Single Parent, Bu Harsi "Tengkleng" Besarkan 2 Anak Hingga Lulus Kuliah

Sejak ditinggal mati suaminya, Harsi, 55, harus berjuang sendirian membesarkan dua putrinya hingga lulus kuliah. Di balik sosoknya yang belakangan menjadi buah bibir masyarakat, Harsi adalah sosok ibu pekerja keras dan menjadi tulang punggung keluarga.

 Harsi, 55, pedagang tengkleng yang viral karena mematok harga yang dinilai tidak masuk akal menunjukkan sajian makanan yang dia jual di warungnya di Solo Baru, Sukoharjo, Senin (6/12/2021). (Solopos/Candra Putra Mantovani)

SOLOPOS.COM - Harsi, 55, pedagang tengkleng yang viral karena mematok harga yang dinilai tidak masuk akal menunjukkan sajian makanan yang dia jual di warungnya di Solo Baru, Sukoharjo, Senin (6/12/2021). (Solopos/Candra Putra Mantovani)

Solopos.com, SUKOHARJO – Sejak ditinggal mati suaminya, Harsi, 55, harus berjuang sendirian membesarkan dua putrinya hingga lulus kuliah. Di balik sosoknya yang belakangan menjadi buah bibir masyarakat, Harsi adalah sosok ibu pekerja keras dan menjadi tulang punggung keluarga lewat jualan tengkleng di kawasan Solo Baru, Sukoharjo.

Harsi mengaku sudah puluhan tahun berjualan tengkleng. Selama itu juga, dia mengaku tidak pernah mendapatkan protes atau berdebat dengan pelanggan terkait harga yang dipatok saat proses pembayaran. Dia juga tidak mengira cara jualan yang dia terapkan belakangan menjadi buah bibir masyarakat.

PromosiTien Soeharto Kelahiran Karanganyar, Pencetus Larangan ASN Poligami

Baca Juga: Paguyuban PKL Solo Baru Beri Saran Perbaikan ke Bakul Tengkleng Viral

“Ya saya itu sudah tua, tidak tahu internet dan tidak bisa baca. Saya tidak tahu kalau jadi pembicaraan. Cuma saya menyadari dagangan saya sepi beberapa waktu terakhir,” ungkap dia kepada Solopos.com ketika berkunjung ke rumahnya Senin (6/12/2021).

Harsi mulai berjualan tengkleng setelah suaminya meninggal. Sejak saat itu, dia mengganti peran suaminya sebagai tulang punggung keluarga. Sejumlah profesi pernah dia lakoni sebelum akhirnya memutuskan berjualan tengkleng.

“Sudah lama sekali, tapi saya lupa tahun berapa saya mulai berjualan. Sebelum jualan, saya pernah jadi buruh tani, buruh bangunan, dan pekerjaan serabutan lainnya,” imbuh dia.

Baca Juga: Asale Tengkleng Khas Solo, Bukti Kreativitas Wong Cilik Zaman Old

Dari hasil jualannya tersebut, Harsi bisa menghidupi dua putrinya dan menyekolahkan putri keduanya hingga lulus kuliah. Saat ini, Harsi mengaku hidup sendirian lantaran kedua putrinya sudah berkeluarga dan tinggal di rumah yang berbeda.

“Ya anak saya juga ada yang jualan. Tapi sekarang saya jualan untuk kebutuhan sendiri sehari-hari. Tapi kalau anak saya minta [uang], saya bisa ngasih, itu saja,” ucap dia.

Sementara itu, Ketua Paguyuban PKL Setia Kawan Solo Baru, Sudarsi, mengatakan Harsi diketahui sudah berjualan tengkleng di Solo Baru sejak lama. Namun, dia mengakui Harsi sempat dua kali pindah lapak dan terakhir di Jl. Kunir Solo Baru.

Baca Juga: Banyak yang Bilang Mirip, Apa Sih Beda Tongseng dan Tengkleng?

“Ibunya sudah lama sekali jualan. Soalnya ada teman saya juga yang sempat mengeluhkan jajan di situ membayar dengan harga mahal. Itu kalau tidak salah sudah 15 tahun yang lalu. Di tempat sebelumnya, beda dengan saat ini. Jadi memang sudah lama,” ucap dia.

Sebelumnya diberitakanm warung tengkleng Harsi di Solo Baru, Sukoharjo, belakangan viral setelah dikritik oleh masyarakat lantaran dinilai mematok harga terlalu tinggi.

Kisah terkait warung tengkleng tersebut mencuat setelah muncul postingan sejumlah review dari google maps yang dihimpun dan di-screenshot oleh beberapa pihak. Respons tersebut kemudian ditanggapi macam-macam oleh masyarakat dan ikut terpicu mengungkapkan pengalaman buruk mereka yang juga merasakan hal serupa.

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Riset Belanda Ungkap Tiga dari 10 Situs Jawa Kuno di Boyolali Hilang

+ PLUS Riset Belanda Ungkap Tiga dari 10 Situs Jawa Kuno di Boyolali Hilang

Masa Jawa Kuno meninggalkan sejumlah peradaban di Kota Susu Boyolali, di mana berdasarkan hasil riset yang dilakukan oleh mahasiswa Universitas Leiden Belanda dalam riset disertasinya pada 2009, mengungkap tiga dari 10 situs dinyatakan hilang.

Berita Terkini

Bawaslu Boyolali Gandeng Penyandang Disabilitas untuk Awasi Pemilu

Sosialisasi diadakan untuk meningkatkan peran pengawasan partisipatif penyandang disabilitas dalam pemilihan umum (pemilu).

Bawa Sapi Bergejala PMK di Wonogiri, Peternak akan di-Blacklist

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri secara tegas berupaya mencegah wabah penyakit mulut dan kuku atau PMK pada hewan ternak.

Solo Ditunjuk Siapkan SDM Industri Mobil Listrik Dunia, Ini Kata Gibran

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menyebut Solo Technopark yang ditunjuk jadi penyedia SDM untuk pengembangan industri mobil listrik dunia sangat sibuk setahun terakhir ini.

Riset Belanda Ungkap Tiga dari 10 Situs Jawa Kuno di Boyolali Hilang

Masa Jawa Kuno meninggalkan sejumlah peradaban di Kota Susu Boyolali, di mana berdasarkan hasil riset yang dilakukan oleh mahasiswa Universitas Leiden Belanda dalam riset disertasinya pada 2009, mengungkap tiga dari 10 situs dinyatakan hilang.

Info Lur! 2.241 Loker Tersedia di Virtual Job Fair 2022 Wonogiri

Sebanyak 2.241 lowongan kerja dari 25 perusahaan tersedia pada Wonogiri Virtual Job Fair 2022.

Salah Satu Peritel Terbesar Asia Masuk Solo, Sudah Survei Lokasi Loh!

Salah satu perusahaan ritel atau peritel terbesar di Asia, PT Lulu Group Retail berekspansi ke Solo dan tengah melakukan survei lokasi.

Wuih, Crazy Rich Grobogan Joko Suranto Juga Bangun Jalan di Bandung Euy

Pengusaha berjuluk crazy rich Grobogan, Joko Suranto, ternyata juga pernah membangun jalan di Cicalengka, Bandung, Jawa Barat, pakai uang pribadi senilai Rp1 miliar.

Disparbudpora Klaten Petakan Taman Nyi Ageng Rakit, untuk Apa?

Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Klaten memetakan Taman Nyi Ageng Rakit.

Tunggu SE Wali Kota, Satpol PP Solo Minta Warga Tetap Pakai Masker

Satpol PP Solo mengimbau masyarakat tetap memakai masker saat beraktivitas di luar ruangan atau tempat terbuka karena belum ada SE Wali Kota yang mengatur boleh lepas masker.

Disdukcapil Klaten Luncurkan Sakura Pengganti Sipon Keduten, Apa Itu?

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Klaten meluncurkan pelayanan online baru bernama Sakura, akronim dari Sistem Layanan Administrasi Kependudukan Dalam Jaringan.

249 Calhaj Boyolali Tidak Bisa Naik Haji Tahun 2022, Ini Sebabnya

Kuota haji Boyolali pada 2022 sebanyak 317 calon jemaah haji dengan 91 cadangan.

Tali Pusar Masih Menempel, Ini Usia Bayi yang Membusuk di Bengawan Solo

Tali pusar masih menempel di perut bayi yang jasadnya ditemukan membusuk di pinggri Bengawan Solo di Jaten, Karanganyar.

8 Calhaj Klaten Tunda Keberangkatan Tahun Ini, Kenapa?

Kabupaten Klaten mendapatkan kuota pemberangkatan haji sebanyak 493 calon jemaah haji (calhaj) di tahun ini.

5 Desa di Karanganyar Ini Dicanangkan Jadi Desa Cantik, Apa Itu? 

Lima desa di lima Kecamatan di Karanganyar dicanangkan menjadi Desa Cantik yang merupakan kependekan dari Desa Cinta Statistik.

Wow, Solo Dipercaya Latih SDM Untuk Industri Mobil Listrik Dunia

Kementerian Investasi menunjuk Solo Technopark sebagai instrumen terpenting penyediaan tenaga kerja guna mendukung pembangunan ekosistem industri mobil listrik di Indonesia.