Simulasi Belajar Tatap Muka SD di Solo Bareng Imunisasi
Ilustrasi sekolah (freepik)

Solopos.com, SOLO — Simulasi kegiatan belajar tatap muka bagi pelajar di Kota Solo rencananya dilakukan September hingga Oktober mendatang.

Khusus untuk siswa SD di Solo, simulasi belajar tatap muka dilakukan berbarengan dengan bulan imunisasi anak sekolah (BIAS). Hal itu seperti diungkapkan oleh Ketua Pelaksana Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Solo.

PJJ Siswa SDN Mojo Solo Ini Tak Pakai HP Apalagi Kuota Internet, Cukup Handy Talky!

Untuk diketahui, setiap tahun, BIAS berlangsung pada Agustus dan November. Karena Pandemi Covid-19, agenda rutin itu molor dari jadwal seharusnya.

“Kapan tepatnya mulai tatap muka masih dikaji. Saat ini kami baru menggodok simulasi yang dibarengkan dengan BIAS. Dinas Kesehatan akan memanggil anak-anak ke sekolah untuk imunisasi, bergantian. Saat imunisasi itu, sekalian sosialisasi protokol kesehatan,” terang Ahyani di Solo, Rabu (26/8/2020).

Ahli Operasi Plastik Korea Ungkap Wajah Idol K-Pop Paling Banyak Ditiru

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih, mengatakan sasaran BIAS adalah siswa sekolah kelas I, II, dan V.

“Rencananya, kami menggelar imunisasi vaksinasi campak (Measles) dan Rubella (MR) untuk siswa kelas I pada September. Sedangkan pada November, menyasar siswa kelas I untuk imunisasi DT (Difteri Tetanus), lalu siswa kelas II dan V mendapatkan vaksin Td (Tetanus difteri). Ini kami sampaikan Wali Kota dan Sekda agar rencana tersebut diberi izin, termasuk koordinasi dengan Dinas Pendidikan (Disdik),” jelas Ning, sapaan akrabnya, Rabu.

Pengantaran dan Penjemputan Siswa

Sebelumnya, Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, mengatakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) masih bakal dilaksanakan hingga Desember 2020 dan pembelajaran atau belajar tatap muka baru dimulai Januari 2021 meskipun kondisi situasi Covid-19 Solo membaik.

Sebelum belajar tatap muka dimulai, pihaknya akan menggelar simulasi di sekolah maupun di luar sekolah, salah satunya pada pengantaran dan penjemputan siswa.

Berat Badan Wanita Ini Naik 54Kg, Ternyata Gara-Gara Tumor Ovarium

Hal ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana kesiapan semua pihak dalam menjalani protokol kesehatan pencegahan persebaran Covid-19.

Sehingga jika pembelajaran tatap muka sudah diterapkan, risiko-risiko penularan Covid-19 benar-benar diminimalkan.

"Memang karena masih anak-anak, jadi pasti sulit dilarang. Kami akan jadikan itu sebagai bahan simulasi. Simulasi tidak hanya di sekolah, tapi mulai berangkat sampai pulang sekolah," terang Rudy, sapaan akrabnya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom