Tutup Iklan

Siap-Siap Pedagang Boleh Berjualan Lagi di Alun-Alun Wonogiri

Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, mengatakan pelonggaran ini untuk menggerakkan ekonomi masyarakat.

 Warga berada di Alun-Alun Krida Bakti Wonogiri, belum lama ini. Alun-alun mulai dikunjungi warga setelah akses menuju lokasi dibuka, penerangan jalan umum (PJU), dan lampu alun-alun dinyalakan, sejak beberapa pekan lalu.(Solopos.com/Rudi Hartono)

SOLOPOS.COM - Warga berada di Alun-Alun Krida Bakti Wonogiri, belum lama ini. Alun-alun mulai dikunjungi warga setelah akses menuju lokasi dibuka, penerangan jalan umum (PJU), dan lampu alun-alun dinyalakan, sejak beberapa pekan lalu.(Solopos.com/Rudi Hartono)

Solopos.com, WONOGIRI—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri akan membuka tempat-tempat publik dan membolehkan pedagang berjualan di lokasi tersebut.

Lokasi yang akan dibuka untuk tempat berdagang, seperti Alun-Alun Giri Krida Bakti dekat Sekretariat Daerah (Setda), kawasan Stadion Pringgodani Kelurahan Wonokarto Kecamatan Wonogiri, dan kawasan plasa atau patung Bedoldesa Desa Pokoh Kidul, Kecamatan Wonogiri.

Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, saat ditemui wartawan di Setda, Jumat (15/10/2021), mengatakan pelonggaran ini untuk menggerakkan ekonomi masyarakat. Pemkab tidak akan terus menerapkan kebijakan pemberlakuan pembatan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 atau bahkan level 4, sementara Kabupaten Wonogiri saat ini sudah berada di wilayah aglomerasi PPKM level 2.

Baca Juga: Ada Polemik Banteng Vs Celeng, DPC PDIP Klaten Adem Ayem

Pada level tersebut Pemkab juga perlu memikirkan peningkatan ekonomi. Kendati demikian bukan berarti masyarakat boleh mengabaikan protokol kesehatan.

Bupati menekankan agar para pedagang menjalankan protokol kesehatan dengan ketat saat berjualan. Aktivitas niaga di lokasi berjualan juga harus diatur sedemikian rupa agar tidak menimbulkan kerumunan. Pedagang dan konsumen harus memakai masker. Pedagang menyiapkan sarana mencuci tangan.

“Pedagang boleh berjualan di alun-alun mulai malam Minggu [Sabtu, (16/10/2021)] nanti,” ucap lelaki yang akrab disapa Jekek itu.

Baca Juga: Jalan Lingkar Alun-Alun Klaten Bakal Dibikin Searah

Dia melanjutkan keputusan ini sudah dikoordinasikan dengan Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (KUKM Perindag). Dinas tersebut selanjutnya akan berkoordinasi dengan paguyuban pedagang membahas persiapan kegiatan niaga di tempat publik.

Pada kondisi normal alun-alun dikunjungi banyak warga setiap petang hingga malam. Puluhan pedagang berjualan di kawasan tersebut. Sementara, area Stadion Pringgodani dan plasa dikunjungi warga pada pagi hingga sore.

Saat Kabupaten Wonogiri berada di wilayah aglomerasi PPKM darurat, level 4, dan level 3 Pemkab menutup ketiga tempat publik tersebut agar tidak ada kegiatan yang menimbulkan kerumunan. Kebijakan itu untuk mencegah penularan Covid-19.

Baca Juga: TMMD Hubungkan Jalan Desa Boyolali-Grobogan

Bahkan, jalur akses menuju alun-alun ditutup dan lampu di sekitarnya dipadamkan. Setelah PPKM level 2 Pemkab mulai menyalakan lampu penerangan di sekitar alun-alun. Pantauan Solopos.com, beberapa hari terakhir, alun-alun sudah dikunjungi warga.

 

Tunggu Pemberitahuan

Terpisah, Ketua Paguyuban Pedagang Alun-Alun Wonogiri, Suprijono, mengaku belum menerima pemberitahuan resmi dari Pemkab ihwal dibolehkannya pedagang berjualan di alun-alun. Dia masih menunggu pemberitahuan dari Pemkab.

Menurut Suprijono, jika nanti pedagang boleh berjualan di alun-alun pengaturannya lebih baik merujuk pada pengaturan sebelumnya. Pedagang dibagi menjadi dua kelompok.

Baca Juga: Hebat! Film Karya Pelajar Klaten Masuk Nominasi Film Pendek Terbaik FFI

Aktivitas niaga dilakukan secara bergantian setiap sepekan. Misalnya, pada pekan pertama pedagang yang berjualan dari kelompok satu, pekan kedua kelompok kedua, pekan ketiga dari kelompok satu lagi, dan begitu seterusnya.

“Beberapa bulan lalu kami sempat boleh berjualan. Berjualannya diatur bergantian setiap sepekan dengan komposisi 50 persen:50 persen. Dengan begitu pedagang yang berjualan setiap malam tidak terlalu banyak, sehingga jarak antara pedagang yang satu dengan lainnya bisa dijaga,” ujar Suprijono.


Berita Terkait

Espos Plus

Mengenal Prawirodigdoyo, Sosok Penunggang Kuda di Simpang 4 Karanggede

+ PLUS Mengenal Prawirodigdoyo, Sosok Penunggang Kuda di Simpang 4 Karanggede

Kebanyakan warga salah kaprah dengan menganggap patung penunggang kuda di simpang empat Karanggede Boyolali adalah Pangeran Diponegoro, padahal sosok penunggang kuda itu adalah Raden Tumenggung Prawirodigdoyo.

Berita Terkini

Tim Ekspedisi Digital Ekonomi 2021 Memotret Pertanian di Kopeng

Tim Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 Solopos Media Group memotret digitalisasi pemasaran sektor pertanian di Kecamatan Getasan di kawasan Kopeng, Kabupaten Semarang.

Ekspedisi Digital Ekonomi 2021, Perjalanan Tim ke Salatiga

Tim Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 Solopos Media Group mulai memotret ekspansi layanan digital yang berimplikasi pada pertumbuhan ekonomi daerah

BI Solo Dorong Sosialisasi Digitalisasi Harus Jalan Terus

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Solo mengapresiasi Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 yang digagas Solopos Media Group.

Kecelakaan di Kebakkramat Karanganyar: Truk Masuk Parit, Mobil Terbalik

Dua buah kendaraan keluar jalur setelah bersenggolan di Jalan Solo-Sragen, tepatnya di depan PT Manunggal Adipura, Pulosari, Kebakkramat, Karanganyar, Sabtu (14/12/2021).

PPKM Level 3 di Boyolali Jelang Nataru, Tempat Wisata Wajib Taat Prokes

Pemkab Boyolali akan menerapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022.

Harga Tanah Gentan Sukoharjo vs Colomadu Karanganyar, Mahalan Mana?

Kira-kira mana yang lebih mahal antara harga tanah di Gentan, Baki, Sukoharjo dengan Colomadu di Karanganyar?

ANBK SD 2021 di Solo Kelar, Begini Evaluasi dari Proktor

Masih adanya 8 SD di Solo yang menumpang pelaksanaan ANBK ke SMP karena keterbatasan prasarana, menjadi perhatian Proktor ANKB SD.

Semua Rumah di Dusun Ginade Wonogiri Hadap ke Selatan, Ini Kata Kades

Ada budaya unik terkait posisi rumah di Dusun Ginadewetan dan Ginadekulon, Desa Tlogoharjo, Kecamatan Giritontro, Kabupaten Wonogiri.

Tanah Dikeruk Untuk Proyek Tol, Warga Pedan Klaten Blokir Jalan

Warga Dukuh Blasinan, Desa Kaligawe, Kecamatan Pedan, Klaten, dengan kegiatan pengerukan yang dilakukan tanpa sosialisasi dan memakan sebagian lahan warga.

Kongres ke-41 di Solo, Syarikat Islam Didorong Fokus Ekonomi Halal

Wakil Ketua DPR RI, Rahmat Gobel, menyebut potensi ekonomi halal luar biasa, namun belum banyak dikembangkan. Ia mendorong Syarikat Islam menjadi pelopor ekonomi halal.

Edarkan Sabu-Sabu, 2 Warga Solo dan Boyolali Dikukut Polisi

Satres Narkoba Polresta Solo berhasil menangkap dua pengedar sabu-sabu saat bertransaksi di Pucangsawit, Jebres, Solo. Kedua tersangka masing-masing warga Klego, Boyolali dan Laweyan, Solo.

Gegara Puntung Rokok, Rumah Warga Karangmojo Tasikmadu Ludes Terbakar

Nyaris semua perabotan di rumah Samiyati di Desa Karangmojo, Tasikmadu, Karanganyar, ludes dilalap api yang diduga berasal dari puntung rokok yang membakar kasur.

Harga Cabai Rawit Merah di Sragen Meroket, Tembus Rp57.000/Kg

Musim hujan membuat cabai lebih cepat membusuk. Kondisi ini membuat harganya menjadi naik, seperti yang terjadi di Sragen.

Hadiri Pramuka Berselawat, Ganjar Ketemu Habib Syech di Solo

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, menghadiri acara Pramuka Berselawat yang diisi Habib Syech di Kota Solo.

Lowongan Perangkat Desa di Sragen Bertambah Jadi 228 Kursi

Kabag Pemerintahan Sekretariat Daerah (Setda) Sragen menekankan pentingnya transparansi dan taat aturan dalam menjalankan seleksi perangkat desa agar tak menimbulkan masalah.

Ini Alasan Semua Rumah di Dusun Ginade Wonogiri Menghadap ke Selatan

Semua rumah di Dusun Ginadewetan dan Ginadekulon, Desa Tlogoharjo, Kecamatan Giritontro, Kabupaten Wonogiri, menghadap ke selatan.