Pengendara sepeda motor tidak memakai helm dan menerobos alat pemberi isyarat lalu lintas (APILL) saat masih berwarna merah di perempatan Jl. Ki Hajar Dewantara, Ngoresan, Jebres, Solo, Jumat (15/2/2019). (Solopos/Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO -- Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo segera memasang kamera pengawas atau closed circuit television (CCTV) di berbagai lokasi di Kota Solo. Salah satu kawasan yang menjadi prioritas Dishub yakni Simpang Ngoresan atau sebelah utara pintu gerbang Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo.

Kepala Dishub Kota Solo, Hari Prihatno, saat ditemui Solopos.com di ruang kerjanya, Rabu (27/2/2019), mengatakan saat ini Dishub memiliki 13 kamera pengawas yang belum terpasang. Ia merencanakan kamera itu dipasang di lokasi strategis.

“Lokasi strategis seperti Balai Kota yang butuh penambahan kamera CCTV, Taman Monumen 45 Banjarsari. Kalau lokasi rawan pelanggaran di Simpang Ngoresan, kawasan ini banyak masukan dari masyarakat untuk dilakukan penertiban,” ujarnya.

Pemasangan kamera CCTV juga sebagai langkah pengamanan. Kamera pengawas milik Dishub terkoneksi dengan ruang kontrol alat pemberi isyarat lalu lintas (APILL) yang dapat diintervensi. Selain itu, kamera dilengkapi dengan pengeras suara sehingga apabila dibutuhkan petugas dapat langsung memberikan imbauan dari ruang kontrol.

Kasi Pusat Pengendalian dan Pengembangan Lalu Lintas, Surya Dewantara, mengatakan penambahan pemasangan kamera CCTV akan dipasang di ruas jalan protokol pada setiap simpang. Hal itu untuk menangkap citra dari setiap arah simpang.

Menurutnya, walaupun kamera CCTV yang dipasang berkualitas bagus, penambahan pada setiap ruas jalan di setiap simpang masih sangat diperlukan. Selain untuk manajemen rekayasa lalu lintas, pemasangan CCTV berkaitan dengan kegunaan lain seperti mendukung keamanan dan ketertiban Kota Solo.

"Penambahan pertama Jl. Slamet Riyadi pada ruas jalan simpang, kalau Simpang Ngoresan itu sudah pasti di sana tingkat pelanggaran termasuk paling tinggi di Kota Solo,” ujarnya.

Sebanyak 13 kamera pengawas milik Dishub akan menambah 66 lokasi kamera pengawas yang telah terpasang sebelumnya. Rencana pemasangan kamera CCTV di Jl. Slamet Riyadi saat ini tengah memasuki tahapan survei lokasi.

Namun, pemasangan CCTV di Simpang Ngoresan belum dilengkapi dengan announcer atau alat pengeras suara. Rencananya, pemasangan pengeras suara itu dilakukan tahun depan.

Ia mencontohkan ketika petugas ruang kontrol Dishub melihat ada pelanggaran parkir maka announcer akan memberikan imbauan. Ketika imbauan tidak dipedulikan petugas di lapangan akan menindak pengendara itu.

Terkait pelanggaran lalu lintas di Simpang Ngoresan ia menyerahkan hal itu kepada Satlantas Polresta Surakarta. “Kami akan koordinasikan ke Satlantas Polresta untuk penindakannya," jelas dia.

Pemasangan APILL di Simpang Ngoresan itu, menurut Surya, didasarkan pertimbangan kebutuhan dan permintaan warga. Namun saat proses pemasangan dan sosialisasi Dishub menemukan kecenderungan yang berbeda dengan simpang lain.

"Seperti tidak ada artinya APILL itu, padahal tingkat potensi kecelakaannya tinggi. Yang jelas pimpinan telah memberikan arahan terkait keluhan masyarakat tentang simpang itu,” imbuhnya.

Ia menambahkan akan berkoordinasi dengan Satlantas Polresta Surakarta untuk menyelesaikan persoalan seringnya pengendara yang menerobos APILL di lokasi itu. Tak menutup kemungkinan, akan dilakukan tahapan awal sosialisasi ulang dan setelah itu penindakan berupa tilang.

Selain itu, pada tahun ini Dishub akan ada pengadaan kamera pengawas baru yang saat ini baru tahapan awal kajian lokasi. Nantinya, pengadaan kamera pengawas baru itu akan membantu dalam kesiapsiagaan bencana kaitannya dengan pemantauan tinggi air di beberapa lokasi pintu air Kota Solo. Ia memprakirakan pada Juni pemasangan CCTV baru itu dapat terealisasi.



Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten