Tutup Iklan

Siap-Siap! Pemerintah akan Selalu Ngegas dan Ngerem Terkait PPKM

Pemerintah harus mengatur gas dan rem secara dinamis sesuai perkembangan penyebaran Covid-19 di hari-hari terakhir.

 Mal sepi pengunjung saat PPKM (ilustrasi/Farida Trisnanintyas/Solopos)

SOLOPOS.COM - Mal sepi pengunjung saat PPKM (ilustrasi/Farida Trisnanintyas/Solopos)

Solopos.com, JAKARTAPresiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan pemerintah akan selalu ngegas dan ngerem secara berkala terkait pembatasan kegiatan masyarakat.

Kebijakan yang sama, kata Presiden, tidak bisa diberlakukan dalam waktu yang lama.

“Kami tidak bisa membuat kebijakan yang sama dalam durasi yang panjang. Kami harus menentukan derajat pembatasan mobilitas masyarakat sesuai dengan data dihari-hari terakhir, agar pilihan kami tepat baik untuk kesehatan maupun untuk perekonomian,” ujar Jokowi saat mengumumkan perpanjangan PPKM yang diberlakukan mulai 3-9 Agustus 2021 seperti dikutip suara.com.

Jokowi menyebut pilihan masyarakat dan pemerintah sama, yakni antara menghadapi ancaman keselamatan jiwa dan ancaman ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Baca Juga: Kasus Covid-19 Solo Ngegas: Makan di Hik Dibatasi, Dilarang Nongkrong Sampai Tengah Malam!

Sehingga, lanjutnya, pemerintah harus mengatur gas dan rem secara dinamis sesuai perkembangan penyebaran Covid-19 di hari-hari terakhir.

Jokowi menegaskan pemerintah tak bisa membuat kebijakan yang sama dalam durasi panjang.

Ia mengucapkan terima kasih kepada rakyat atas pengertian dan dukungan pada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

“Saya juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh rakyat Indonesia atas pengertian dan dukungannya terhadap pelaksanaan kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat yang kita lakukan,” kata Jokowi, Senin (2/8/2021).

Tiga Pilar

Jokowi menuturkan, dalam situasi apapun kedisiplinan dalam melaksanakan protokol kesehatan merupakan kunci bagi kesehatan dan ekonomi masyarakat.

Dia menyebut kebijakan pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19 akan bertumpu kepada tiga pilar utama.

Pertama, kecepatan vaksinasi, terutama di wilayah-wilayah yang menjadi pusat mobilitas dan kegiatan ekonomi.

Kedua, penerapan 3 M yang masih di seluruh komponen masyarakat.

“Yang ketiga, kegiatan testing, tracing, isolasi dan treatment secara masif termasuk menjaga BOR, penambahan fasilitas isolasi terpusat serta menjamin ketersediaan obat-obatan serta pasokan oksigen,” tutur Jokowi.

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi juga menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada tenaga kesehatan.

“Saya menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para tenaga kesehatan, dokter, perawat yang berada di garda terdepan dalam menyelamatkan jiwa manusia akibat Covid-19,” katanya.

 

Berita Terkait

Berita Terkini

Usut Jual Beli Jabatan, KPK Geledah Rumah Plt. Bupati Probolinggo

Aparat menggeledah rumah Plt. Bupati Probolinggo, Jawa Timur, Timbul Prihanjoko, Selasa (28/9/2021).

Krisis BBM di Inggris, Marak Pencurian Bensin di Mobil

Penyebab besar dari krisis BBM di Inggris disebut gara-gara Inggris angkat kaki dari Uni Eropa (UE).

FBI Sebut Kasus pembunuhan di AS Naik 30 Persen Saat Pandemi

Jumlah kasus pembunuhan di Amerika Serikat (AS) disebut naik hampir 30 persen pada 2020 dan semua kejahatan kekerasan juga naik untuk kali pertama dalam empat tahun.

Massa Penolak Vaksinasi Merusak Posko dan Vaksin

Aksi penolak vaksinasi di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Ujong Serangga, Kecamatan Susoh, Aceh Barat Daya membuat kerusakan cukup parah.

Auuuuum...Warga Desa Guguk Tak Berani Lagi Berkebun

Auman harimau yang kerap terdengar membuat warga tak berani berkebun.

Tragis! Istri Dibunuh Suami Gara-Gara Sering Pergi Tanpa Pamit

Sering pergi dari rumah tanpa pamit, seorang istri meninggal dunia dianiaya sang suami.

Kapolri Ingin Pegawai KPK yang Tak Lolos TWK jadi ASN Polri

Kapolri mengaku Jokowi mengabulkan permintaan agar 56 pegawai tak lolos TWK jadi ASN Polri.

Satgas Covid Persilakan Kampus Gelar PTM Terbatas

Pembelajaran tatap muka alias PTM terbatas diharapkan tidak hanya dilakukan oleh sekolah tingkat dasar hingga atas.

Per Oktober 2021, Aplikasi PeduliLindungi Bisa Diakses Melalui GoTo

Masyarakat bisa mengakses fitur aplikasi PeduliLindungi melalui platform digital lain

Duh..Dituding Bikin Sepi Dagangan, Vaksinasi Covid-19 Dibubarkan Massa

Massa marah karena dagangan mereka sepi dan vaksinasi Covid-19 dianggap sebagai penyebabnya.

Belasan Manusia Silver Dirazia, 3 Jam Operasi Dapat Rp300.000

Kemudahan mendapatkan uang itu menjadikan aktivitas manusia silver itu ada setiap waktu.

Mahasiswa ISI Solo Sajikan Gaehwa Di Festival Gugak Indonesia 2021

Kelompok Dua mempersembahkan “Gaehwa” karya komposer Andika Agustino Wella Mahendra mahasiswa ISI Solo Prodi Seni Karawitan 2018.

Karni Ilyas Akui ILC Dihentikan karena Intervensi Kekuasaan

Pengakuan Karni Ilyas itu terungkap dalam diskusi reuni para tokoh yang biasa mengisi acara ILC.

Gubernur Anies Digoyang Interpelasi. Apa Itu Hak Interpelasi?

Politik Ibu Kota diramaikan dengan hak interpelasi yang digalang PDIP dan PSI terhadap Gubernur Anies Baswedan

Panglima TNI: Tutup Akses Teroris MIT Poso

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto perintahkan personel Mandago Raya menutup akses teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso

Setia NKRI, Napi Teroris: Mengislamkan Indonesia Terlalu Ekstrem

Mereka mengakui pergerakan mengislamkan Indonesia yang selama ini dilakukan ekstrem dan salah.