Tutup Iklan

Sindikat Pinjol Ilegal Kirim Teror Lebih dari 100.000 SMS per Hari

Para tersangka yang ditangkap Bareskrim ini berperan sebagai operator SMS blasting dan desk collection atau menagih utang secara virtual.

 Dua tersangka karyawan pinjol yang meneror warga Wonogiri hingga gantung diri diperiksa Bareskrim Polri, Kamis (21/10/2021). (Detikcom)

SOLOPOS.COM - Dua tersangka karyawan pinjol yang meneror warga Wonogiri hingga gantung diri diperiksa Bareskrim Polri, Kamis (21/10/2021). (Detikcom)

Solopos.com, JAKARTA – Komplotan pinjaman online (pinjol) ilegal mengaku mengirim short message service (SMS) berisi tagihan ke lebih dari 100.000 nomor handphone per hari.

Pengakuan itu disampaikan salah satu tersangka yang ditangkap di Tangerang, AY, 29.

“Sekitar 100.000 sampai 150.000 nomor, SMS. Campur promosi sama penagihan,” ujar AY saat ditemui Detikcom, di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis (21/10/2021).

Para tersangka yang ditangkap Bareskrim ini berperan sebagai operator SMS blasting dan desk collection atau menagih utang secara virtual.

Mereka ditangkap di berbagai tempat, mulai dari apartemen di Jakarta Utara hingga perumahan di Cengkareng, Jakarta Barat.

Baca Juga: Karyawan Pinjol Pemicu Warga Wonogiri Bunuh Diri Bergaji Rp15 Juta 

Tersangka lain, HH, 35, membeberkan cara kerja mereka dalam menyebarkan SMS untuk mempromosikan pinjol ilegal dan menyebar tagihan.

Semua alat hingga konten, sudah disediakan atasan mereka.

“Jadi awal mula kami siapkan laptop, wi-fi, dan alat modem pool. Alat modem pool (adalah) alat yang digunakan untuk kartu sim card yang kita dapat dari atasan kita, dan kartu sim card sudah teregistrasi dan sudah diaktivasi,” kata HH dalam kesempatan yang sama.

Koneksi Mesin

“Jadi pertama kami nyalain HP, koneksi ke semua mesin. Dan kedua kami akan memakai sim card. Kartu sim card kami colokin ke mesin. Mesin ini akan kami isi paket. Setelah isi paket SMS, maka otomatis kami akan hidupkan di software yang ada di PC. Setelah itu, SMS otomatis akan terkirim ke penerima-penerimanya,” sambungnya.

Sementara itu, HH membantah jika dirinya dianggap menebar teror kepada para nasabah.

Pasalnya, dia hanya bertugas mengirim SMS tanpa tahu isi konten dari SMS tersebut.

Baca Juga: Polisi Gerebek Kantor Pinjol Ilegal di Jakbar, 56 Karyawan Ditangkap 

“Kami bukan bagian neror. Kami hanya meneruskan SMS. Kami bukan yang neror. Kami bagian pemasaran, penagihan. Tapi (isi) dalam konten itu kita nggak tahu. Nggak bisa membaca apa yang dikirim,” imbuh HH.

Sebelumnya diberitakan, sindikat pinjol ilegal ini merupakan jaringan yang membuat seorang ibu di Wonogiri, Jawa Tengah, gantung diri karena terlilit utang.

“Itu nyangkut ke peristiwa yang di Wonogiri, Jateng. Mungkin teman-teman sudah tahu ada ibu-ibu yang meninggal gantung diri. Tim kami kemudian berangkat ke sana, kita explore, dari 23 pinjol nyangkut ke sini satu,” ujar Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Helmy Santika dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jumat (15/10/2021).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, ibu-ibu yang dimaksud merupakan wanita berinisial WI yang nekat bunuh diri di Kecamatan Giriwoyo, Wonogiri, Jateng, karena tidak sanggup melunasi utangnya.

WI diteror oleh para pelaku pinjol ilegal untuk melunasi utangnya.


Berita Terkait

Espos Plus

Mengenal Prawirodigdoyo, Sosok Penunggang Kuda di Simpang 4 Karanggede

+ PLUS Mengenal Prawirodigdoyo, Sosok Penunggang Kuda di Simpang 4 Karanggede

Kebanyakan warga salah kaprah dengan menganggap patung penunggang kuda di simpang empat Karanggede Boyolali adalah Pangeran Diponegoro, padahal sosok penunggang kuda itu adalah Raden Tumenggung Prawirodigdoyo.

Berita Terkini

Gunung Semeru Erupsi, BPBD Siapkan Evakuasi Warga

Gunung Semeru yang berada di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur (Jatim), mengeluarkan erupsi berupa awan panas dan hujan abu tebal.

Hasil Survei Pilpres Terbaru: Anies Teratas, Ganjar & Puan Turun

Hasil survei IPO terbaru terkait tingkat elektabilitas tokoh yang dikaitkan Pilpres 2024 menyatakan Anies Baswedan berada di urutan teratas, mengungguli Ganjar Pranowo.

Menko Airlangga Beri Apresiasi ke TNI dan Polri, Ini Alasannya

Terkendalinya kasus Covid-19 di Indonesia tidak terlepas dari akselerasi vaksinasi yang dilakukan dengan melibatkan TNI dan Polri.

Survei IPO Terbaru: Kepuasan pada Kinerja Presiden Jokowi Kian Turun

Hasil survei Indonesia Political Opinion atau IPO menyebutkan kepuasaan publik terhadap kinerja Presiden Joko Widodo atau Jokowi terus mengalami penurunan.

Cek Ya! Lihat Komet Leonard Selama Desember Ini Tanpa Bantuan Alat

Komet C/2021 A1 atau dikenal dengan Komet Leonard akan kelihatan di Indonesia sepanjang Desember 2021.

Terungkap! Ini Modus Pasutri Buka Panti Pijat Plus-Plus di Tangerang

Polda Banten mengungkap sindikat prostitusi berkedok panti pijat yang dibuka pasutri dan sudah beroperasional selama 5 tahun di ruko Tangerang.

10 Berita Terpopuler: Harga Tanah-Rumah Colomadu Tinggi-Geger Siskaeee

Kabar harga tanah dan rumah tinggi, khususnya di Kecamatan Colomadu dan ulah Siskaeee di Bandara YIA menjadi berita terpopuler di Solopos.com, Sabtu (4/12/2021).

Menolak Dikawal, Jenderal Hoegeng: Kalau Mau Mati Ya Mati

Mantan Presiden RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sempat memujinya dengan berkata,"Hanya ada 3 polisi jujur di negara ini yakni polisi tidur, patung polisi, dan Hoegeng".

Sejarah Hari Ini : 4 Desember 1829, Inggris Larang Ritual Sati di India

Berbagai peristiwa penting terjadi pada 4 November salah satunya pelarangan ritual Sati seperti terangkum dalam Sejarah Hari Ini.

Resmi, Polri Larang Kerumunan Natal dan Tahun Baru 2022

Jika dalam penerapan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 62 Tahun 2021 ada temuan pelanggaran maka petugas akan melakukan pembinaan hukum.

Partai Gerindra Bukan Partai Kos-Kosan, Maksudnya?

Muzani mengatakan, Jawa Barat telah menjadi "kandang" Prabowo dan Gerindra sejak Pemilu 2014-2019.

Bangga, Kolam Selam Terdalam se-Asia Tenggara Ternyata Milik Kopassus

Kolam yang biasa digunakan berlatih pasukan katak (Paska) Kopassus ini mempunyai kedalaman 16 meter.

Imigrasi Bandara Soetta Tolak 19 WNA, Ini Penyebabnya

Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Soekarno-Hatta, menolak 19 WNA yang akan masuk ke wilayah Indonesia.

Tengok Haji Lulung, Zulhas: Persaudaraan di Atas Politik

Kedatangan Zulhas dan Eko Patrio ini disambut bahagia oleh Haji Lulung dan keluarga.

Surat Pengangkatan 57 Eks Pegawai KPK sebagai ASN Polri Terbit

Setelah Perpol terbit, pengangkatan 57 eks pegawai KPK menjadi ASN Polri masih perlu disosialisasikan sebelum resmi menjadi ASN.

Mantap! Polda Kalsel Ringkus Mafia Tanah

Ada pihak yang mengaku sebagai pemilik sah tanah dengan menunjukkan dokumen asli dan tidak pernah memberikan kuasa jual kepada kedua tersangka