SILATURAHMI POLISI-PERS MADIUN : Polisi Bungkam untuk Sebuah Kasus, Inilah Penjelasannya?

SILATURAHMI POLISI-PERS MADIUN : Polisi Bungkam untuk Sebuah Kasus, Inilah Penjelasannya?

SOLOPOS.COM - Wartawan Kota Madiun tengah berbincang santai dengan Kapolres setempat, AKBP Agus Yulianto (dua dari kanan). (JIBI/Solopos/Aries Susanto)

Silaturahmi polisi-pers Madiun membahas banyak hal, salah satunya tentang alasan polisi harus tutup mulut atas sebuah kasus yang tengah ditangani.

Madiunpos,com, KOTA MADIUN – Sejumlah pekerja media di Kota Madiun membahas sejumlah persoalan hukum jajaran aparat Polres Kota Madiun. Dalam perbincangan yang berlangsung rileks tersebut, membahas sejumlah kasus  yang terkadang susah untuk dimintakan konfirmasi.

Salah satu wartawan Duta, Agus menyampaikan bahwa selama ini hubungan antara polisi dan media cukup baik. Namun, dalam kesempatan tertentu ada hal-hal yang membuat kalangan pers tak nyaman, salah satunya susahnya meminta konfirmasi.

“Dalam kasus-kasus tertentu, kadang kita hanya meminta statemen normatif saja susah. Nah, ini yang menjadi gerundelan rekan-rekan pers,” ujarnya dalam acara silaturahmi di mapolres setempat, Senin (18/5/2015).

Kapolres Kota Madiun, AKBP Agus Yulianto  mengakui bisa memaklumi hal itu. Menurutnya, apa yang dialami insan pers itu sebenarnya juga dialami polisi. Selama ini, kata dia, ketika sebuah kasus berhasil diungkap polisi, namun keburu keluar di media, justru mempersulit penyidik dalam mengembangkan kasus.

“Karena pelaku biasanya langsung kabur setelah keluar di media. Dan kami kesulitan mengembangkan kasus. Padahal, kami ingin menangkap jaringannya, seperti dalam kasus narkoba mislanya,” paparnya.

Hal inilah yang membuat aparat polisi harus memilih bungkam untuk sementara di depan media. Tujuannya bukan bermaksud menutup akses informasi, melainkan untuk kepentingan pengungkapan kasus yang lebih besar.

Namun, tegas Agus, dalam sejumlah kasus yang terbilang kecil dan tak melibatkan sindikat, pihaknya siap dimintai konfirmasi kapan pun. Baik melalui sms, telpon atau BBM. “Saya bisanya meminta waktu untuk koordinasi dengan anak buah saya terkait kasus itu. Silakan, kami terbuka,” paparnya.

Berita Terkait

Berita Terkini

Para Selebritas Mualaf Ini untuk Kali Pertama Rayakan Lebaran

Sejumlah selebritas mualaf ini untuk kali pertama merayakan Lebaran.

Selama Ramadan, 300 PGOT Ditangkap Satpol PP Solo, 2 Eksploitasi Anak

Satpol PP Kota Solo selama Ramadan dan Hari H Lebaran menangkap sebanyak 300 pengemis, gelandangan, dan orang terlantar atau PGOT di Kota Solo.

H+2 Lebaran, Arus Lalu Lintas ke Wisata Kemuning-Tawangmangu Macet Lur!  

Arus kendaraan menuju ke jalur wisata Ngargoyoso dan Tawangmangu pada H+2 Lebaran atau Sabtu (15/5/2021) mengalami kenaikan signifikan.

Bagi-Bagi Kupat Jembut di Tradisi Syawalan Khas Semarang

Dalam Bahasa Jawa, kata jembut mungkin memiliki kesan vulgar. Namun jembut di sini rupaya adalah jenis makanan.

Perahu Wisata di Waduk Kedung Ombo Kemusu Boyolali Tenggelam Diduga Kelebihan Muatan

Kecelakaan air terjadi di Waduk Kedung Ombo kawasan Dukuh Bulu, Desa Wonoharjo, Kecamatan Kemusu, Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu (15/5/2021) siang sekitar pukul 11.30 WIB.

Permasalahan Pembayaran THR Banyak Dialami UMKM, Pemerintah Harus Hadir

Pemerintah harus hadir secara langsung untuk menangani masalah pembayaran THR keagamaan bagi perusahaan-perusahaan di segmen UMKM yang tidak mampu melakukan pembayaran sesuai ketentuan.

Perahu Wisata di Waduk Kedungombo Kemusu Boyolali Tenggelam, 9 Orang Hilang

Sembilan penumpang perahu wisata di Waduk Kedungombo, Kemusu, Boyolali, yang tenggelam, Sabtu (15/5/2021) hilang.

Grebeg Ketupat, Tradisi Perayaan Lebaran Khas Magelang

Indonesia memiliki tradisi Lebaran yang unik di setiap daerah. Salah satunya Tradisi Grebeg Ketupat di Kabupaten Magelang.

Petugas Rutan Solo Temukan Handphone, Diduga Dilempar dari Luar Dinding Rutan

Petugas Rutan Kelas I A Solo kembali menggagalkan percobaan penyelundupan benda terlarang di dalam Rutan Solo

Ribuan Pengunjung Serbu Ndayu Park Sragen di H+2 Lebaran

Ribuan warga berlibur ke objek wisata Ndayu Park Sragen pada H+2 Lebaran, Sabtu (15/5/2021).

Terminal Sukoharjo Sepi, Hanya PO Lokal yang Beroperasi

Sepinya penumpang bus di Terminal Sukoharjo terjadi sejak pengetatan aturan perjalanan mulai 22 april-5 Mei.

Pasar Tunggu Kebangkitan Kerajinan Kuningan Juwana

Juwana merupakan Kecamatan yang menghubungkan Kota Pati dan Kota Rembang.  Di Kecamatan ini pula dikenal sebagai penghasil kerajinan kuningan, yang dikenal dengan Kuningan Juwana.