Petugas Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (Dispertan KP&P) Kota Solo mengecek hati sapi saat inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Nusukan, Banjarsari, Solo, Selasa (28/5/2019). (Solopos-Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO – Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dispertan KP & P) Solo melakukan sidak daging di beberapa pasar tradisional dan rumah potong di Solo, Selasa (28/5/2019) dini hari. Dari sidak tersebut Dispertan menemukan sekitar 7 kilogram hati sapi bercacing.

Kepala Dispertan KP dan P Solo, Weny Ekayanti, mengatakan sidak dilakukan secara rutin menjelang Lebaran. Pihaknya fokus melakukan sidak di rumah potong sapi dan pasar tradisional.

"Ini merupakan kegiatan rutin kami. Bulanan dan tahunan. Kami memeriksa daging yang beredar di Solo. Khususnya daging yang didatangkan dari luar Solo. Nanti kami juga akan menyidak sekitar 7 pasar tradisional di Solo," ucapnya kepada wartawan di sela-sela sidak.

Weny juga mengungkapkan dari sidak tersebut pihaknya menemukan adanya cacing yang berada di dalam organ hati sapi. Dari tiga rumah potong daging sapi yang disidak, sekitar 7 kilogram hati sapi ditemukan terdapat cacing di dalamnya.

"Dari rumah potong sapi Lembu Katon, Jagalan, kami temukan ada 5,5 kilogram hati sapi yang terdapat cacing di dalamnya. Lalu di Radika Jaya, Nusukan ada 1,7 kilogram hati sapi yang terdapat cacing hati. Ada lagi 1 kilogram tadi juga di Jagalan yang hati sapinya ada cacing," ungkap Weny.

Kesemua hati yang terdapat cacing tersebut kemudian disita oleh pihak Dispertan. Daging tersebut kemudian akan dimusnahkan oleh pihak Dispertan Solo.

"Kami sita semua yang terdapat cacingnya. Nanti akan kami musnahkan hati itu," imbuh dia.

Pemilik rumah potong sapi Lembu Katon, Antonia Sri Rahayu, mengatakan terkait temuan hati sapi yang terdapat cacing di tempatnya merupakan risiko bagi pengusaha pemotongan sapi. Dia mengakui terdapat banyak sapi yang organ hatinya terdapat cacing. Dia juga menekankan hati yang terdapat cacing masuk ke kategori sortir untuk kemudian dibuang.

"Itu sudah risiko. Kami pengusaha pemotongan tidak bisa melihatnya saat memilih sapi karena itu kan organ dalam. Ketahuannya kalau sudah disembelih dan dipotong. Tapi yang ada cacingnya kami buang dan tidak dijual. Kan tidak mungkin ada yang mau beli kalau kondisinya seperti itu," kata dia.

Selain temuan cacing di dalam organ hati sapi, Dispertan juga mencurigai adanya jeroan ayam yang mengandung formalin di Pasar Nusukan, Banjarsari. Jeroan hati ayam yang dicurigai tersebut diambil sampelnya untuk diuji laboratorium. 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten