Tutup Iklan

SIDANG KOPI BERSIANIDA : JK: Jessica Bisa Saja Bebas

SIDANG KOPI BERSIANIDA : JK: Jessica Bisa Saja Bebas

SOLOPOS.COM - Terdakwa kasus dugaan pembunuhan Wayan Mirna Salihin, Jessica Kumala Wongso bersiap mengikuti sidang dengan agenda pembacaan nota pembelaan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (12/10/2016). Jessica dalam sidang sebelumnya dituntut hukuman 20 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum atas sangkaan menaburkan racun sianida ke dalam Vietnamese Ice Coffe Mirna. (JIBI/Solopos/Antara/Puspa Perwitasari)

Episode sidang kopi bersianida telah mendekati akhir. Wapres JK menilai Jessica bisa saja bebas.

Solopos.com, JAKARTA — Sidang kasus kematian Wayan Mirna Salihin dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso sudah hampir berakhir. Dengan pembelaan sedemikian rupa, perdebatan bersalah tidaknya Jessica tak hanya terjadi di ruang sidang, tapi juga di tengah masyarakat, termasuk Wapres Jusuf Kalla (JK).

JK turut mengikuti jalannya persidangan kasus kopi maut sianida yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat itu. Ketika disinggung mengenai komitmen pemerintah dalam mengungkap kasus pelanggaran hak azazi manusia (HAM) terkait kematian Munir Said Thalib, JK turut menyinggung kematian Mirna. Dua kasus itu punya kemiripan, yaitu korban diduga tewas akibat racun sianida.

Menurut JK, selama proses persidangan, tak ada saksi yang melihat Jessica memasukan racun ke dalam gelas es kopi Vietnam Mirna di Olivier Cafe, Grand Indonesia, 6 Januari 2016. Kendati kopi tersebut mengandung racun sianida, penyebab kematian Mirna masih diperdebatkan. “Tidak ada orang yang melihat satu orang masukkan racun di minum oleh Mirna,” kata JK di Jakarta, Jumat (21/10/2016), dikutip Solopos.com dari Okezone.

Persidangan Jessica sedianya bakal memasuki episode akhir, di mana Majelis Hakim PN Jakpus akan menjatuhkan vonis pada Kamis (27/10/2016). Bila melihat dari proses persidangan, kata JK, berbagai kemungkinan bisa saja terjadi. Baca juga: Otto Hasibuan Klaim Pembelaannya “Pro Bono”, Jessica Orang “Tak Mampu”?

Kendati ia mengembalikan semuanya pada putusan majelis hakim sebagai pihak yang berwenang dalam penegakan hukum. “Kalau mengikuti pemeriksaan Jessica, bisa saja, siapa tahu dia bebas,” pungkasnya.

Jessica merupakan satu-satunya orang yang menjadi tersangka dalam kasus pembunuhan Mirna. Prosesnya berlangsung alot hingga ia menjadi terdakwa dan didakwa JPU dengan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, hukuman 20 tahun penjara. Persidangan yang sudah berjalan selama 31 episode itu akan memasuki ujungnya pada sidang putusan yang digelar pekan depan.

Hingga akhir persidangan, nyaris tak ada titik temu antara dakwaan jaksa dengan pembelaan Jessica. Keterangan saksi dari jaksa dan penasihat hukum Jessica juga tetap “hitam-putih”. Namun, hakim punya pandangan sendiri. Setelah pembacaan duplik, hakim Binsar Gultom meminta Jessica untuk jujur.

“Kami hanya bisa menilai, apalagi secara hukum menurut KUHAP, keterangan terdakwa hanya diperuntukkan untuk dirinya sendiri. Jadi, semuanya baik teori, pendapat, doktrin, dan jawaban antara jaksa dan penasihat hukum, akhirnya berpulang ke saudara. Yang bisa menyelamatkan Saudara hanya Saudara sendiri,” kata Binsar dalam sidang yang disiarkan live oleh Kompas TV, Kamis (20/10/2016).

Hakim yang pernah dilaporkan oleh kubu Jessica ke Komisi Yudisial ini meminta Jessica untuk kali terakhir untuk mengungkapkan kebenaran. Bahkan, Binsar bertanya apakah Jessica menyesal dalam kasus ini. Baca juga: Jessica Masih Melawan, Kembali Tuduh Rangga Dibayar Arief Meracun Mirna.

“Tolong beri kami kesempatan, apakah Anda merasa gengsi atau malu? Tidak mau menyesali perbuatan ini? Atau kami tanya dulu, apakah Saudara menyesal dalam perkara ini?” tanya Binsar.

Namun, Jessica bergeming. Seperti pernyataan-pernyataannya sebelumnya, Jessica menolak mengakui telah membunuh Mirna seperti didakwakan JPU. Dia pun mengaku tak menyesal.

Berita Terkait

Berita Terkini

Malaysia Targetkan Vaksinasi 60% Penduduk

Pemerintah Malaysia menargetkan dapat melakukan vaksinasi terhadap 60% penduduk dengan deadline akhir September 2021.

Panen Hadiah Simpedes BRI Klaten Diundi, Ini Nasabah Yang Beruntung Dapat Honda Mobilio

Bank BRI Cabang Klaten menggelar penarikan undian panen hadiah Simpedes periode II dengan hadiah utama satu unit mobil Honda Mobilio.

Kronologi Munculnya Klaster Takziah Covid-19 di Kabupaten Pasuruan

Satgas Covid-19 Kabupaten Pasuruan menemukan klaster takziah di Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen. Ada 21 orang positif terpapar Covid-19.

Begini Perketatan Aktivitas Masyarakat Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali melakukan perketatan aktivitas masyarakat selama masa PPKM Skala Mikro.

Sinyal Ferdinand Sinaga Merapat ke Persis Solo

Seorang sumber Solopos.com menyebut peluang Ferdinand merapat ke Persis mencapai 90%.

3 Zodiak Ini Konon Insan Paling Kreatif

Dalam urusan kreativitas, ada beberapa orang yang bingung dengan idenya, namun ada yang mudah mewujudkan layaknya zodiak insan kreatif.

Persika Karanganyar 0-1 Persis Solo: Assanur Rijal Akhirnya Pecah Telur

Setelah nihil gol di empat laga uji coba awal klub, Rijal Torres akhirnya pecah telur saat Persis beruji coba melawan Persika Karanganyar

Ngeri! Tabrak Pikap Pengendara Motor Tewas Terlindas Tronton

Kecelakaan itu terjadi antara pengendara sepeda motor Honda Vario dengan mobil Grand Max pikap dan truk tronton

Waduh! Stok Oksigen Menipis, RSUD Sragen Ketir-Ketir

RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen dibuat ketir-ketir dengan kondisi stok oksigen untuk pasien Covid-19 yang menipis.

8 Vaksin & Obat Covid-19 Ini Paling Laris

Bagi kaum skeptis, datangnya pandemi virus corona berati kesempatan bagi para penyedia obat-obatan dan vaksin pencegah Covid-19.

Target Vaksinasi Covid-19 di Jepang Terlampaui, Ini Kiatnya…

Jepang menuntaskan target vaksinasi Covid-19 melalui kerja keras memenuhi target, yakni mewujudkan sampai satu juta dosis vaksin setiap hari. 

Parah! Mau Diberi Masker, Pria Kulonprogo Malah Memukul Polisi

WW, 46 tahun warga Kulonprogo ditangkap setelah memukul Kanit Binmas Polsek Pandak, Ipda Tetepana yang hendak memberinya masker.