Simak, Ini 8 Sasaran Utama Polisi pada Operasi Patuh Candi
ilustrasi kecelakaan lalu lintas. (Solopos-Dok)

Semarangpos.com, SEMARANG – Aparat Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah (Jateng) saat ini menggelar Operasi Patuh Candi 2018. Operasi yang digelar untuk menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas  menjelang Ramadan dan Lebaran 2018 itu digelar selama 14 hari, mulai 26 April-9 Mei 2018.

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jateng, Kombes Pol. Bakharuddin Muhamadsyah, mengatakan ada delapan sasaran pelanggaran yang menjadi prioritas untuk diberikan tindakan tegas selama Operasi Patuh Candi kali ini. Kedelapan sasaran itu adalah pengemudi yang melawan arus, berboncengan lebih dari satu, pengemudi di bawah umur, pengemudi tidak menggunakan helm, pengemudi yang di bawah pengaruh minuman keras, pengendara tidak menggunakan sabuk pengaman, pengemudi yang melebihi batas kecepatan hingga pengemudi yang menggunakan handphone (HP) saat berkendara.

Pengendara yang kedapatan melakukan satu dari delapan pelanggaran itu pun bakal dikenai teguran maupun mendapat surat bukti pelanggaran (tilang). Aparat kepolisian tidak akan melunak meski pun pengendara yang menggunakan handphone saat berkendara itu merupakan sopir taksi maupun ojek online.

 “Sudah ada pasalnya [Pasal 106 UU No.22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan]. Jadi tetap akan kami tindak. Itu masuk sasaran prioritas kami, termasuk pengguna kendaraan di bawah umur,” ujar Bakharuddin saat dijumpai wartawan seusai mengikuti upacara gelar pasukan Operasi Patuh Candi di halaman Mapolda Jateng, Kamis (26/4/2018).

Polda Jateng memang akan bertindak tegas dalam menangani sederet pelanggaran lalu lintas. Hal itu dilakukan guna menekan tingkat pelanggaran lalu lintas yang kerap menyebabkan kecelakaan hingga jatuhnya korban jiwa.

Dari data yang diperoleh Semarangpos.com dari Humas Polda Jateng, selama triwulan I 2018 sudah ada sekitar 4.177 kecelakaan lalu lintas di Jateng. Jumlah ini naik sekitar 23% dibanding periode yang sama pada 2017 lalu, yakni 4.154 kasus kecelakaan.

Dari jumlah kecelakaan sebanyak itu, 956 orang di antaranya meninggal dunia. Sementara, 26 orang di antaranya mengalami luka serois dan 4.924 orang di antaranya mengalami luka ringan. Total kerugian yang dialami dalam kecelakaan di Jateng selama 2018 itu mencapai Rp3,2 miliar atau lebih tinggi sekitar Rp281 juta dibanding periode yang sama pada 2017 lalu.

Sementara itu, jumlah pelanggaran lalu lintas selama triwulan I 2018 di Jateng mencapai 799.645 kasus. Dari kasus sebanyak itu, 434.829 di antaranya berujung pada pemberian surat tilang, sedangkan sisanya hanya dilakukan peringatan atau teguran.

“Angka kecelakaan di Jateng masih tinggi. Bahkan akibat kecelakaan itu, sekitar 10-11 orang meninggal setiap harinya. Rata-rata kecelakaan didominasi pengendara kendaraan roda dua, di mana sebagian besar korban merupakan kalangan usia produktif, berusia 17-39 tahun,” terang Bakharuddin.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho