007-2013. Saat itu, aturan hanya membolehkan kades menjabat selama dua periode. Setelah ada aturan yang membolehkan kades menjabat tiga periode, atas permintaan warga, Samto turut meramaikan Pilkades 2019 dan memenanginya.

Baca Juga: Sering Buat Geger, Kades Jenar Sragen Mengaku Mudah Emosi Karena Stroke

“Gaji saya itu Rp4 juta/bulan. Sebanyak Rp3,5 juta sudah dipotong untuk membayar utang. Jadi saya hanya menerima Rp500.000. Untuk membayar PBB Rp32 juta/tahun, itu dari hasil panen tebu,” ujarnya.

Berita Terkait

Espos Premium

Akhirnya Indonesia Pilih Kapal Perang Baru Desain Inggris

Akhirnya Indonesia Pilih Kapal Perang Baru Desain Inggris

Indonesia membeli lisensi desain kapal perang jenis frigat yang akan dibuat oleh PT PAL di Surabaya. Desain yang dipilih adalah Arrowhead 140 dari Babcock, Inggris, yang berbobot lebih dari 5.000 ton dan akan menjadi kapal frigat terbesar Indonesia.

Berita Terkini

Tak Cuma Dapat Bantuan Uang Buat Ngontrak, Sekeluarga Tidur di Wedangan Kartasura Juga Dapat Motor

Sekeluarga yang tidur dikolong meja di wedangan di Kartasura, Sukoharjo, mendapat bantuan senilai Rp32.650.000. Bantuan itu kemudian diwujudkan dalam bentuk motor, uang kontrakan, dan sebagainya.

Dapat Donasi Rp32 Juta, Sekeluarga yang Tidur di Kolong Meja Wedangan Kartasura Bakal Ngontrak

Sekeluarga yang tidur dikolong meja di wedangan di Kartasura, Sukoharjo, bakal dicarikan kontrakan setelah mendapat bantuan senmilai Rp32.650.000.

Wonogiri Kembali Masuk Zona Kuning Covid-19, Bupati Jekek: Ini Luar Biasa

Selama pandemi berlangsung, Wonogiri pernah masuk dalam zona hijau, kuning, oranye, dan merah.

Kronologi Penemuan Kerangka Manusia dan Tengkorak di Sambungmacan Sragen

Temuan kerangka manusia itu memiliki ciri-ciri yang sama dengan Eko yang memiliki tinggi 168 dan berat badan 70 kg.

Bupati Pastikan Pelajar SMP Wonogiri Mulai Divaksin Covid-19 Pekan Depan

Jumlah pelajar SMP di Wonogiri, baik negeri maupun swasta, yang menjadi sasaran vaksinasi Covid-19 berjumlah sekitar 80.000 lebih.

Ditemukan Tinggal Kerangka di Selokan, Warga Sragen Ternyata Sudah Hilang 2 Bulan

Kerangka manusia itu ditemukan secara tidak sengaja oleh warga pada Jumat pagi sekitar pukul 08.00 WIB.

Donasi untuk Sekeluarga Tidur di Kolong Meja Wedangan Kartasura Terkumpul Rp32,6 Juta Sehari

Melalui kisah yang dibagikan kali pertama oleh Yayasan Kita Peduli di media sosial dan menjadi viral ini terhimpun donasi senilai Rp32.650.000.

Warga Sragen Ditemukan Tinggal Kerangka di Selokan, Tengkoraknya Hanyut 200 Meter

Selokan tak jauh dari lapangan voli di tanah kas desa itu sebelumnya memang jarang dijamah warga.

Objek Wisata di Karanganyar Masih Tutup, Pemkab Turunkan Lagi Target PAD

Target PAD wisata Karanganyar tahun ini relatif jauh lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp1,2 miliar per tahun.

Vaksinasi Buruh Wonogiri Capai 85%, Sejumlah Perusahaan Masih Antre Vaksin

Vaksinasi kepada buruh belum sepenuhnya selesai karena ada beberapa perusahaan yang belum menggelar vaksinasi.

5 Jabatan Kepala OPD Pemkot Solo Masih Kosong, Kapan Pengisiannya?

Pematangan SOTK baru sedang diproses oleh Bagian Organisasi bersama legislatif dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah.

2 Pemuda Karanganyar yang Ditangkap BNNP DIY Ternyata Edarkan Sabu-Sabu Pasokan Napi Lapas Sragen

Dua pemuda Karanganyar yang menjadi kurir sabu-sabu memperoleh barang haram tersebut dari bandar yang merupakan napi Lapas Sragen.

Ini Alasan Sekeluarga Tidur di Warung Wedangan Kartasura Tolak Tawaran Tinggal di Rusunawa

Bupati Sukoharjo melalui Dinas Sosial memberikan bantuan kepada satu keluarga pasutri pedagang kaki lima (PKL) wedangan di depan SMP Negeri 3 Kartasura ini.

Belum Sempat Bertemu Pembeli, 2 Kurir Sabu-Sabu Asal Karanganyar Diringkus BNNP DIY

Dua pemuda asal Karanganyar dibekuk BNNP DIY saat hendak bertransaksi sabu-sabu di jalan raya Solo-Jogja di wilayah Sleman.

Keren, 3 Warga Sragen Ini Ambil Bagian dalam PON XX 2021 di Papua

Dua atlet dan satu asisten pelatih itu dilepas Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, di Ruang Transit, Setda Pemkab Sragen, Kamis (16/9/2020) sore.