Siap-Siap! KRL Jogja-Klaten Dipastikan Meluncur Akhir Oktober
Tim gabungan dari PT KAI Daops VI Jogja dengan beberapa OPD di Klaten dan aparat keamanan saat mengecek Jalur Perlintasan Langsung (JPL) di sebelah barat Stasiun Klaten, Selasa (20/10/2020). (Solopos/Ponco Suseno)

Solopos.com, KLATEN — Kereta rel listrik (KRL) jurusan Jogja-Klaten bakal dioperasikan mulai akhir Oktober 2020 ini. Nantinya, Stasiun Klaten akan menjadi tempat pemberangkatan dan tempat diturunkannya para penumpang KRL Jogja-Klaten.

Berdasarkan pantauan Solopos.com, petugas PT KAI Daops VI Jogja menggelar rapat koordinasi (rakor) dengan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Klaten di Dinas Perhubungan (Dishub) Klaten, Selasa (20/10/2020) siang.

Rakor tersebut membahas tentang penutupan jalur perlintasan langsung (JPL) di sebelah barat Stasiun Klaten dan pelabaran jalan di JPL Srago dan JPL Klasis, Klaten.

Selain melibatkan Daops VI Jogja, Dishub Klaten, dan Polsek Kota, rakor tersebut juga diikuti perwakilan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU PR) Klaten dan Kecamatan Klaten Tengah. Setelah rakor, seluruh peserta rakor mengecek langsung kondisi masing-masing JPL di Klaten.

"Jangan dari kami, kalau mau informasi silakan ke Dishub Klaten saja," kata salah seorang perwakilan PT KAI Daops VI Jogja yang enggan disebutkan namanya, pascarakor berlangsung di Dishub Klaten, Selasa (20/10/2020).

Tindak Lanjut

Di kesempatan tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dishub Klaten, Sudiyarsono, mengatakan rakor yang digelar bersama PT KAI Daops VI Jogja ini merupakan tindak lanjut dari audiensi yang dilakukan Pemkab Klaten di bawah kendali Penjabat Sementara (PJs) Bupati Klaten, Sujarwanto Dwiatmoko dengan kepala PT KAI Daops VI Jogja di waktu sebelumnya.

"Rakor kali ini membahas pengoperasian KRL Klaten-Jogja. Nanti, Klaten akan jadi stasiun KRL. Sehingga perlu adanya penutupan JPL [di barat Stasiun Klaten] dan pelebaran jalan di JPL Srago dan JPL Klasis. Penutupan JPL itu untuk langsiran. Terus, yang pelebaran jalan dibutuhkan agar tidak uyel-uyelan [memperlancar arus]. Nanti akan menjadi tanggung jawab Balai Teknik PT KAI," kata Sudiyarsono.

Terserempet Pikap dan Tertabrak Truk, Kepala SDN 2 Gondang Sragen Meninggal

Sudiyarsono mengatakan frekuensi KRL yang melintasi Jogja-Klaten mencapai 20 kali perjalanan setiap harinya. Dioperasikannya KRL Jogja-Klaten ini menjadi tahap awal sebelum dioperasikannya KRL Jogja-Sol0 oleh Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo, Desember mendatang.

"Harapan kami, dengan adanya KRL ini memberikan kemudahan bagi masyarakat [dalam memperoleh pelayanan angkutan massal jurusan Jogja-Solo]. Nantinya, KA Prameks akan dialihkan ke Kutoarjo," katanya.

Pengosongan Kios

Sudiyarsono mengatakan dalam rakor juga disinggung tentang rencana pengosongan penyewa kios di deretan Stasiun Klaten, dalam waktu dekat.

Di kesempatan itu, Dishub Klaten hanya mengingatkan ke PT KAI Klaten agar melakukan sosialisasi yang baik ke para penyewa kios. Harapannya tidak muncul persoalan di kemudian hari.

"Tanah di sana [yang disewa masyarakat] memang akan diminta PT KAI karena untuk mendukung ini [KRL]," katanya.

Sebelumnya, DPRD Klaten sudah mengirim surat permintaan audiensi dengan PT KAI Daops VI Jogja, Senin (19/10/2020). DPRD Klaten ingin mengajak PT KAI Daops VI Jogja untuk mencari jalan terbaik dalam rangka memikirkan nasib para penyewa kios di deretan Stasiun Klaten.

"Kami sudah berkirim surat. Ini ada unsur kemanusiaan di situ," kata Ketua DPRD Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo.

Di sisi lain, Sekretaris Paguyuban Perkiosan Stasiun Klaten (Pakisstalen), Bambang Mulyanto, berharap para penyewa kios diberikan toleransi waktu untuk pindah lokasi.
"Kami minta jangan langsung dieksekusi. Jangan langsung digusur," katanya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom