Siap Pimpin Klaten Lagi, Sri Mulyani Ngaku Sudah Klik dengan Yoga Hardaya
Sri Mulyani dan Yoga Hardaya (Mulyo). (Istimewa)

Solopos.com, KLATEN -- Bupati Klaten, Sri Mulyani, segera didampingi seorang pendamping alias wakil bupati di periode kedua masa jabatannya, 2021-2024. Keberadaan wakil bupati tersebut dinilai akan meringankan tugas kedinasan Sri Mulyani.

Sebagaimana diketahui, DPRD Klaten telah menggelar sidang paripurna dengan agenda pengumuman paslon bupati-wakil bupati terpilih, Sri Mulyani-Yoga Hardaya.

"Saat ini, saya masih merampungkan kepemimpinan di periode I. Saya fokuskan ke pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) tahap II dan vaksinasi Covid-19. Di periode berikutnya, saya akan didampingi wakil bupati. Tentunya, tugas kedinasan saya akan lebih ringan dengan adanya seorang wakil bupati. Ini berbeda dengan beban tugas di periode I yang tak ada wakil," kata Sri Mulyani, saat ditemui wartawan di DPRD Klaten, Senin (25/1/2021).

Baca juga: PPKM Diperpanjang, PKL Kuliner di Klaten Sepakat Jam Operasional Dilonggarkan

Sri Mulyani mengatakan dirinya bersama Yoga Hardaya bakal saling melengkapi guna memajukan Klaten ke depan. Sejauh ini, Sri Mulyani mengaku sudah nge-klik dengan Yoga Hardaya.

"Saya sudah nge-klik dengan Pak Yoga Hardaya sejak di kampanye Pilkada 2021. Kalau enggak nge-klik, enggak jodoh, ya buyar. Kan menang di Pilkada 2020. Berarti menandakan sudah nge-klik. Kami sudah sepakat saling melengkapi dan mengisi untuk mewujudkan Klaten yang maju, mandiri, dan sejahtera. Nantinya, enggak ada pembagian tugas. Semua jadi tanggung jawab bupati dan wakil bupati," kata Sri Mulyani.

Pelantikan Bupati-Wakil Bupati

Berdasarkan data yang dihimpun Solopos.com, paslon Sri Mulyani-Yoga Hardaya memperoleh suara terbanyak di Pilkada Klaten 2020. Paslon yang dikenal dengan sebutan Mulyo itu meraup 378.418 suara (50,18 persen dari total suara sah).

Jumlah tersebut lebih banyak dibandingkan paslon lainnya, yakni ORI (246.579 suara) dan ABY-HJT (129.081). Total suara sah mencapai 754.078 suara, sedangkan suara tidak sah mencapai 24.774 suara. Kumulatif suara sah dan tidak sah mencapai 778.853 suara.

Baca juga: Pelaku Penjambretan di Solo Ini Malah Bersyukur Ditangkap Polisi, Lha Kok?

Lebih lanjut, setelah sidang paripurna terlaksana, DPRD Klaten mengusulkan pelantikan terhadap paslon bupati dan wakil bupati terpilih ke Mendagri RI melalui gubernur Jaten.

Diperkirakan, pelantikan paslon bupati dan wakil bupati terpilih di Pilkada 2020 berlangsung pertengahan Februari 2021.

"Terkait waktu pelantikan, intinya di Pak Mendagri. Lantaran kondisi masih berlangsung pandemi Covid-19, pelaksanaan pelantikan bisa jadi berlangsung secara virtual," kata Ketua DPRD Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, Senin.

Baca juga: Janti Park Klaten Terlihat Cantik dan Cocok Buat Selfie, Ternyata Ini Rahasianya



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom