Sigid Akhirnya Lepas 20% Sahamnya di Persis Solo
Mantan bos Persis Solo, Sigid Haryo Wibisono (kanan) bersalaman dengan para pemain saat perayaan ulang tahunnya yang ke-51 di Jakarta tahun 2017 lalu. (istimewa/twitter Persis Solo)

Solopos.com, SOLO — Sebanyak 90% saham Persis Solo diyakini bakal segera beralih ke pemilik baru. Setelah Vijaya Fitriyasa dikabarkan telah melego 70% sahamnya di PT Persis Solo Saestu (PSS), kini PT Syahdhana Property Nusantara (SPN) giliran menawarkan 20% sahamnya pada para pendiri PT PSS dan tim internal anggota Persis.

Perusahaan milik mantan bos Persis, Sigid Haryo Wibisono, itu bakal melego sahamnya ke pihak ketiga jika penawarannya ke pemilik saham lain di PT PSS tidak direspons. Hal itu terkuak setelah mereka memberikan surat penawaran saham bernomor 23/SU/SPN/II/2021 yang ditandatangani Direktur Utama PT SPN, Dedi M. Lawe, 1 Februari 2021.

Dalam surat itu, PT SPN menyatakan akan melepas seluruh sahamnya yakni 1.000 lembar saham (20% dari dari saham PT PSS). Penawaran tersebut berlaku hingga 30 hari sejak surat dibuat atau hingga 2 Maret 2021.

Baca Juga: Warga Desa Tubokarto Wonogiri Minta Penebangan Pohon di Hutan Milik Perhutani Dihentikan

Dikonfirmasi Solopos.com, Senin (15/2/2021), Dedi M. Lawe membenarkan surat penawaran tersebut. “Betul. Sesuai UU Perseroan Terbatas, kami harus menawarkan terlebih dulu pada pemegang saham lain,” ujar Dedi.

PT SPN telah menyurati pemilik 10% saham PT PSS yang terdiri dari para pendiri PT serta 26 klub internal. Dedi mengatakan saham PT SPN baru akan dilego ke pihak ketiga apabila tidak ada respons dari pemilik saham lain hingga tenggat yang ditentukan.

Kabar dilegonya saham PT SPN cukup mengejutkan mengingat sebelumnya mereka disebut bakal mempertahankan 20% saham di Persis. PT SPN bahkan disebut pernah menolak penawaran pihak ketiga yang dikabarkan telah mengakuisisi 70% saham milik Vijaya.

Sesuai Aturan

Disinggung mengenai hal itu, Dedi menegaskan PT SPN berkiblat pada aturan yang berlaku. “Regulasi mewajibkan saham harus ditawarkan ke pemilik saham lain dulu. Jika tidak ada tanggapan, baru kami lempar ke pihak ketiga,” ujar Dedi.

Meski demikian PT SPN masih enggan membuka nominal harga yang dijual. “Peminat bisa mengajukan nilai penawaran dulu. Setelah itu baru negosiasi,” imbuh Dedi.

Baca Juga: Tren Penambahan Kasus Melandai, Klaten Bertahan di Zona Oranye Risiko Covid-19

Pembina PS MARS, BM Anjasmara, mengaku klubnya telah menerima surat penawaran saham PT SPN. Dia menghargai pihak Sigid Haryo Wibisono yang memprioritaskan pemilik saham lain untuk akuisisi kepemilikan saham di PT PSS.

“Namun saya kira akan lebih pas kalau ada forum RUPS [rapat umum pemegang saham] luar biasa. Biar jelas semua, termasuk nominal saham yang akan dijual,” ucap mantan Manajer Persis Solo itu.



Berita Terkini Lainnya








Kolom