SHP Pedagang di 4 Pasar Terancam Dicabut, Begini Alasan Pemkab Sukoharjo
Kondisi Pasar Kepuh, Kecamatan Nguter setelah direvitalisasi Pemkab Sukoharjo pada 2018 lalu. Saat ini berbagai acara digelar Pemkab di pasar tersebut guna meramaikan pasar. Foto diambil Jumat (25/1/2019). (Solopos-Indah Septiyaning W.)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo mengancam mencabut surat hak penempatan (SHP) bagi pedagang empat pasar tradisional di Kabupaten Makmur. SHP dicabut jika pedagang tak menempati kios maupun los selama tiga bulan berturut-turut pasca direvitalisasi Pemkab pada 2018 lalu. 

Keempat pasar itu di antaranya Pasar Kepuh Kecamatan Nguter; Pasar Purwo Kecamatan Weru; Pasar Plumbon Kecamatan Mojolaban, dan Pasar Daleman Kecamatan Baki.

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Sukoharjo Sutarmo mengatakan seluruh pasar tersebut telah selesai pembangunannya sehingga pedagang sudah bisa menempatinya. Penempatan pedagang ke bangunan pasar baru sebelumnya dilakukan dengan pembagian kunci serta SHP. 

"Dengan selesainya pembangunan pasar, maka pedagang harusnya sudah pindah dari pasar darurat ke pasar bangunan  baru. Harapannya pedagang  dan pengunjung  lebih nyaman dan berimbas pada peningkatan  perekonomian di pedagang," kata dia ketika berbincang dengan Solopos.com, Minggu (27/1/2019). 

Namun, dia tak memungkiri masih ada beberapa pedagang yang hingga kini belum boyongan dan menempati bangunan baru. Beragam alasan disampaikan pedagang, salah satunya pedagang masih membutuhkan waktu mempersiapkan diri menempati bangunan baru. Seperti kesiapan peralatan dagangan dengan membuat rak dan lainnya yang dinilai membutuhkan waktu. 

"Kami masih memberi toleransi bagi para pedagang. Namun ada aturan yang harus kami tegakkan pula," kata dia. 

Pemkab akan mencabut SHP pedagang apabila tiga bulan berturut-turut mereka tak menempati bangunan pasar. Sebelum pencabutan SHP, mekanisme memberi surat peringatan satu hingga tiga tetap akan dilakukan Pemkab. Karena itu pihaknya meminta pedagang segera menempati bangunan pasar dan meramaikan pasar. 

Lurah Pasar Kepuh Widadi Nugroho menambahkan dari 25 kios yang ada, saat ini baru ditempati sekitar 20 unit. Sedangkan untuk 56 los, baru ditempati 40-an los sehingga masih terdapat lokasi dagangan yang kosong.

Salah satu pedagang makanan ringan, Siti Nurcahyo menuturkan kondisi pasar masih sepi pembeli. Dia tak mengetahui secara pasti mengapa kondisi pasar masih sepi pembeli. Padahal kondisi pasar jauh lebih baik, dimana bangunannya baru, lebih bersih dan nyaman. Dirinya bersama pedagang lain pun mendukung langkah pemkab dalam menggelar berbagai acara untuk meramaikan Pasar Kepuh. 

"Biasanya pendapatan saya sehari bisa Rp1,5 juta. Namun sejak menempati bangunan baru ini pendapatannya paling mencapai Rp1 juta," kata dia.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho