Sidak Kreteg Abang, Komisi II DPRD Solo: Semoga Tak Segera Hujan
Pekerja menggunakan eskavator membongkar Kreteg Abang atau Jembatan Bibis di Bibis, Nusukan, Banjarsari, Solo, Minggu (9/9/2018). (Solopos-Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO -- Anggota Komisi II DPRD Kota Solo menginspeksi lokasi proyek revitalisasi Jembatan Bibis atau Kreteg Abang yang menghubungkan Kelurahan Gilingan dan Kelurahan Nusukan, Kecamatan Banjarsari, Solo, Selasa (18/9/2018).

Mereka mengecek proyek yang sudah berjalan sekitar dua pekan itu. Pantauan Solopos.com, dua backhoe terus bekerja mengeruk material jembatan.

Bagian jalan sudah ambruk sepenuhnya. Sedangkan pilar-pilar dari batu kali masih ada. Konsultan Pengawas dari CV Purusara Teknik, Rudi Santosa, menjelaskan kontraktor masih bekerja membongkar jembatan lama.

Menurutnya, tidak ada kendala selama dua pekan pengerjaan. "Proyek ini dikerjakan dua tahap. Ini baru satu tahap. Setelah membongkar jembatan lama, kontraktor membangun struktur bawah. Pembongkaran direncanakan selesai dua pekan lagi," ujarnya saat ditemui wartawan di lokasi proyek, Selasa.

Ia mengatakan proyek tahap I harus selesai pada 24 Desember 2018. Setelah itu, baru mulai pengerjaan proyek tahap II sampai finishing pada 2019. Namun, anggaran untuk tahap II belum bisa diketahui.

"Konstruksi jembatan baru menggunakan dua abutmen dan dua pilar. Kontraktor pakai beton bertulang. Kalau yang existing ini pilarnya pakai fondasi batu kali," kata dia.

Ketua Komisi II DPRD Solo, Y.F. Sukasno, mengatakan pagu anggaran proyek pembangunan Kreteg Abang tahap I senilai Rp9,5 miliar. Ia berharap pengerjaan proyek tahap I selesai tepat waktu.

"Kami berharap tidak hujan dulu," katanya saat ditemui wartawan, Selasa.

Untuk tahap II, ia juga belum bisa menyampaikan anggaran yang bakal dipersiapkan. Masalah itu belum dibahas oleh Komisi II DPRD Solo.

Sekretaris Komisi II DPRD Solo, Janjang Sumaryono Aji, mengatakan jembatan yang baru akan menggunakan empat penyangga agar lebih kuat. Jembatan lama menggunakan satu penyangga di tengah.

"Struktur ditarget selesai akhir 2018. Pantauan kami, tidak ada masalah. Dulu bergeser karena itu bangunan lama. Itu sudah miring. Jembatan tak bisa diperbaiki atau direhab. Bisanya dibongkar total," kata dia.

Avatar
Editor:
Suharsih


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom