Tutup Iklan

Siap-Siap, Gerbong Mutasi Lanjutan Pejabat Sukoharjo

Saat ini, jabatan strategis yang masih kosong yakni Asisten II Setda Sukoharjo, Asisten III Setda Sukoharjo dan staf ahli bupati.

 Bupati Sukoharjo, Etik Suryani (kedua dari kanan), mengambil sumpah jabatan saat prosesi pelantikan pejabat di Pendapa Graha Satya Praja (GSP), Kamis (9/9/2021). (Solopos/Bony Eko Wicaksono)

SOLOPOS.COM - Bupati Sukoharjo, Etik Suryani (kedua dari kanan), mengambil sumpah jabatan saat prosesi pelantikan pejabat di Pendapa Graha Satya Praja (GSP), Kamis (9/9/2021). (Solopos/Bony Eko Wicaksono)

Solopos.com, SUKOHARJO — Pemkab Sukoharjo kembali menyiapkan gerbong mutasi pejabat eselon 2 lantaran masih ada jabatan strategis yang lowong.

Sebanyak 10 kepala organisasi perangkat daerah (OPD) telah mengikuti uji kompetensi yang dilakukan panitia seleksi (pansel) pada beberapa hari lalu.

Saat ini, jabatan strategis yang masih kosong yakni Asisten II Setda Sukoharjo, Asisten III Setda Sukoharjo dan staf ahli bupati.

Selama ini, pelaksana tugas (Plt) Asisten II Setda Sukoharjo dijabat oleh Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Sukoharjo, R.M. Suseno Wijayanto.

10 Pejabat

Sementara pelaksana tugas (Plt) Asisten III Setda Sukoharjo diisi oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sukoharjo, Abdul Haris Widodo.

Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Sukoharjo, Sumini, mengatakan uji kompetensi menjadi syarat mutasi pejabat eselon 2 yang dilakukan pansel.

Dalam uji kompetensi tersebut masing-masing pejabat juga mengikuti proses wawancara secara mendalam oleh pansel.

“Ada 10 pejabat OPD yang mengikuti uji kompetensi mutasi pada akhir pekan lalu. Mereka memaparkan program kerja dan gagasan saat diberi amanah memimpin OPD,” kata dia, Jumat (22/10/2021).

Baca Juga: Guru PNS di Sukoharjo Dimutasi Tanpa Alasan Jelang Pilkada 2020, Kenapa? 

Sumini merinci sepuluh pejabat yang mengikuti uji kompetensi yakni Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sukoharjo, Agustinus Setiyono; Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Sukoharjo, Bowo Sutopo Dwi Atmodjo; Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sukoharjo, Darno; Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo, Yunia Wahdiyati; Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Sukoharjo, Bachtiar Yunan; Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Sukoharjo, Proboningsih Dwi Danarti dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sukoharjo, Y.C. Sriyana.

Dua kepala OPD lainnya yakni Kepala BKD Sukoharjo, R.M. Suseno Wijayanto dan Kepala DPMPTSP Sukoharjo, Abdul Haris Widodo.

Baca Juga: Bruk…Puluhan Pohon di Sukoharjo Tumbang Diterjang Angin Kencang 

“Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Sukoharjo, Sukito juga yang mengikuti uji kompetensi mutasi pejabat eselon 2,” ujar dia.

Sebelumnya, Pemkab Sukoharjo melakukan mutasi secara besar-besaran pada September.

Kala itu, jumlah pegawai negeri sipil (PNS) di Pemkab Sukoharjo yang terkena mutasi sebanyak 415 orang.

Selain kepala OPD, pejabat eselon III, pejabat IV, kepala SMP, kepala TK-SD, pengawas sekolah, kepala puskesmas, dan pejabat fungsional terkena mutasi jabatan.

Penyegaran

Mutasi jabatan bagian dari penyegaran untuk meningkatkan kinerja birokrasi di masing-masing OPD di Pemkab Sukoharjo.

“Mutasi PNS merupakan wewenang kepala daerah. Tugas kami sebatas melaksanakan tahapan uji kompetensi untuk mengukur kemampuan dan pengalaman masing-masing pejabat.”

Sekda Sukoharjo, Widodo, menyatakan jabatan kepala OPD di lingkungan Pemkab Sukoharjo sudah terisi. Saat ini, jabatan yang masing kosong hanya dua asisten Setda Sukoharjo dan staf ahli bupati.

Asisten Setda bertugas membantu Sekda dalam menyusun berbagai kebijakan daerah dan mengevaluasi implementasi kebijakan daerah.

Sedangkan staf ahli bupati bertugas memberikan gagasan, saran, dan pertimbangan baik secara tertulis maupun lisan.

 


Berita Terkait

Berita Terkini

Dirilis! Ini Daftar Lengkap UMK Kota dan Kabupaten se-Jawa Tengah 2022

Berikut ini terdapat daftar upah minimum kabupaten/kota (UMK) se-Jawa Tengah 2022 yang ditetapkan Gubernur Ganjar Pranowo.

Solopos Hari Ini: UMK Tak Jauh dari UMP

Di Solo, Wali Kota Gibran Rakabuming Raka akhirnya menandatangani UMK 2022 yang hanya naik sekitar Rp21.000 dari tahun sebelumnya.

Sejarah Hari Ini : 1 Desember 1941, Jepang Putuskan Perang Lawan AS

Keputusan Jepang berperang melawan Amerika Serikat dalam Perang Dunia II menjadi salah satu peristiwa yang terangkum dalam Sejarah Hari Ini, 1 Desember.

Catat! Objek wisata Kawasan Gunung Rinjani Tutup Sampai Maret 2022

Objek wisata alam di kawasan Gunung Rinjani di Lombok, Nusa Tenggara Barat, ditutup dari 29 November 2021 sampai 31 Maret 2022.

Jambret Dibekuk Berkat Aksi Berani Pemotor Nabrak dari Belakang

Pengendara sepeda motor itu menabrak kendaraan kedua pelaku yang baru saja merampas handphone milik seorang pelajar yang berjalan ke sekolah.

Tragedi Bekasi: Dendam lalu Memutilasi Teman Jadi 10 Bagian

Kepolisian mengungkapkan kasus pembunuhan disertai mutilasi terhadap seorang pria berinisial RS yang jasadnya dibuang di Kabupaten Bekasi, bermotif dendam.

Peredaran Sabu-Sabu 100 Kilogram Digagalkan Polda Aceh

Peredaran narkoba jenis sabu-sabu dengan berat mencapai 100 kilogram digagalkan Direktorat Reserse Narkoba Polda Aceh.

Sopir Melawan Arus di Tol Alami Demensia, Ini Penjelasannya

Demensia disebabkan oleh rusaknya sel saraf dan hubungan antar saraf pada otak.

Jadi Tersangka, Sopir Pikun yang Melawan Arah di Tol Tak Ditahan

Sopir Mercy tersebut tidak ditahan dikarenakan yang bersangkutan mengidap demensia atau penurunan daya ingat alias pikun.

Korban Penembakan Ipda OS di Exit Tol Bintaro Mengaku Wartawan

Namun, Zulpan belum bisa menjelaskan lebih lanjut mengenai pengakuan korban soal status wartawan tersebut.

Terbelit Utang, Keluarga Polisi Diusir Puluhan Preman

Pengusiran yang terjadi pada awal Oktober 2021 itu membuat R dan keluarganya harus berpindah-pindah tempat tinggal.

Melindungi Orang yang Terancam, Polisi Tembak Mati Pengganggu

Satu orang yang ditembak bernama Poltak Pasaribu meninggal dunia saat menjalani perawatan di RS Kramat Jati, Minggu (28/11/2021) sedangkan satu lainnya menderita luka dan dalam perawatan.

Dinilai Luwes, Partai Nasdem Masuk 3 Besar Parpol

Survei yang dilakukan oleh New Indonesia Research & Consulting menunjukkan Partai Nasdem berhasil masuk ke barisan tiga besar partai politik di Tanah Air dengan elektabilitas mencapai 9,3 persen.

Giliran Mahasiswi Unsri Ngaku Dilecehkan Dosen Skripsi

Selain korban DR tersebut, Masnoni membenarkan ada dua orang mahasiswi lain yang menjadi korban pelecehan seksual dari oknum dosen di kampusnya.

Covid-19 Reda, Kepuasan Publik kepada Jokowi Meningkat

Menurut dia, naiknya tingkat kepuasan menunjukkan kebijakan pengendalian Covid-19 yang dipilih pemerintah efektif dalam menekan lonjakan kasus serta berdampak pada pelonggaran kegiatan ekonomi masyarakat.

Undang Erick Thohir Jadi Pembicara, PPP Yakin Berjaya di 2024

Menteri BUMN itu mengarahkan para kader-kader PPP harus berjuang keras dan selalu dekat dengan masyarakat.