Silpa APBD 2020 Sragen Rp342,58 Miliar

Nilai Silpa tertinggi berada di kas daerah yang mencapai Rp276,44 miliar. Silpa tersebut hampir sama dengan Silpa 2019 yang mencapai Rp376,28 miliar.

 Ilustrasi anggaran (freepik.com)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi anggaran (freepik.com)

Solopos.com, SRAGEN—Sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa) APBD 2020 Kabupaten Sragen mencapai Rp342,58 miliar. Nilai Silpa tertinggi berada di kas daerah yang mencapai Rp276,44 miliar. Silpa tersebut hampir sama dengan Silpa 2019 yang mencapai Rp376,28 miliar.

Angka Silpa tersebut terungkap dalam pengantar Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2020 yang tersampai dalam pidato Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati di rapat paripurna DPRD Sragen, Senin (7/6/2021). Silpa yang cukup besar itu terjadi lantaran ada sejumlah belanja daerah yang tidak terserap 100%, meskipun secara umum serapan anggaran sudah di atas 90%.

Bupati menyebut belanja pegawai dari rencana anggaran Rp1,1 triliun hanya terserap Rp955,08 miliar atau 86,29%. Porsi belanja pegawai terhitung paling tinggi dibandingkan belanja lain tetapi yang tidak terserap sebanyak Rp151,7 miliar. Kemudian dari belanja barang dan jasa, Bupati menyebut terealisasi Rp421,28 miliar atau 94,65% dari rencana Rp445,08 miliar. Penyerapan belanja hibah dan belanja bantuan sosial sudah mendekati angka 100%.

“Belanja tidak terduga yang paling rendah serapannya, yakni hanya Rp39,7 miliar atau 38,09% dari total anggaran Rp104,26 miliar. Kalau realisasi belanja lainnya relatif rata-rata di atas 90%. Silpa itu masih bisa terpakai semua. Seperti Silpa 2019 yang juga terpakai habis. Beginilah sistem penganggaran itu dan tahu bagaimana menggunakan uang itu sedangkan pada 2020 itu paling sulit untuk mencari pendapatan,” ujar Yuni, sapaan akrab Bupati, saat ditemui , Senin.

Modal Pembangunan

Yuni berpendapat dengan Silpa yang besar berarti Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen memiliki modal yang cukup untuk menata pembangunan di 2021 karena Silpa itu untuk pembelanjaan di tahun ini. Penggunaan Silpa itu, terang dia, tidak untuk kegiatan khusus tetapi kegiatan-kegiatan yang sudah terencana dalam APBD 2021.

Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) DPRD Sragen Fathurrohman menyampaikan Silpa yang besar itu terjadi karena keterlambatan transfer dana APBN ke daerah karena adanya mekanisme keuangan dari pusat. Dia mencontohkan dana bantuan operasional sekolah (BOS) dan dana alokasi khusus (DAK) sering kali terlambat transfernya dari pusat.

“Keterlambatan itu bisa karena juklak [petunjuk pelaksanaan] dan juknis [petunjuk teknis] belum jelas di daerah. Di sisi lain ada persyaratan dari pusat, seperti ketika tidak memenuhi ketentuan dana refocusing untuk penanganan Covid-19 maka dana dari pusat terhenti. Apalagi dengan sistem keuangan yang baru menjadi kendala di daerah,” jelasnya.

Berita Terkait

Berita Terkini

Harga Minyak Goreng di Klaten Masih Rp21.000 per Liter, Pedagang Pusing

Harga minyak goreng kemasan di pasar tradisional masih berada pada kisaran Rp19.500-Rp21.000 per liter.

Retribusi Fasilitas Manahan & Sriwedari Solo Naik, Termasuk Kamar Mandi

Tarif retribusi penggunaan fasilitas rekreasi dan olahraga termasuk Stadion Manahan dan Stadion Sriwedari Solo naik mulai awal tahun ini.

Puan Dijadwalkan Hadiri Peresmian Jembatan Gantung Girpasang

Selain ke Girpasang, rombongan Puan Maharani beserta sejumlah anggota DPR dijadwalkan mengunjungi wilayah Polanharjo, Klaten.

Masuk Kamar Tanpa Busana, Ayah Bejat Ini Tunggu Anak Tiri Selesai Mandi

Pelaku bersembunyi di kamar anak tirinya tanpa busana, menunggu korban selesai mandi. Untungnya aksi pencabulan itu gagal, pelaku ditangkap Polres Karanganyar.

Pasar Legi Solo Banjir, Pedagang: Ngarep Kios Banyune Gumrojog Lur!

Bangunan baru Pasar Legi Solo malah tergenang banjir sehari menjelang peresmian yang dijadwalkan pada Kamis (20/1/2022).

Binda Jateng Alokasikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Anak-Anak Kartasura

Total vaksinasi anak se-Kartasura dari total 10.000 target anak sudah mencapai sekitar 70 persen per Selasa (18/1/2022).

Sering Tak Dilayani Istri, Pria Tasikmadu Berusaha Cabuli Anak Tiri

Seorang ayah asal Tasikmadu, Karanganyar, berupaya mencabuli anak tirinya yang baru selesai mandi. Beruntung aksi bejat pelaku gagal.

Kades Gondang Harap Pemkab Sragen Jadi Bangun Pasar Mbah Gajah

Kades Gondang berharap pernyataan Bupati Sragen yang ingin membangun Pasar Mbah Gajah bisa terealisasi untuk menghapus stigma negatif, yakni sebagai tempat mangkal PSK.

Patroli Pakai Helm Kopek, Polisi Klaten Beri Tilang 932 Pengendara

Saat melanggar peraturan lalu lintas, aksi ratusan pengendara kendaraan terekam helm dengan kamera portabel penindakan kendaraan bermotor (Kopek).

Kasus Perampokan Maut di Gudang Rokok Serengan Solo Segera Disidangkan

Polresta Solo telah melakukan pelimpahan tahap II kasus perampokan gudang rokok di Jl Brigjen Sudiarto, Joyotakan, Serengan, ke Kejari Solo.

Belum Diresmikan, Bangunan Baru Pasar Legi Solo Malah Kebanjiran

Bangunan baru Pasar Legi Solo yang baru mulai ditempati pedagang dan belum diresmikan kebanjiran saat hujan deras pada Rabu (19/1/2022) siang.

Di Tangan Ibu RT Asal Palur Ini, Minyak Jelantah Bisa Jadi Cuan

Seorang ibu rumah tangga asal Palur, Karanganyar membuka usaha penampungan minyak jelantah yang bisa ditukarkan dengan uang. Siapa saja bisa menukarkan minyak jelantah mereka di sini.

Butuh Waktu 10 Menit, Duo Pemuda Ini Bobol 30 Kotak Infak di Klaten

Saat beraksi, paa tersangka menggunakan 19 anak kunci palsu dan obeng.

Masih Ada 3 Pasar di Sukoharjo Belum Direvitalisasi, Ini Daftarnya

Pemkab Sukoharjo berupaya membangun ekonomi kerakyatan dengan merevitalisasi pasar tradisional.

Gegara Ini Kantor Kesbangpol dan Disnakan Sragen Kebanjiran

Kantor Badan Kesbangpol dan Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Sragen kebanjiran pada Selasa (19/1/2022) disebabkan drainase yang tidak lancar.