Simak Lur, Ini Aturan Penting PPKM Darurat di Karanganyar

Instruksi Bupati (Inbup) Karanganyar No.180/21/2021 memuat tentang poni-poin penerapan PPKM Darurat di Karanganyar.

 Bupati Karanganyar, Juliyatmono. (Karanganyarkab.go.id)

SOLOPOS.COM - Bupati Karanganyar, Juliyatmono. (Karanganyarkab.go.id)

Solopos.com, KARANGANYAR — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar menerbitkan Instruksi Bupati (Inbup) Karanganyar No.180/21/2021 tentang Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Corona Virus Disease 2019.

PromosiTelan 155 Korban Jiwa, Begini Kedahsyatan Banjir di Soloraya pada 1966

Surat tersebut menindaklanjuti Instruksi Menteri Dalam Negeri No.15/2021 tentang hal yang sama di wilayah Jawa dan Bali.

Solopos.com merangkum poin-poin penting pembatasan yang dilakukan pemerintah selama PPKM Darurat mulai Sabtu (3/7/2021) hingga Selasa (20/7/2021) tersebut.

Baca juga: Inilah Kiprah Rachmawati Soekarnoputri di Dunia Politik dan Pendidikan

Scara umum aturan PPKM Darurat di Karanganyar  mengikuti aturan pusat, di antaranya kegiatan belajar mengajar (sekolah, perguruan tinggi, akademi, tempat pendidikan/pelatihan/les) secara daring. Selain itu, ada beberapa penekanan lainnya, seperti:

1. Melarang tatap muka dalam bentuk apapun (visitasi, penyerahan tugas, ekstrakurikuler, dan lain-lain) di lembaga pendidikan.

2. Kegiatan sektor nonesensial wajib 100% work from home (WFH). Contoh sektor ini adalah bioskop, pusat kebugaran, tempat perawatan, salon kecantikan, spa, tempat pijat, arena bermain, museum, galeri seni, tempat konser, dan lain-lain.

3. Sektor pemerintahan yang memberikan pelayanan publik diberlakukan 25% WFO dengan prokes.

Baca juga: PPKM Darurat: Jam Operasional KRL Jogja-Solo Dikurangi, KA Prameks Dihentikan

Ketentuan Perusahaan Logistik

4. Sektor kesehatan, keamanan, logistik, dan lain-lain berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat sehari-hari 100% WFO dengan prokes ketat.

5. Supermarket, toko modern, pasar tradisional, toko kelontong, pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari dibatasi operasional hingga 17.00 WIB. Kapasitas pengunjung 50%.

6. Menurut aturan PPKM Darurat Karanganyar, apotek dan toko obat dapat buka 24 jam.

7. Kegiatan makan/minum di restoran, rumah makan, warung makan, kafe, pedagang kaki lima, lapak jualan, dan sejenisnya hanya menerima delivery/take away. Tidak boleh makan/minum di tempat.

Baca juga: Resep Tengkleng Kambing Enak Khas Solo, Cocok Buat Menu Iduladha

8. Pusat perbelanjaa/mal/pusat perdagangan tutup sementara kecuali akses ke restoran, supermarket dan pasar swalayan yang menyediakan kebutuhan pokok sehari-hari (bisa buka sampai pukul 17.00 WIB dan tidak boleh makan di tempat).

9. Kegiatan konstruksi diizinkan 100% dengan prokes sesuai aturan PPKM Darurat di Karanganyar.

10. Tempat ibadah tutup sementara.

11. Fasilitas umum (area publik, alun-alun, lapangan, taman umum, tempat wisata umum, dan area publik lainnya) tutup sementara.

Baca juga: Kunci Kemenangan Italia, Lorenzo Insigne Star of The Match

Aturan Resepsi Pernikahan

12. Kegiatan seni, budaya, olahraga, sosial kemasyarakatan berpotensi menimbulkan kerumuman tutup sementara.

13. Aturan PPKM Darurat Karanganyar berkikutnya transportasi umum dan kendaraan sewa diberlakukan kapasitas 70%.

14. Resepsi pernikahan dihadiri maksimal 30 orang dan tidak makan/minum di tempat. Makan/minum disediakan untuk dibawa pulang (banyumili).

15. Aktivitas masyarakat di luar rumah dibatasi hingga pukul 17.00 WIB, kecuali untuk kepentingan darurat.

16. Masyarakat diimbau mulai pukul 18.00 WIB membaca kitab suci agama masing-masing dan berdoa sebagai wujud ikhtiar secara spiritual agar pandemi Covid-19 berangsur-angsur turun.

Baca juga: Unai Simon Star of The Match Swiss Vs Spanyol

Pada Inbup juga disebutkan pelaku usaha, restoran, pusat perbelanjaan, transportasi umum yang melanggar ketentuan PPKM Darurat di Karanganyar tersebut dikenakan sanksi administratif sampai penutupan usaha sesuai ketentuan.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Karanganyar, Yopi Eko Jati Wibowo, menyampaikan Inbup sudah disosialisasikan melalui media sosial dan aplikasi berjejaring.

“Tidak ada alasan tidak tahu ada aturan itu. Kami lakukan sanksi bertahap. Mulai dari persuasi. Kalau besok masih ngeyel, peringatkan. Kalau ngeyel lagi, tutup saja. Kalau masih ngeyel, cabut izin usaha. Ada aturan jelas soal itu,” tutur Yopi saat dihubungi Solopos.com, Sabtu (3/7/2021).

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Pencanangan 2022 Sebagai Tahun Toleransi Belum Dipahami Publik

+ PLUS Pencanangan 2022 Sebagai Tahun Toleransi Belum Dipahami Publik

Pencanangan 2022 sebagai tahun toleransi menemukan momentum tepat. Segregasi sosial dan pertentangan luas di masyarakat akibat politik identitas pada 2017 dan 2019 tidak boleh terulang pada 2024.

Berita Terkini

Tenaga Honorer akan Dihapus, Jekek: Pemkab Wonogiri Masih Butuh

Bupati Joko Sutopo mengatakan peran tenaga honorer sangat membantu organisasi perangkat daerah (OPD) dalam menyelesaikan berbagai tugas.

Roadshow dan Podcast, Upaya Bawaslu Boyolali Ajak Warga Awasi Pemilu

Selain menyosialiasikan lewat media sosial yang dimiliki Bawaslu Boyolali, ada program lain bagi pemilih pemula seperti Bawaslu Goes to School atau roadshow ke sekolah-sekolah.

Ini Detik-Detik 2 Pemotor Terperosok Jembatan Ambrol di Kedawung Sragen

Seorang pedagang sayur dan pengguna jalan terjungkal di Jembatan Dungluwak yang ambrol pada Jumat (28/1/2022) dini hari WIB.

2 Perempuan Diduga PSK Online Ditangkap di Solo, Salah Satunya ABG

Dua perempuan diduga pekerja seks komersial atau PSK online tertangkap bersama teman kencan mereka di salah satu rumah indekos kawasan Serengan, Solo.

Ini Aturan yang Bikin Tenaga Honorer Ketir-Ketir akan Nasib Mereka

Pemerintah mengeluarkan PP No 49/2018 tentang Manajemen PPPK yang mengatur penghapusan tenaga honorer.

Perusahaan Listrik Pertama Indonesia Ada di Solo?

Perusahaan listrik swasta yang didirikan pihak Kadipaten Mangkunegaran yang berbasis di Kota Solo, Jawa Tengah, menjadi salah satu yang tertua di Indonesia.

Ambyar... Pagar Tembok SMAN 1 Kemusu Boyolali Jebol Diterjang Banjir

Hujan deras berlangsung lebih dari dua jam, air yang awalnya tertahan akhirnya mampu menjebol pagar SMAN 1 Kemusu yang terbuat dari tembok.

Pemkab Sragen Tanggung Biaya Pengobatan Korban Jembatan Ambrol

Dua orang jadi korban Jembatan Dluwek di Kedawung, Sragen, yang ambrol. Pemkab Sragen akan menanggung biaya pengobatan kedua korban.

Asal Usul Sejarah Palur, Bermula dari Gazebo di Pertigaan Jalan

Berikut ini cerita asal usul dan sejarah dari Desa Palur yang ternyata ada kaitannya dengan gazebo di pertigaan jalan dan Mbah Mbenggol.

Kisah Kiai Konang, Senopati Majapahit Jadi Asal Usul Bekonang

Sosok Kiai Konang, senopati Kerajaan Majapahit, konon berkaitan dengan sejarah asal-usul Desa Bekonang di Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

Kantor J&T Cargo Masaran Sragen Dibobol Maling, Ini Nopol Motor Pelaku

Kantor J&T Cargo di Masaran, Sragen dibobol maling. Aksi pelaku terekam kamera CCTV.

Jembatan Dungluwak Sragen Amblek, 2 Pengendara Motor Jadi Korban

Jembatan Dungluwak di Desa Celep, Kedawung, Sragen amblek, Jumat (28/1/2022), pukul 02.30 WIB sehingga mengakibatkan dua orang pengendara motor menjadi korban.

Warga Mondokan Sragen Ditemukan Meninggal di Rumah, Serangan Jantung?

Seorang warga Kecamatan Mondokan, Sragen, Muhammad Yono Ngatimin, 48, ditemukan meninggal di rumahnya pada Kamis (27/1/2022) pukul 18.30 WIB karena serangan jantung.

Para Perempuan yang Bekerja Tanpa Pengaman

Kenapa pelecehan seksual dan pemerkosaan belum dipandang sebagai salah satu bentuk kecelakaan kerja?

Bawa Kabur Pikap dan Jahe, Pasutri Asal Cepogo Boyolali Dibekuk Polisi

Awalnya pasutri pencuri jahe tersebut akan bertemu dengan warga Ponorogo penjual jahe di Sunggingan, Boyolali, namun kemudian berpindah ke Madu, Mojosongo.