Erick Thohir (Istimewa)

Solopos.com, SOLO -- Kedatangan Erick Thohir menemui Wali Kota Solo dan meninjau Stadion Manahan Solo, Sabtu (21/9/2019), menjadi babak baru kisruh masa depan Persis Solo. Erick memang tak main-main. Saat datang ke rumah dinas Wali Kota, ia telah membawa dokumen rencana pengelolaan Persis Solo.

Meski mengaku baru melakukan penjajakan masuk menjadi investor Persis Solo, Erick menjabarkan klub tersebut harus memiliki prinsip dasar yang sama untuk membangun tim. Ada lima aspek yang ingin dia kembangkan. Pertama, manajemen Persis Solo harus bekerja sama dengan pemangku kepentingan. Kedua, manajemen klub harus profesional dan transparan.

Ketiga, pengelolaan tim sepak bola artinya memberikan porsi yang sesuai untuk pemain junior-senior karena tim adalah inti dari sebuah klub sepak bola. Keempat, klub memperhatikan infrastruktur seperti tempat latihan dan rumput. Kelima, klub harus bisa menjaga stabilitas keuangan.

“Liga 2 atau Liga 1 itu beda ongkosnya. bagaimana kesinambungan itu [keuangan] harus dijaga,” kata Erick Thohir, Sabtu.

Erick juga menyinggung pentingnya program untuk mengapresiasi para suporter untuk meningkatkan loyalitas dan fanbase. Manajemen harus secara proporsional memerlakukan suporter baru-lama, junior-senior, hingga suporter yang telah berkeluarga. Pada Sabtu, Erick juga mengagendakan pertemuan dengan suporter Persis, khususnya Pasoepati dan Surakartans.

“Klub juga harus bekerja sama dan memberi kontribusi pada masyarakat lokal. Jangan sampai masyarakat antipati. Misalnya, masyarakat kurang beruntung atau cacat dijadikan tamu dan dikasih tempat menonton,” kata dia.

Dia juga menyinggung pentingnya manajemen memiliki target jangka pendek, menengah, dan jangka panjang. Hal itu diperlukan untuk mereview perjalanan klub sehingga terjadi check and balance.

Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, mengatakan ia hanya berwenang soal asset Stadion Manahan yang kemungkinan besar akan diserahkan kepada Pemkot Solo. “Untuk keputusan bola dan lainnya, itu di Her Suprabu dan Pasoepati,” kata dia di Loji Gandrung.

Sebelumnya, kisruh di tubuh manajemen Persis Solo memang sudah berlangsung lama, yakni antara PT Syahdana Property Nusantara (SPN) dengan PT Persis Solo Saestu (PSS). Setelah PT SPN membawa investor baru, kini giliran kubu pendiri PT PSS yang membawa calon investor.

PT SPN yang menguasai 90 persen saham PT PSS menyatakan telah menjual 70 persen saham PT PSS kepada penguasaha minyak asal Jakarta, Vijaya Fitriyasa. Vijaya sudah melakukan jumpa pers pekan lalu. Namun, kali ini kubu pendiri PT PSS yang dimotori Her Suprabu kedatangan Erick Thohir yang juga sebagai calon investor lain.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten