Sinergi Mencegah Perkawinan Anak

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu, 21 April 2021. Esai ini karya Retno Winarni, guru Bahasa Indonesia di SMAN Kerjo, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah.

Sinergi Mencegah Perkawinan Anak

SOLOPOS.COM - Retno Winarni (Istimewa/Dokumen pribadi).

Solopos.com, SOLO — Sebuah nota dinas sampai ke sekolahan tempat saya mengajar melalui pesan Whatsapp pada Jumat sore itu. Isinya permohonan peserta untuk mengikuti kegiatan sosialisasi virtual Jo Kawin Bocah yang diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Jawa Tengah.

Segera saja pesan dan instruksi untuk mengikuti kegiatan pada keesokan harinya itu diteruskan kepada ketua OSIS dan guru bimbingan dan konseling. Selama pandemic Covid-19 kegiatan-kegiatan workshop online berbagai tema banyak diselenggarakan.

Narasumbernya para pakar dan praktisi yang tak diragukan lagi kemampuannya. Yang terasa kurang adalah materi workshop akan berhenti pada peserta yang mengikuti. Tidak tersosialisasikan lebih luas. Hal yang sangat jamak terjadi.

Jika tujuan sosialisasi  virtual Jo Kawin Bocah adalah memberikan pemahaman yang komprehensif kepada warga sekolah, terutama siswa, maka satu orang siswa (perwakilan) dari ratusan hingga ribuan siswa tiap satuan pendidikan  pada jenjang SMA tentu sama sekali tidak bisa dianggap mewakili. Hanya seujung kuku target sosialisasi.

Tujuan besar Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Jawa Tengah mengadakan sosialisasi virtual tersebut bisa dipahami sebagai langkah dan bagian dari strategi nasional mencegah perkawinan anak.

Salah satu strategi itu adalah penguatan regulasi kelembagaan dengan fokus intervensi penguatan kapasitas kelembagaan peradilan agama, Kantor Urusan Agama atau KUA, dan satuan pendidikan.

Penguatan kapasitas satuan pendidikan tidak cukup jika hanya berhenti di perwakilan guru dan siswa mengikuti sosialisasi virtual. Harus ada langkah konkret lanjutan sebagai implementasi pencegahan pernikahan anak dari sisi sekolah/satuan pendidikan.

***

Menurut UU No. 35/2014, anak adalah seseorang yang belum berusia 18 tahun. United Nations Fund fot Population Activities atau UNFPA memprediksi perkawinan anak akan bertambah sebanyak 13 juta kasus secara global hingga 10 tahun ke depan akibat pandemi Covid-19.

Kekhawatiran senada diungkapkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan  Nadiem Makarim. Jika belajar tatap muka tak segera digelar, pernikahan dini bakal meningkat. Pendidikan pada dasarnya dapat menjadi salah satu pendekatan untuk mencegah praktik perkawinan anak .

Diperkirakan perkawinan anak perempuan di Indonesia  mencapai 1.220.900 anak (data tahun 2018)  dan 145.700 anak di antara mereka berada di Jawa Tengah. Angka ini menempatkan Indonesia pada peringkat ke-10 negara dengan perkawinan anak tertinggi di dunia (Buku Saku Jo Kawin Bocah).

Jumlah perkawinan anak yang tinggi tentu akan berdampak pada perekonomian nasional. Perkawinan anak menurunkan kualitas sumber daya manusia dan melanggengkan siklus kemiskinan.

Dari lima strategi nasional pencegahan perkawinan anak, tiga diantaranya adalah ranah satuan pendidikan. Tiga strategi itu adalah optimalisasi kapasitas anak, lingkungan yang mendukung  pencegahan perkawinan anak, dan penguatan koordinasi pemangku kepentingan.

Di ranah sekolah langkah-langkah konkret bisa diwujudkan. Fokus intervensi    pada  peningkatan kesadaran dan sikap terkait hak kesehatan reproduksi dan seksualitas yang komprehensif. Di sinilah peran satuan pendidikan bisa dioptimalkan.

Banyak penelitian menunjukkan pengenalan pendidikan seks kepada anak secara tepat sangat berperan dalam proteksi terhadap eksploitasi seksual dan mencegah pernikahan anak. Pendidikan seks sering kali dianggap orang tua sebagai tugas dari sekolah.

Meskipun peran orang tua untuk turut serta memberikan pendidikan seks kepada anak perlu ditingkatkan, peran guru di sekolah tidak boleh berkurang, bahkan harus lebih optimal. Anak harus tahu tentang organ reproduksinya.

Mereka harus paham proses dan hal-hal yang menyebabkan seseorang bisa hamil. Pernikahan anak harus dicegah karena akan menimbulkan risiko gangguan kesehatan anak karena belum matang organ reproduksinya, rentan terjadinya komplikasi kehamilan dan keguguran, serta meningkatkan risiko kematian ibu dan bayi.

Anak yang mempunyai pengetahuan yang memadai tentang kesehatan reproduksi dan seksualitas diharapkan mampu menjadi pelopor dalam mencegah pernikahan anak. Peningkatan peranan bimbingan dan konseling bisa dioptimalkan dengan pembentukan satuan tugas antipernikahan anak di satuan  pendidikan.

Semua informasi terkait pernikahan anak dari dinas dan lembaga terkait tak berhenti di guru bimbingan dan konseling atau siswa peserta kegiatan saja. Workshop Jo Kawin Bocah yang telah diterima guru bimbingan dan konseling dan wakil siswa dilanjutkan dengan workshop serupa di tingkat sekolah dengan seluruh siswa sebagai peserta kegiatan.

Rantai informasi dan sosialisasi jangan sampai terputus dengan dukungan regulasi  antarinstansi. Guru bimbingan dan konseling dan siswa pelopor menjadi sumber informasi  bagi seluruh siswa di satuan pendidikan. Informasi yang tersampaikan kepada lebih banyak kepala akan menjadi pemahaman publik.

Sosialisasi dilakukan secara periodik agar lebih banyak lagi pengetahuan yang mengendap dan menjadi bagian dari pemahaman diri yang utuh. Agar prediksi UNFPA tidak terjadi,  pengawasan secara ketat pada aktivitas pembelajaran siswa selama pembelajaran jarak jauh wajib dilakukan.

***

Pemantauan presensi harian siswa tak boleh kendor. Bila terjadi penyimpangan-penyimpangan kehadiran segera bisa dipetakan permasalahannya. Terkhusus jika kemudian menimpa anak perempuan yang lebih rentan terjebak pada pernikahan anak.

Pengawasan berjenjang perlu dilakukan semua guru mata pelajaran, wali kelas, dan guru bimbingan dan konseling. Membuka akses bimbingan seluas-luasnya kepada seluruh siswa akan menjadi sarana komunikasi yang efektif.

Siswa tidak akan merasa sendiri dan terabaikan. Andaikata mereka mendapat permasalahan di sekolahan, masih ada guru, wali kelas, guru bimbingan dan konseling yang akan membantu menyelesaikan permasalahan mereka.

Termasuk di dalam permasalahan itu adalah jika siswa dihadapkan pada permasalahan pernikahan anak. Hal lain yang bisa dilakukan di sekolahan adalah literasi tentang pernikahan anak.

Pemanfaatan berita di media massa yang memublikasikan upaya pencegahan pernikahan anak yang telah dilakukan sangat penting untuk dikerjakan. Asupan berita berkualitas yang memberi informasi yang mendukung pencegahan pernikahan anak akan menempatkan anak pada posisi sebagai pembaca cerdas.

Kecerdasan dalam memahami informasi dan situasi masyarakat sangat penting sebagai bekal bagi anak dalam mengambil sikap yang tepat demi kepentingan pendidikan dan kehidupan mereka.

Berita Terkait

Berita Terkini

Resiliensi Sektor informal

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa, 4 Mei 2021. Esai ini karya Muhammad Taufik Nandito, mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyan Surakarta dan aktif di Lingkar Studi Sasadara di Kleco, Kota Solo.

Mitos Kekinian

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu, 5 Mei 2021. Esai ini karya Sholahuddin, Manajer Solopos Institute.

Narasi Tunggal Soal Mudik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat. 7 Mei 2021. Esai ini karya Maria Y. Benyamin, wartawan Bisnis Indonesia (Grup Jaringan Informasi Bisnis Indonesia atau JIBI).

Hadiah Lebaran dari Mas Edi

Buat saya, di tengah pandemi seperti saat ini, orang-orang seperti Mas Edi inilah bantalan kuat bagi ketahanan ekonomi Indonesia.

Wajah Pendidikan Kita

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin, 3 Mei 2021. Esai ini karya Anicetus Windarto, peneliti di Lembaga Penelitian dan Pengembangan Realino Sanata Dharma Yogyakarta.

Musnahkan Kebebalan Kawanan!

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat, 30 April 2021. Esai ini karya Hery Trianto, wartawan Bisnis Indonesia (Grup Jaringan Informasi Bisnis Indonesia atau JIBI).

Menolak Jalan Impunitas

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis, 29 April 2021. Esai ini karya St, Tri Guntur Naryawa, dosen Ilmu Komunikasi di Universitas Mercu Buana Yogyakarta.

Wantok

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu, 28 April 2021. Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos.

Rumah Tempat Debat dan Mufakat

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin, 26 April 2021. Esai ini karya Bandung Mawardi, kuncel Bilik Literasi.

Pelajaran Dari Gawok

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat, 23 April 2021. Esai ini karya Arif Budisusilo, wartawan senior Bisnis Indonesia (Jaringan Informasi Bisnis Indonesia atau JIBI).

Sinergi Mencegah Perkawinan Anak

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu, 21 April 2021. Esai ini karya Retno Winarni, guru Bahasa Indonesia di SMAN Kerjo, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah.

Bisnis Monyet Tanaman Hias

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa, 20 April 2021. Esai ini karya Nadia Aliya Azki, mahasiswa Program Studi Manajamen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta.

(Andai) Demokrasi Tanpa Oligarki

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin, 19 April 2021. Esai ini karya Siti Farida, Kepala Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Jawa Tengah.

Perlawanan Perempuan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu, 21 April 2021. Esai ini karya Syifaul Arifin, jurnalis Solopos.

Singkong Goreng dan Segelas Wine

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat, 16 April 2021. Esai ini karya Maria Y. Benyamin, wartawan Bisnis Indonesia (Grup Jaringan Informasi Bisnis Indonesia atau JIBI)

Punden-Punden Kota Solo

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis, 15 April 2021. Esai ini karya Albertus Rusputranto P.A., dosen di Institut Seni Indonesia Surakarta.

Membaca Perempuan Kini

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu, 24 April 2021. Esai ini karya Ayu Prawitasari, jurnalis Solopos.

Bukan Cuma Kebaya dan Sanggul

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis, 22 April 2021. Esai ini karya Elly Jauharah Asriani, guru Matematika di MTsN 7 Klaten, Jawa Tengah.

Menunggu Musikus Jadi Kaya Raya

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu, 17 April 2021. Esai ini karya Tito Setyo Budi, doktor Kajian Musik, wartawan, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Kabupaten Sragen.

UUD 1945 dan the Living Constitution

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa, 13 April 2021. Esai ini karya Salma Abiyya, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

Menyikapi Waktu Subuh Yang Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin, 12 April 2021. Esai ini karya Muh. Nursalim, Ketua Komisi Kajian Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Sragen.

Investasi Sosial Wakaf Uang

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat, 9 April 2021. Esai ini karya Wawan Sugiyarto, analis Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan dan peraih gelar akademis PhD di Queensland University of Technology, Brisbane, Australia.

Dihantui Masa Lalu

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu, 14 April 2021. Esai ini karya Rini Yustiningsih, jurnalis Solopos.

Teror dan Agama

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa, 6 April 2021. Esai ini karya Arif Yudistira, tuan rumah Pondok Filsafat Solo.

Berolahraga di Atas Bus Berjajar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin, 5 April 2021. Esai ini karya Agus Kristiyanto, Guru Besar Analisis Kebijakan Pembangunan Olahraga Fakultas Keolahragaan Universitas Sebelas Maret.

Cerita dari Bontang

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu, 7 April 2021. Esai ini karya Suwarmin, wartawan Solopos.

Mencegah Terorisme Lagi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu, 3 April 2021. Esai ini karya Soleh Amini Yahman, psikolog dan dosen di Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Catur dan Uang

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis, 1 April 2021. Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo.

Film sebagai Sumber Sejarah Alternatif

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu, 31 Maret 2021. Esai ini karya Anicetus Windarto, peneliti di Lembaga Penelitian dan Pengembangan Realino Sanata Dharma Yogyakarta.

Harapan Kota Solo Bebas dari Sampah

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin, 29 Maret 2021. Esai ini karya Mochamad Syamsiro, Direktur Center for Waste Management and Bioenergy dan dosen di Jurusan Teknik Mesin Universitas Janabadra Yogyakarta.

Lupakan Saja Swasembada Gula

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu, 24 Maret 2021. Esai ini karya Jojo, kandidat Doktor Ilmu Ekonomi Pertanian Institut Pertanian Bogor atau IPB University.

Tema dan Kontroversi Lama

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu, 27 Maret 2021. Esai ini karya Bandung Mawardi, kuncen Bilik Literasi.

Sisi Lain Proyek Mercusuar Presiden Joko Widodo

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat, 27 Maret 2021. Esai ini karya Hery Trianto, wartawan Bisnis Indonesia (Grup Jaringan Informasi Bisnis Indonesia atau JIBI).

Filantropi Ruwahan Era Pandemi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis, 25 Maret 2021. Esai ini karya Muh. Fajar Shodiq, dosen Sejarah di Fakultas Adab dan Bahasa Institut Agama Islam Negeri Surakarta.

Pekerjaan Rumah Mas Wali

Soloraya akan menjadi megapolitan baru. Apalagi bila Mas Wali dapat memimpin langkah sinergi dan kolaborasi dengan pemerintahan lainnya di kawasan Soloraya.

Youtube Lebih daripada Televisi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa, 20 Maret 2021. Esai ini karya Imam Subkhan, pengelola studio dan pembuat konten yang tinggal di Karanganyar.

Aspek Pajak dalam Zakat ASN

Rencana pemerintah untuk memotong gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) sebesar 2,5% untuk pungutan zakat kembali naik ke permukaan.

Prospek Cerah Budi Daya Porang

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa, 16 Maret 2021. Esai ini karya Bara Yudhistira, dosen Ilmu Teknologi Pangan dan peneliti di Pusat Pengembangan Kewirausahaan Universita Sebelas Maret.

Irasionalitas Impor Beras

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin, 15 Maret 2021. Esai ini karya Haris Zaky Mubarak, peneliti sejarah dan Direktur Jaringan Studi Indonesia.

Rekayasa Sosial dan Ubah Laku

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu, 3 Maret 2021. Esai ini karya Syifaul Arifin, jurnalis Solopos.

Rumah Versus Sekolah

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat, 19 Maret 2021. Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015), tertarik dengan tema-tema filsafat pendidikan, filsafat agama, dan ekonomi politik.

Pencurian Artefak Bersejarah

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis, 18 Maret 2021. Esai ini karya Christianto Dedy Setyawan, guru Sejarah di SMA Regina Pacis Solo dan anggota staf Litbang Soeracarta Heritage Society.

Toleransi Bukan Sekadar Kata-Kata

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu, 17 Maret 2021. Esai ini karya Sholahuddin, Manajer Solopos Institute dan Pemimpin Proyek Internalisasi Literasi Keberagaman Melalui Jurnalisme di SMA/SMK di Soloraya yang dikelola Solopos Institute.

Jebakan Wacana Tiga Periode

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu, 17 Maret 2021. Esai ini karya Ronny P. Sasmita, analis senior di Indonesia Strategic and Economic Action Institution.

Prospek Cerah Budi Daya Porang

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa, 16 Maret 2021. Esai ini karya Bara Yudhistira, dosen Ilmu Teknologi Pangan dan peneliti di Pusat Pengembangan Kewirausahaan Universitas Sebelas Maret.

Irasionalitas Impor Sejuta Ton Beras

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin, 15 Maret 2021. Esai ini karya Haris Zaky Mubarak, peneliti sejarah dan Direktur Jaringan Studi Indonesia.

Penguatan Demokrasi di Daerah

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu, 13 Maret 2021. Esai ini karya M. Dwi Sugiarto yang tertarik dengan tema-tema demokrasi dan pemilihan umum, pernah menjadi anggota Panitia Pengawas Kecamatan Teras pada pemilihan kepala daerah Kabupaten Boyolali 2020.

Pendidikan Nonformal yang Terlupakan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa, 9 Maret 2021. Esai ini karya Muhammad Ivan, Sarjana Pendidikan Luar Sekolah Universitas Negeri Jakarta dan analis kebijakan di Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

Macet Itu Menyenangkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat, 12 Maret 2021. Esai ini karya Arif Budisusilo, jurnalis senior Bisnis Indonesia atau GrupJaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI).

Prioritas Pembangunan Desa

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu, 6 Maret 2021. Esai ini karya Mulyanto, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret dan Ketua Bidang Kajian dan Publikasi ISEI Solo.

”Ular Besi” Vorstenlanden

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu, 3 Maret 20201. Esai ini karya Heri Priyatmoko, dosen Sejarah di Fakultas Sastra Universitas Sanata Dharma Yogyakarta dan pelaju KRL dan Prameks Solo-Jogja.

UNS di Sepuluh Besar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu, 10 Maret 2021. Esai ini karya Tundjung W. Sutirto, dosen di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret Solo.

AHY versus Moeldoko

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin, 8 Maret 2021. Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo.

Perpisahan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu, 10 Maret 2021. Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos.

Pengadaan Tanah untuk Tol Solo-Jogja

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa, 2 Maret 2021. Esai ini karya Himawan Pambudi, sosiologi perdesaan yang bekerja sebagai pekerja sosial di Yayasan Satunama dan warga yang tinggal di Kabupaten Klaten dan terdampak pembangunan tol Solo-Jogja.

Media Massa dan Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin, 1 Maret 2021. Esai ini karya Aris Setiawan, pengajar jurnalisme di Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta.

Green Wasathiyyah Campus

Green Wasathiyyah Campus adalah kepedulian terhadap sustainability/keberlanjutan, bagaimana manusia tidak hanya sekadar memikirkan cara bertahan hidup di masa sekarang tetapi juga berpikir untuk kehidupan jangka panjang.

Subsidi Agrobisnis Pangan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin, 22 Februari 2021. Esai ini karya Agus Wariyanto, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah.

Orang Kaya Baru

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa, 23 Februari 2021. Esai ini karya Yohanes Bara, mahasiswa Magister Manajemen Universitas Atma Jaya Yogyakarta dan pengelola Tobemore Learning Center di Cangkringan, Sleman, DIY.

Clubhouse dan Kesan Pertama

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat 26 Februari 2021. Esai ini karya Hery Trianto, wartawan Bisnis Indonesia atau Grup Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI).

Menerka Pesta Demokrasi 2024

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis, 25 Februari 2021. Esai ini karya Nursahid Agung Wijaya, Kepala Subbagian Keuangan Umum dan Logistik Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Wonogiri.

Keruntuhan Imajinasi Publik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu, 27 Februari 2021. Esai ini karya Abdul Jalil, jurnalis Solopos dan mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi Universitas Sebelas Maret.

Buzzer, Politik, dan Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu, 20 Februari 2021. Esai ini karya Dwi Munthaha, peneliti di Bhuminara Institute dan mahasiswa Pascasarjana Ilmu Politik Universitas Nasional Jakarta.

The Chinese Way

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat 19 Februari 2021. Esai ini karya Arif Budisusilo, wartawan senior Bisnis Indonesia atau Grup Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI).

Sinetron New Normal

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu, 25 Februari 2021. Esai ini karya Rini Yustiningsih, jurnalis Solopos.

Jurnalisme Mesin Pencari

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin, 8 Februari 2021. Esai ini karya Djoko Subinarto, bloger dan kolumnis.

Mengabaikan Kompetensi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu, 17 Februari 2021. Esai ini karya Edy Purwo Saputro, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis serta Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Mengkritik sebagai Kultur

Gagasan ini dimuat Harian Solopos esisi Selasa, 16 Februari 2021. Esai ini karya Damar Tri Afrianto, dosen di Institut Seni dan Budaya Indonesia Sulawesi Selatan.

Larry King dan Komunikasi Efektif

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin, 15 Februari 2021. Esai ini karya Satrio Wahono, alumnus Magister Filsafat Universitas Indonesia dan dosen di Universitas Pancasila.

Alat Uji PCR Masih Jauh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu, 5 Februari 2021. Esai ini karya Maria Y. Benyamin, jurnalis Bisnis Indonesia (Grup Jaringan Informasi Bisnis Indonesia atau JIBI).

Bonus Demografi di Tengah Pandemi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu, 30 Januari 2021. Esai ini karya Sri Hartanti Sulistyaningsih, Statistisi Ahli Muda Badan Pusat Statistik Kabupaten Boyolali.

Akeh Apike

Tentang berfikir positif, ketimbang larut pada racun pikiran negatif. Tentang menebar harapan, ketimbang menabur virus ketakutan, apalagi kecemasan.

Menertawakan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu 3 Februari 2021. Esai ini karya Sholahuddin, aktif di Solopos Institute.

Cetak Biru Pemajuan Kesenian

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu, 6 Februari 2021. Esai ini karya B.R.M. Bambang Irawan, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret dan Ketua Dewan Kesenian Kota Solo periode 2017-2020.

Meneguhkan Komitmen Kebangsaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin, 1 Februari 2021. Esai ini karya Ajie Najmuddin, Ketua Lembaga Ta'lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama Kota Solo.

Politisasi Kesehatan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu, 20 Januari 2021. Esai ini karya Syifaul Arifin, jurnalis Solopos.

Transformasi Jangan Pergi Kala Pandemi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat, 29 Januari 2021. Esai ini karya Hery Trianto, wartawan Bisnis Indonesia (Grup Jaringan Informasi Bisnis Indonesia atau JIBI).

Kekuatan (Doa) Perempuan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu, 27 Januari 2021. Esai ini karya Heri Priyatmoko, dosen Sejarah di Fakultas Sastra Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, lahir di Kota Solo.

Dekonstruksi Makna Bencana

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa, 26 Januari 2021. Esai ini karya Anicetus Windarto, peneliti di Lembaga Penelitian dan Pengembangan Realino Sanata Dharma Yogyakarta.

Rejuvenate

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu, 27 Januari 2021. Esai ini karya Ichwan Prasetyo, Jurnalis Solopos.

Apakah Anda Punya Waktu?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin, 25 Januari 2021. Esai ini karya Ayu Prawitasari, jurnalis Solopos.

Memberdayakan Batik Solo Trans

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu, 13 Januari 2021. Esai ini karya Djoko Setijowarno, dosen di Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Katolik Soegijapranata dan Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan Masyarakat Transportasi Indonesia.

Stadion Serbaguna Manahan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa, 12 Januari 2021. Esai ini karya Agus Kristiyanto, guru besar Analisis Kebijakan Pembangunan Olahraga di Fakultas Keolahragaan Universitas Sebelas Maret dan anggota tim ahli Sport Development Index.

Oposisi Simbolis Petani

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu, 9 Januari 2021. Esai inikarya Tri Rahayu, jurnalis Solopos.

PSBB Setelah Empat Kali Revisi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat, 8 Januari 2021. Esai ini karya Arif Budisusilo, jurnalis senior Bisnis Indonesia (Grup Jaringan Informasi Bisnis Indonesia atau JIBI).

Wilayah Bebas dari Korupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa, 5 Januari 2021. Esai ini karya Raden Hary Sutrasno, pengawas di Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Klaten dan alumnus Magister Hukum Universitas Gadjah Mada.

Park Seo-joon dan Boga Indonesia

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu, 6 Januari 2021. Esai ini karya Setyaningsing, esais dan penulis buku Kitab Cerita (2019) dan Kaum Novel (2020), penikmat es kacang merah.

Dilema Iklan Pemerintah Daerah di Media Massa

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin, 4 Januari 2021. Esai ini karya Abdul Jalil, mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi Universitas Sebelas Maret.

Wajah Jurnalisme Masa Depan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu, 2 Januari 2021. Esai ini karya Diah Ayu Candraningrum, dosen Komunikasi Digital di Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara, Jakarta, dan mahasiswa Program Doktor Studi Ilmu Komunikasi Departemen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, Jakarta.

Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu, 30 Desember 2020. Esai ini karya Mochamad Syamsiro, Direktur Center for Waste Management and Bioenergy dan dosen Jurusan Teknik Universitas Janabdara Yogyakarta.

Game Theory Perombakan Kabinet

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa, 29 Desember 2020. Esai ini karya Dwi Munthaha, peneliti di Bhuminara Institute dan mahasiswa Pascasarjana Ilmu Politik Universitas Nasional Jakarta.

Herry Priyono dan Manusia Ekonomi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin, 28 Desember 2020. Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo.

Menanti Kinerja Wali Kota Rasa Presiden

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa, 22 Desember 2020. Esai ini karya Nurmadi H. Sumarta, mahasiswa Program Doktor Ilmu Lingkungan dan dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

Natal dan Regulasi Pandemi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu, 26 Desember 2020. Esai ini karya Aloys Budi Purnomo, Pastor Kepala Campus Ministry Unika Soegijopranoto Semarang.

Kampus Hijau untuk Siapa?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu, 19 Desember 2020. Esai ini karya Suryanto, dosen di Fakultas Ekonomi dan Kepala Pusat Penelitian Lingkungan Hidup Universitas Sebelas Maret.

Sejarah Terapan dan Sejarawan Solutif

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu, 16 Desember 2020. Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret.

Ibu dalam Sejarah dan Tulisan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu, 23 Desember 2020. Esai ini karya Bandung Mawardi, kuncen Bilik Literasi.

Kapan Keluar dari Resesi Ekonomi?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin, 14 Desember 2020. Esai ini karya B.R.M. Bambang Irawan, mahasiswa Program Doktor Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

Korupsi Dua Menteri dan Kebangkitan KPK

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu, 12 Desember 2020. Esai ini karya Mohammad Jamin, dosen Sosiologi Hukum di Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret.