Ilustrasi pelayanan perizinan manual. (Bisnis)

Solopos.com, SEMARANG — Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Semarang terus melakukan penyempurnaan pengurusan perizinan secara online melalui aplikasi Sistem Izin Investasi Mudah dan Terpadu (Si Imut).

Saat ini, sudah 29 layanan dilakukan dengan pelayanan bersistem online tersebut. Ada dua layanan tambahan pada aplikasi itu, yaitu Izin Usaha Jasa Kontruksi (IUJK) dan pengurusan perizinan Surat Pernyataan Pengelolaan Lingkungan (SPPA). 

Kepala DPMPTSP Kota Semarang, Ulfi Imran Basuki, mengatakan sebelumnya sudah ada 27 jenis pengurusan perizinan yang bisa dilakukan secara online dengan aplikasi Si Imut.  Melalui sistem itu, pengurusan izin nantinya tinggal memasukkan  data-data melalui perangkat komputer masing-masing, setelah data yang masuk diverifikasi oleh sistem, kemudian akan sampai kepada pihaknya untuk ditandatangani secara digital, selanjutnya sampai pada proses cetak sertifikat mandiri. 

"Jadi memang, para pemohon sudah tidak lagi harus menyerahkan berkas atau dokumen kepada kami, karena sudah dilayani dengan aplikasi ini.  Sedangkan untuk pengurusan perizinan lainnya, sedang kita proses, karena sistem Si Imut ini juga terintegrasikan dengan sistem online single submission (OSS) milik Pemerintah Pusat," katanya, Senin (22/7/2019).

Dikatakan, hingga saat ini ada 29 jenis perizinan yang sudah dilayani secara online dari total sekitar 120 jenis perizinan yang ada. Dan selebihnya juga dilayani dengan sistem OSS tersebut. Sedangkan untuk pengurusan perizinan IMB, saat ini belum bisa dilakukan secara online. 

"Dibandingkan dengan cara manual, sistem ini bisa memangkas waktu menjadi lebih cepat, yang dulunya satu pekan, dengan menggunakan berbasis online hanya butuh waktu beberapa jam saja," katanya. 

Sementara itu, lanjut dia, sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), target investasi pada 2019 senilai Rp18,5 triliun. Namun, Pemkot tentunya berupaya maksimal untuk melampaui target itu.

“Itu [Rp18,5 triliun] target formal RPJMD. Kita tidak terpancang target itu, kita tetap berupaya maksimal,” tuturnya.

Adapun, realisasi investasi Rp15,94 triliun pada semester I/2019 berasal dari 936 perusahaan dan menjaring 23.162 orang tenaga kerja WNI. Perinciannya, perusahaan PMA ada 25 unit dengan tenaga kerja 575 orang, dan perusahaan PMDN 911 unit dengan tenaga kerja 22.587 orang.

Sektor utama yang mendorong investasi pada Januari-Juni 2019 ialah konstruksi, perumahan, kawasan industri, dan perkantoran.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten