Siap Diresmikan, Kementerian PUPR Selesaikan 2 Underpass di Jogja
Undepas Kentungan, Sleman, DIY. (Istimewa)

Solopos.com, JOGJA — Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VII Jawa Tengah (Jateng) telah menyelesaikan proyek pembangunan dua underpass di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), yakni underpass Kentungan Sleman dan underpass New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kulonprogo.

Keberadaan dua underpass tersebut sudah sangat dinantikan masyarakat karena akan memperlancar arus lalu lintas di sekitar bandara baru NYIA dan menuju ke Kaliurang.

Berdasarkan press release yang diterima Solopos.com dari Kementerian PUPR, Kamis (23/1/2020), Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VII, Akhmad Cahyadi, mengatakan pembangunan konstruksi underpass Kentungan telah rampung dan siap diresmikan.

Undepas Kentungan, Sleman, DIY. (Istimewa)
Undepas Kentungan, Sleman, DIY. (Istimewa)

Pembangunannya dilaksanakan sejak 2018 dengan anggaran sebesar Rp110 miliar dikerjakan kontraktor PT. Istaka Karya (Persero).

Simpang Empat Kentungan, Kabupaten Sleman, menjadi simpul kepadatan lalu lintas di DIY. Persimpangan itu merupakan titik temu arus kendaraan dari Jalan Arteri Utara dengan yang datang dari Jalan Kaliurang.

Dengan adanya underpass sepanjang 900 meter, maka akan mengurai simpul kemacetan akibat pertemuan lalu lintas dari empat arah.

Di samping itu kehadiran underpass Kentungan memperlancar akses menuju kawasan wisata Kaliurang. Underpass Kentungan, sambung Cahyadi, terdiri atas dua jalur dari konstruksi terowongan sepanjang 224 meter hingga jalan pendekat arah timur dan barat masing-masing sepanjang 386 meter dan 288 meter.

Sedangkan untuk pekerjaan underpass New Yogyakarta International Airport (NYIA) yang dibangun di bawah bandara sepanjang 1,3 km juga telah rampung dan siap beroperasi setelah sebelumnya mulai difungsikan sejak 20 Desember 2019.

Undepas NYIA, Kulonprogo, DIY. (Istimewa)
Undepas NYIA, Kulonprogo, DIY. (Istimewa)

Pembangunan underpass itu bertujuan agar akses Jalan Nasional Pantai Selatan (Pansela) Jawa yang menghubungkan Purwokerto, Jateng dan DIY tetap terbuka karena pembangunan Bandara Kulonprogo memotong jalan Pansela yang lama.

Pembangunan underpass NYIA dimulai pada November 2018 dengan biaya Rp293 miliar bersumber dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) / Sukuk Negara Tahun Anggaran 2018-2019. Underpass itu dikerjakan oleh kontraktor PT. Wijaya Karya – MCM KSO.

Underpass NYIA merupakan yang terpanjang di Indonesia dengan bentang 1,3 kilometer dan terdiri dari konstruksi terowongan sepanjang 1.095 meter serta jalan pendekat arah timur dan barat masing-masing sepanjang 110 meter dan 100 meter.

Underpass NYIA memiliki lebar 7,85 meter, clearance atas 5,2 meter dan samping 18,4 meter. Underpass ini akan dilengkapi sistem audio untuk menyampaikan pesan-pesan pentingnya keselamatan berkendara selama berada di dalam underpass.

Untuk mengantisipasi terjadinya genangan air saat turun hujan, konstruksi underpass ini dilengkapi dengan rumah pompa dan dilapisi waterstop yang terbuat dari karet untuk beton dinding dan lantainya.

Di samping itu, untuk menambah nilai estetika pada konstruksi terowongan, ada hiasan ornamen khas DIY seperti Tari Jathilan, Tari Angguk Putri, Kalamakara dan Setilir Gebleg Renteng.

Selain menghubungkan Purwokerto dengan DIY melalui Pansela, underpass NYIA diharapkan dapat memperlancar arus lalu lintas warga Kulon Progo dan sekitarnya sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kulon Progo.

Beroperasinya underpass NYIA juga mendukung Jalur Pansela sebagai alternatif Jalur Pantura yang telah padat lalu lintasnya dan menjadi jalur wisata.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho